Bocil Simpanan Om Om

Bocil Simpanan Om Om
BAB 10 KETIDAK BERDAYAAN NISA


__ADS_3

Nisa menatap semua wajah wajah yang telah membully dan menghina nya itu. Tatapan nya tajam menatap Nia yang bersikap seolah tidak bersalah itu.


Nisa mendekati Nia, "Maksud kamu ngomong gitu tadi apa Nia? aku gak pernah bermasalah sama kamu, tapi kenapa kamu selalu mengganggu aku". Nia berbisik ke telinga Nisa, "gimana? apa loe sudah jera sama peringatan gue kali ini?". Bisik Nia dengan senyum penuh kebencian.


" Nia apa salah ku, kenapa kamu Setega ini sama aku?" lirih Nisa.


"Karena loe udah berani dekatin Andi, dan loe harus tahu gue masih cinta sama Andi, dan gue bakal balikan sama dia, tapi gara gara loe dia jadi menjauhi gue". jawab Nia dengan penuh emosi, bahkan dada nya sampai turun naik karena menahan emosi.


"tapi aku gak pernah dekatin Andi Nia, kami cuma berteman dan tidak memiliki hubungan apa pun. Dan asal kamu tahu Nia, aku tidak pernah menyukai Andi, jadi kamu tidak perlu takut aku akan mengambil nya dari mu", Ucap Nisa lemah.


"Hahahaha.. loe pikir gue bodoh yang bisa loe kibulin dengan perkataan loe yang penuh kemunafikan itu hah!!!".


Nia menjambak rambut Nisa sehingga Nisa terjerambab karena serangan Nia yang tidak terduga itu.

__ADS_1


Nisa meringis menahan kulit kepala nya yang terasa panas karena saking kuat nya Nia menjambak rambut Nisa.


Nisa merasa dunia saat ini benar benar kejam terhadap diri nya, dia di perlakukan tidak adil atas sesuatu yang tidak pernah dia lakukan.


Nia melepaskan jambakan nya di rambut Nisa setelah tidak ada lagi perlawanan dari Nisa.


Nia meninggalkan Nisa setelah puas membully dan menghina gadis itu. Hati nya benar benar bahagia dan merasa puas, dia yakin setelah ini Nisa tidak akan berani lagi mendekati Andi.


Nisa mencoba berdiri tapi dia terlalu lemah karena memang tenaga nya telah habis. Seketika pandangan Nisa kabur kepala nya terasa pusing dan berputar putar, hingga akhir nya semua terasa gelap dan Nisa pingsan.


Nisa terbangun ketika dia merasa tubuh nya menggigil karena di terpa angin kencang.


Yaa Langit begitu gelap, angin berhembus kencang, dan sebentar lagi akan hujan deras.

__ADS_1


Nisa melirik jam tangan lawas yang melingkar di pergelangan tangan nya yang putih itu.


Mata Nisa terbelalak melihat jam yang sudah menunjuk kan jam 15.30 wib. "Astaga... yaa tuhan aku bisa di marahin ibu habis habisan karena terlambat pulang". Nisa segera bangkit sambil mengingat apa yang sudah terjadi, dan kenapa dia bisa masih berada di sekolah.


Nisa melajukan sepeda motor butut nya dengan pikiran yang berkecamuk di dalam kepala nya. "Apa yang harus aku katakan sama ibu!! aku tidak mungkin mengatakan yang sebenar nya kalau aku di bully di sekolah karena kecemburuan Nia, bisa bisa ibu juga ikutan salah paham dan akan memarahi ku habis habisan".


Nisa yang kalut dalam pikiran nya jadi tidak fokus mengendarai sepeda motor nya, tanpa Nisa sadari di depan ada batu runcing yang lumayan besar yang siap untuk mencelakai nya.


BRUUUKK.. AAAHHH... AAAWWW.. SHITT!!!


Nisa terjatuh setelah sepeda motor nya menabrak batu runcing di depan nya. Nisa mencoba berdiri sambil berusaha membangun kan sepeda motor nya yang mental karena menabrak batu runcing.


"awwww.. sakit sekali" Nisa melihat sikut dan kaki nya terluka karena terkena benturan dengan batu kerikil, darah segar terus mengucur mengotori kaos kaki putih panjang yang di kenakan Nisa. Kaos kaki putih itu bahkan sobek dan sekarang sudah berubah warna menjadi merah. "ini benar benar perih, dan rasa nya sakit sekali" gumam Nisa sangat lirih.

__ADS_1


Nisa menaiki sepeda motor butut nya itu dengan perlahan walaupun badan nya terasa remuk semua.


__ADS_2