Bocil Simpanan Om Om

Bocil Simpanan Om Om
BAB 20 TOLONG AKU


__ADS_3

Nisa segera keluar dari dalam mobil dan berjalan mengikuti Hendra yang sudah berjalan di depan nya.


Para tamu hotel yang ada di Lobi dan para Staff resepsionis memperhatikan kedatangan Hendra dan Nisa.


Hendra menggandeng Nisa dengan mesra. Sedangkan Nisa tidak menolak, karena sekarang Nisa sudah benar benar tidak memikir kan itu, yang Nisa pikirkan adalah bagaimana cara nya supaya cepat sampai ke dalam kamar hotel, biar Nisa bisa mandi dan berendam.


Ketika mereka melewati meja resepsionis, Aira menatap Nisa dengan tatapan permusuhan.


Tapi Nisa tidak memperdulikan itu, karena Nisa sama sekali tidak mengenal wanita itu.


"Cckkk... Dasar ******, masih kecil sudah berani masuk hotel bersama seorang pria dewasa" Gumam Aira sambil memandang sinis ke arah Nisa.


"Hendra kamu pasti sudah di guna guna sama si bocil gatel ini" gerutu Aira sambil menatap Hendra penuh Cemburu, tidak lupa juga Aira mengerucutkan bibir nya.


Hendra yang melihat kecemburuan Aira itu menjadi Gemes dan Cup.. satu kecupan mendarat di bibir Sexy nan merah itu.


Nisa yang melihat kejadian itu mendadak jadi pucat pasi dan tubuh nya menegang,Nisa benar benar Syok.


"Ciiih!!! dasar brengsek, sekali nya brengsek selama nya akan tetap brengsek" cibir Nisa sambil berlari meninggal kan Hendra dengan Aira.


Hendra tergugu..


"Astaga, bodoh sekali aku, kenapa aku bisa lupa kalau aku kesini bersama Nisa, Nisa pasti akan sangat marah karena aku telah mencium Aira" bathin Hendra sambil merutuki kebodohan nya.


Hendra berjalan hendak menyusul Nisa, tapi Aira dengan cepat mengejar nya.


"tunggu Hendra, kau belum menjelaskan pada ku siapa bocil itu" ucap Aira sambil mencekal tangan Hendra.


"Hendra berhenti dan berbalik untuk menatap Aira.

__ADS_1


"Menurut mu siapa dia Sayang?" ucap Hendra sambil membelai lembut pipi Aira. Membuat Gadis itu menjadi tersipu malu.


"Mungkin dia hanya ****** yang mengincar uang mu" jawab Aira manja.


Hendra hanya terkekeh mendengar jawaban Aira.


"Yasudah aku harus segera menyusul dia, atau aku bisa terkena masalah kalau sampai terjadi apa apa pada nya" ucap Hendra.


Aira melepaskan tangan Hendra sambil cemberut.


"Jangan cemberut dong sayang, aku janji akan menemui mu nanti" ucap Hendra meyakin kan Aira. Aira tersenyum manis semanis gula.


"Aku menunggu mu sayang" balas Aira manja.


Sementara Nisa sudah berendam di dalam bathup untuk menghilangkan rasa gerah nya.


Hendra langsung masuk ke dalam dan mencari Nisa. Hendra terkejut melihat Nisa yang sudah polos sedang berendam di dalam bathup.


"Astaga!!! aku lupa mengunci pintu nya" bathin Nisa panik.


Sementara Hendra terus memandangi tubuh molek di depan mata nya itu sambil menelan ludah nya kasar.


"keluar lah kau Hendra!!! aku sedang berendam jangan terus memandangi ku, pergi lah!!!" ucap Nisa sambil menutupi bagian tubuh nya yang paling sensitif.


Hendra tersenyum melihat tingkah Nisa itu, bukan nya pergi Hendra malah mendekat ke arah bathup.


DEG!!! Jantung Nisa semakin berdetak lebih cepat melihat Hendra yang semakin mendekat, semua karena pengaruh obat perangsang yang di berikan Hendra di dalam minuman Nisa.


Hendra dengan Santai membuka seluruh pakaian nya dan ikut masuk ke dalam bathup. Nisa melotot melihat kelakuan Hendra ini.

__ADS_1


"Kauuuu!!!" Nisa berteriak sambil menutup kedua mata nya, supaya dia tidak melihat Hendra yang sudah polos dan juga masuk ke dalam bathup.


Nisa sendiri lupa kalau dia juga sedang dalam keadaan polos.


Hendra melihat Nisa tidak lagi memegangi buah pepaya nya segera mengambil kesempatan itu.


Hendra memeluk Nisa dari belakang sambil menyentuh buah pepaya itu tepat di pucuk nya.


Nisa terkejut dan menggeliat.


Nisa memejam kan mata nya, perasaan nya sudah benar benar tidak karuan, pengaruh obat itu sudah bekerja sepenuh nya dan menguasai tubuh Nisa.


Hendra yang ingat kalau Nisa sedang dalam pengaruh obat perangsang yang telah dia berikan tersenyum licik.


"Hendra mengelus lembut buah pepaya itu dan sesekali memencet ujung nya, sehingga membuat Nisa semakin memejam kan mata nya.


Hendra memalingkan tubuh Nisa untuk berhadapan dengan nya. Nisa menurut saja dan tidak ada penolakan sama sekali dari Nisa.


Cup... sebuah kecupan manis mendarat di bibir ranum Nisa yang manis itu.


Nisa membuka mata nya, Nisa menatap Hendra dengan intens, dan kemudian mencium bibir Hendra. Semua tentu saja Nisa lakukan karena pengaruh obat sialan itu.


Hendra tersenyum senang.


"Kau nakal Nisa" goda Hendra.


Nisa menjadi tergoda mendengar kata nakal, dalam pikiran nisa kata nakal terdengar begitu Sexy.


Nisa lalu mendekati Hendra, Nisa duduk di pangkuan Hendra sambil bergelayut manja.

__ADS_1


"TOLONG AKU HENDRA" ucap Nisa lirih


__ADS_2