Bocil Simpanan Om Om

Bocil Simpanan Om Om
BAB 22 KESADARAN NISA


__ADS_3

Nisa menggeliat kan tubuh nya sambil mengucek ucek mata nya. Nisa merasa tubuh nya terasa pegal pegal semua.


Nisa mencoba turun dari ranjang, dan betapa terkejut nya Nisa ketika melihat tubuh nya yang sedang dalam keadaan polos.


"Astaga.... Oh tuhan apa yang terjadi? kenapa aku bisa begini?" Nisa mengingat ingat kejadian sebelum dia tertidur. Nisa hanya mengingat diri nya yang sedang berendam di Bath Up karena merasa sangat gerah sekali.


Nisa masih mencoba mengingat nya, tapi Nisa malah merasa pusing.


Nisa segera mengambil pakaian nya dan segera memakai nya. Nisa mengedar kan pandangan nya ke seluruh ruangan.


"Kemana laki laki brengsek itu?" Nisa bertanya tanya sendiri.


Nisa berniat ke kamar mandi karena ingin membersihkan wajah nya.


Tetapi ketika Nisa membuka pintu kamar mandi, Nisa hampir saja berteriak karena terkejut setengah mati.


Nisa bahkan menutup mulut nya sendiri.


"Astaga.. Mereka ternyata sama sama brengsek, dasar pasangan mesum" geram Nisa.


Nisa sangat menyesali keputusan kedua orang tua nya yang menerima lamaran Hendra.


Karena orang tua Nisa berpikir Hendra adalah lelaki yang baik dan tepat untuk Nisa.


Padahal kenyataan nya Hendra adalah seorang pria brengsek dan tidak baik untuk Nisa.


Nisa menitik kan air mata nya, entah kenapa, jauh di dalam lubuk hati nya Nisa merasa sangat sakit.


"Selama ini aku selalu menuruti semua keinginan ibu, sekali pun itu bertentangan dengan kehendak ku, Aku tidak ingin menjadi anak durhaka, tapi kalau pilihan ibu adalah seorang pria brengsek seperti Hendra ini, apa yang harus aku lakukan tuhan?" Nisa menangis terisak Isak.


Nisa mengambil ponsel nya, dan kemudian mengambil beberapa foto dan video Hendra dan Aira yang sedang tertidur dalam keadaan polos.


Posisi Hendra yang tepat berada di atas Aira dengan tangan Aira membelai rambut Hendra.


"gambar yang bagus" cibir Nisa sambil tersenyum getir.


Nisa menutup kembali pintu kamar mandi itu, Nisa duduk di atas ranjang nya, Nisa berfikir apa yang akan dia lakukan setelah melihat kejadian ini.


Nisa menghubungi resepsionis hotel dan meminta untuk pelayan membawakan beberapa makanan ke kamar nya.


Nisa merasa sangat lapar, karena memang sejak sampai di hotel ini Nisa belum makan sama sekali.


Tidak menunggu lama, makanan pesanan nya sudah di antarkan pelayan.


Tok Tok Tok..


"Permisi nona saya pelayan yang mengantarkan pesanan nona" terdengar suara dari luar pintu kamar Nisa.


Nisa segera membuka pintu dan tersenyum.


"Silahkan letak kan di sana saja" ucap Nisa lembut.

__ADS_1


"Baik nona" ucap pelayan itu segera meletak kan makanan Nisa di atas meja.


"Terimakasih bibi, ini ada sedikit tips untuk bibi" Nisa memberikan uang merah selembar kepada pelayan itu.


"Tidak usah nona, ini terlalu banyak saya tidak bisa menerima nya" ujar pelayan itu menolak.


Nisa tersenyum, lalu memasuk kan uang itu ke dalam saku baju pelayan itu.


"Ambil saja bibi, tidak baik menolak rezeki, walaupun ini nominal nya kecil, tapi saya ikhlas memberikan nya pada bibi" ucap Nisa sopan.


Pelayan itu sangat terharu dan kemudian memeluk Nisa.


"Terimakasih nona, ini sangat besar nominal nya untuk saya, semoga Allah selalu melindungi nona dari orang jahat, dan semoga nona selalu bahagia" ucap pelayan itu sambil menangis.


Nisa membalas hangat pelukan pelayan itu.


"Sama sama bibi, terimakasih atas doa nya dan semoga bibi beserta keluarga sehat selalu" balas Nisa.


Pelayan itu pun pamit untuk kembali bekerja, sementara Nisa sudah menutup kembali pintu kamar nya.


Nisa menyantap makanan yang sudah di pesan nya, perut Nisa sudah terasa sangat keroncongan.


Aira merasa badan nya tertimpa beban yang berat, Aira lalu mengucek ucek mata nya dan dia tersenyum setelah melihat bahwa beban berat yang menimpa nya itu adalah Hendra.


CUP.. sebuah kecupan mendarat di bibir Hendra, Hendra menggeliat karena mendapat kan kecupan mesra di bibir nya.


"Oh astaga sayang, maaf kan aku" ucap Hendra setelah sadar bahwa dia masih berada di atas Aira.


Hendra merasa Joni nya sudah membesar di bawah sana, Hendra dan Aira masih dalam keadaan polos, mereka tertidur karena kelelahan setelah berpetualang lama.


Bahkan Joni masih berada di dalam saat Hendra tertidur.


Aira menyadari bahwa Joni sudah membesar di dalam anu nya, Aira tersenyum nakal menatap Hendra.


"kau mau lagi sayang?" goda Aira manja.


Tanpa menjawab pertanyaan Aira Hendra langsung menggerak kan pinggul nya memaju mundurkan dan menghentak hentak kan Joni semakin dalam.


" Yes baby, I am coming" racau Aira tidak karuan.


Hendra semakin bersemangat 45 menggempur Aira.


Nisa yang sedang menikmati makanan nya lalu tersedak mendengar keributan di dalam kamar mandi.


"Uhuk.. Uhuk.. Dasar tidak tahu malu, pasangan yang serasi, sama sama mesum" cibir Nisa sambil sekilas melirik ke arah kamar mandi.


Hendra benar benar melupakan keberadaan Nisa di dalam kamar ini.


Hendra sangat menikmati keseruan nya berpetualang bersama Aira.


"I am coming baby" teriak Hendra sambil bergoyang semakin cepat.

__ADS_1


"Yess... Yeeaaah" Hendra menumpahkan seluruh lahar panas nya ke dalam Gua Aira.


"ini sangat nikmat sayang, aku sangat suka" ucap Aira manja.


Hendra bangkit dari atas Aira, mereka membersihkan tubuh masing masing.


Hendra dan Aira hampir berteriak karena kaget mendapati ada orang lain di dalam kamar nya.


Sedangkan Nisa tidak memperdulikan kedua manusia yang tidak tahu malu itu, Nisa masih menikmati makanan nya dengan santai.


"Nis.. Nisaa.... ucap Hendra tergugu"


Nisa tidak menyahut, bahkan Nisa tidak menoleh sedikit pun.


Hendra menjadi panik sendiri, bagaimana mungkin dia bisa melupakan keberadaan Nisa di kamar ini.


"heh kau!!! apa yang kau lakukan di kamar ini?" bentak Aira sambil mendekati Nisa yang sedang makan.


Nisa tidak menggubris ucapan Aira, dia masih terlihat sangat santai.


Aira menjadi sangat geram karena merasa di abaikan dengan Nisa.


Aira membuang sendok yang sedang di pegang Nisa sehingga membuat emosi Nisa jadi memuncak.


Nisa berdiri menatap Aira dengan tatapan datar.


"Apa aku punya masalah dengan mu?" tanya Nisa datar.


" Kau masih bertanya hah!!!" bentak Aira tidak habis pikir.


" Dasar wanita ******, tidak tahu diri, kau itu tidak lebih dari seonggok kotoran sapi" hina Aira.


Nisa tersenyum mendengar hinaan Aira.


"Ciiih!!!, bisa bisa nya menghina orang tapi tidak pandai berkaca, dasar tidak sadar diri" cibir Nisa.


"KAUU...!!! Apa yang kau katakan barusan? kau telah menghina ku gadis brengsek!!!" Aira benar benar sudah terbakar emosi, bahkan wajah nya sudah berubah menjadi merah padam.


"Lalu sebutan apa yang pantas untuk seorang wanita yang berani masuk ke dalam kamar orang dan bercinta dengan tunangan orang? Bahkan itu lebih menjijik kan dari seonggok kotoran sapi" Balas Nisa semakin memojok kan Aira.


Mata Aira terbelalak mendengar ucapan Nisa.


"Ap..Apaa... tun...tunangan?" Aira menatap Hendra seolah meminta penjelasan.


Tapi Hendra memilih tidak menjawab pertanyaan Aira itu.


Nisa tersenyum sinis melihat Aira yang tidak mendapati jawaban dari Hendra.


"Hahahaha..." Nisa tertawa terbahak bahak, dan membuat bulu kuduk Aira dan Hendra jadi merinding.


"Kenapa? kau terkejut Aira? Apakah lelaki yang baru saja menikmati tubuh mu tadi tidak bisa menjelaskan apa pun pada mu", ejek Nisa.

__ADS_1


Glukk.. Aira menelan ludah nya kasar sambil menatap tajam ke arah Hendra.


__ADS_2