
Ibu Arum mengajak Nisa untuk pergi ke rumah Budhe nya Nisa.
"Yuk nis, kita ke rumah Budhe mu, Ibu sudah lama tidak kesana, Cepat lah kamu bersiap siap ibu akan menunggu", kata Bu Arum. Nisa pun segera masuk kamar dan mengganti pakaian nya, tidak lama kemudian Nisa sudah keluar dari kamar nya. "Ayok Bu Nisa udah siap". Ibu Arum menoleh dan tersenyum melihat Nisa. "kamu memang Cantik nis, ibu berharap kamu bisa hidup lebih baik lagi ke depan nya". Nisa yang mendengar ucapan ibu nya itu hanya tersenyum kecut.
Hati nya menghangat dan air mata nya lolos begitu saja tanpa permisi. Nisa menyeka air mata nya yang jatuh supaya ibu nya tidak melihat kalau Nisa menangis.
__ADS_1
Nisa dan ibu Arum pergi ke tempat budhe nya, sesampai nya di sana, ternyata budhe sedang mengobrol dengan seorang pria yang sedang mempromosi kan jualan nya. Kedatangan Nisa dan Bu Arum sejenak menjadi pusat perhatian pria Sales itu. "hallo ibu kenal kan nama saya Hendra, saya Sales barang elektronik Bu dari Miyako". Ucap Hendra memperkenal kan diri kepada Bu Arum. Ibu Arum menjabat uluran tangan Hendra yang mengajak Bu Arum untuk bersalaman. Hendra tersenyum semanis mungkin, sambil terus melirik ke arah Nisa. Nisa yang tahu sedang di perhatikan oleh Hendra merasa risih dan tidak nyaman. Hendra menatap Bu Arum sambil bertanya, "Adik Cantik ini apakah anak ibu?" Bu Arum pun menjawab, "iya Nama nya Nisa, dia anak saya", Jawab Bu Arum. Hendra pun manggut manggut seolah sedang memikirkan sesuatu. "Oo Nisa.. Nama yang Cantik, secantik orng nya", Ujar Hendra. "Terimakasih Om" jawab Nisa.
Hendra tertawa, "Jangan panggil saya Om dong Nis, saya kan masih muda masa kamu panggil Om, panggil Abang saja", ujar hendra. Nisa terbelalak mendengar perkataan Hendra. Bisa bisa nya dia minta di panggil Abang jelas jelas umur nya itu lebih cocok di panggil Om, gerutu Nisa dalam hati.
"iya bang", jawab Nisa dengan sedikit kesal.
__ADS_1
Ibu Arum dan budhe memperhatikan percakapan antara Nisa dengan Hendra. "Seperti nya Hendra suka sama Nisa tuh rum" ujar budhe kepada ibu Arum. Ibu Arum pun sebenar nya tahu kalau Hendra menyukai Nisa.
"Hendra, apakah kamu sudah punya istri"?? budhe bertanya kepada Hendra. Hendra lalu menarik nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan budhe, "saya sudah menikah budhe, tapi sekarang status saya sudah menjadi duda. Istri saya pergi dengan laki laki lain, dan saya sudah memiliki seorang anak laki laki yang sekarang tinggal bersama orang tua saya di kampung". Ucap Hendra menceritakan kisah hidup nya yang begitu memprihatin kan. "Maaf nak Hendra, kami tidak tahu kalau cerita rumah tangga nak Hendra begitu menyedihkan" ucap Bu Arum, seakan menyesali pertanyaan dari budhe. "Tidak apa apa Bu, justru saya senang bisa berbagi cerita dengan ibu", jawab Hendra. "Sebenar nya saya menyukai Nisa Bu, dan saya ingin menikahi Nisa untuk menjadi istri saya". Apakah ibu mengizinkan saya untuk melamar anak ibu Nisa? Tanya Hendra dengan serius sambil menatap mata Bu Arum.
Bu Arum terdiam sejenak, dia menatap ke arah Nisa seakan bertanya apakah Nisa setuju, Nisa yang terkejut bukan main itu juga menatap ke arah ibu nya dengan menggeleng gelengkan kepala sebagai isyarat kalau Nisa tidak setuju dan tidak mau di jodohkan dengan Hendra.
__ADS_1