
"Semua ini terjadi juga karena kesalahan mu Nisa, kau malah tertidur saat kita sedang ingin bercinta, aku sudah susah payah memasuk kan obat perangsang itu ke minuman mu, setelah berhasil kau minum, dan aku hampir mendapatkan mu, tapi kau malah tidur" Ucap Hendra tanpa sadar sudah memberi tahu Nisa tentang apa yang telah dia lakukan kepada Nisa.
Nisa yang mendengar pengakuan spontan Hendra itu langsung mendekati Hendra.
PLAKKKK!!!! PLAKKK!!! PLAKKK!!!
Nisa menampar Hendra secara membabi buta.
"Kau memang laki laki brengsek dan bejad Hendra, KAU!!!!" Nisa tidak mampu melanjutkan ucapan nya, karena amarah nya sudah mencapai ubun ubun.
BUUGGG!!! Nisa menendang perut Hendra sehingga Hendra yang tidak menyangka akan mendapat serangan dari Nisa langsung tersungkur.
"Uhuk.. uhuk.." Hendra terbatuk batuk karena merasakan panas pada kedua pipi nya dan perut nya yang terasa nyeri akibat tendangan Nisa.
Nisa merasa sangat puas melihat Hendra yang tersungkur sambil menahan sakit.
"Ini belum ada apa apa nya Hendra, ini bahkan belum sebanding dengan apa yang sudah kau lakukan terhadap ku".
__ADS_1
Nisa segera keluar dari kamar tanpa mempedulikan Hendra yang sedang kesakitan karena ulah nya.
"Kenapa Nisa bisa jadi sekuat itu? Tenaga nya benar benar luar biasa" bathin Hendra sambil mengusap pipi nya yang masih memerah dan terlihat jelas bekas gambar jejak tangan Nisa.
Nisa masuk ke dalam kamar Hendra, Nisa mengambil semua barang barang nya.
Setelah semua sudah selesai, Nisa berfikir kembali.
"Tidak! aku tidak boleh pergi begini saja, hidup ku sudah hancur, pendidikan dan semua cita cita ku telah di hancur kan oleh laki laki brengsek itu, aku harus membalas nya dengan balasan yang setimpal".
Nisa kemudian mendapat ide dari pemikiran briliant nya, Nisa tersenyum licik.
Hendra terkejut melihat Nisa yang sedang duduk d sofa sambil menonton TV.
"Kenapa bengong begitu, apa kau tidak suka aku ada di kamar mu?" ucap Nisa tanpa mengalihkan pandangan nya pada TV.
"Aahkk tidak.. A..a..aku..."
__ADS_1
"Aku lapar, apakah kau tidak ada inisiatif untuk membelikan ku makanan di luar, aku bosan dengan makanan di hotel ini" ujar Nisa sambil mengerucut kan bibir nya.
"Aaaaa... Hendra semakin bingung dengan sikap Nisa, bagaimana mungkin dia bisa berubah menjadi lembut, setelah tadi menghajar nya membabi buta".
Nisa menatap Hendra yang masih tegak mematung di depan pintu.
"Baik lah, kalau kau tidak mau, aku bisa membeli nya sendiri" Nisa lalu berniat untuk beranjak dari sofa, tapi Hendra dengan cepat segera menahan nya.
"Aku akan segera kembali, jangan kemana mana" Hendra lalu menutup pintu dan pergi keluar untuk membelikan Nisa makanan.
Nisa tersenyum licik melihat tingkah Hendra.
"ini baru permulaan Hendra, permainan ini akan segera di mulai".
Hendra segera pergi ke restoran dan memesan beberapa makanan enak, karena Hendra tidak tau makanan apa yang Nisa suka, jadi Hendra memutuskan membeli beberapa makanan yang menurut Hendra enak.
Tidak lama, pelayan pun datang membawa kan pesanan Hendra. Setelah membayar semua pesanan nya Hendra segera bergegas kembali ke hotel, Hendra takut kalau Nisa akan mengamuk lagi karena menunggu terlalu lama.
__ADS_1
Akhir nya Hendra bisa bernafas lega setelah melihat Nisa masih Setia duduk di sofa sambil menonton TV.