Bocil Simpanan Om Om

Bocil Simpanan Om Om
BAB 16 ANCAMAN HENDRA


__ADS_3

Hendra kembali ke kamar nya karena merasa kesal tidak bisa menemukan Nisa.


"Brengsek!!! dimana kau sembunyi Nisa?" geram Hendra sambil mengepal kan kedua tangan nya.


Sementara Nisa masih bersembunyi di dalam gudang, karena takut Hendra masih mencari nya.


"Aku harus tetap di sini sampai pagi, sampai ibu dan bapak bangun, aku akan menceritakan semua perbuatan Hendra kepada ibu dan bapak". Gumam Nisa.


Pagi pun tiba. Di luar sudah terdengar suara Bu Arum yang seperti nya sedang membuat sarapan. Nisa pun memberanikan diri membuka pintu gudang itu.


Pelan pelan namun pasti, CEKLEKK!!! Nisa sudah membuka gagang pintu, sebelum keluar Nisa sudah mengatur nafas nya dan mengumpulkan seluruh keberanian nya.


Nisa langsung ke dapur mencari ibu nya, tapi Nisa tidak menemukan ibu nya.


"Buu.. ibu.." Nisa memanggil manggil Bu Arum tapi tidak ada jawaban sama sekali.


Tiba tiba tangan Nisa ada yang mencekal dengan kuat, Nisa terkejut dan segera membalik kan badan nya. Betapa terkejut nya Nisa bahwa yang mencekal tangan nya adalah Hendra.


"Kauuuu!!!! Lepas kan tangan ku sekarang", bentak Nisa.

__ADS_1


"Berani sekali kau ingin bermain main dengan ku Nisa" Geram Hendra.


"Aku akan memberi tahu semua perbuatan mu kepada bapak dan ibu, kali ini kau tidak akan selamat Hendra" ucap Nisa ketus.


Hendra terperanjat mendengar Nisa ingin mengadukan perbuatan nya yang sudah masuk ke kamar Nisa dan sudah melecehkan nya.


"Kau takut??" ejek Nisa.


"Aku tidak takut, silahkan aja kamu adukan sama orang tua mu apa yang sudah ku lakukan kepada mu, Tapiiiii..."


"Tapi apa Hendra?" Nisa benar benar kesal.


Hendra lalu mengeluarkan ponsel nya, Hendra lalu membuka galeri dan memperlihatkan foto foto Nisa yang tadi malam sempat di ambil nya.


Nisa yang melihat foto itu langsung menelan ludah kasar, untuk seketika Nisa terdiam karena Syok.


"Kau benar benar brengsek Hendra, berani sekali kau mengambil foto ku dalam keadaan kau yang meleceh kan ku" Teriak Nisa.


"hapus foto nya sekarang Hendra, kau tidak berhak atas foto itu" Nisa semakin geram dan sangat marah terhadap Hendra.

__ADS_1


"Bagaimana kalau ku posting ke internet dengan Caption (OPEN BO) kau pasti akan langsung terkenal dan viral Nisa" Hendra tersenyum mengejek.


"aku mohon jangan lakukan itu Hendra, aku akan melakukan apa pun untuk mu, tapi aku mohon jangan sebarkan foto ku ke internet" Nisa memohon dan memelas kepada Hendra.


"Baguss!! kau harus menjadi wanita penurut dan patuh terhadap ku Nisa, sekali saja kau melakukan kesalahan maka foto foto ini akan menyebar di internet" Ancam Hendra.


Nisa menangis, meratapi nasib nya.


"Aku sudah kalah, aku tidak bisa berbuat apa apa lagi sekarang".


"Hendra pasti akan semakin memaksa dan menyudutkan ku dengan ancaman foto foto sialan itu. Hendra kau benar benar brengsek, aku pasti akan membalas mu".


Nisa masih memikirkan cara bagaimana dia bisa menghapus seluruh foto foto nya yang ada di ponsel Hendra.


"SHIITT!!! AKU BENAR BENAR BENCI SAMA KAMU HENDRA, BISA BISA NYA KAMU BERSIKAP KURANG AJAR DENGAN MENGAMBIL FOTO KU DALAM KEADAAN TELANJANG DADA, DASAR LAKI LAKI BRENGSEK" Umpat Nisa.


Nisa mengacak acak rambut nya frustasi. masih terekam jelas di ingatan Nisa bagaimana Hendra menunjuk kan foto foto nya yang di ambil Hendra saat Nisa sedang tertidur pulas dengan memamer kan dua gunung kembar menjulang tinggi dan tanpa penutup apa pun.


Tentu saja semua adalah perbuatan Hendra, Hendra yang sudah meleceh kan Nisa kemudian mengambil foto foto Nisa untuk Hendra jadikan tameng mengancam Nisa supaya Nisa takluk kepada nya.

__ADS_1


Hendra tersenyum licik atas kepintaran nya.


"Otak ku memang cerdas, dengan foto foto ini Nisa tidak akan berani macam macam lagi terhadap ku" ucap Hendra bangga.


__ADS_2