Bocil Simpanan Om Om

Bocil Simpanan Om Om
BAB 5 PERTENGKARAN HEBAT II


__ADS_3

Nisa yang mendengar pertengkaran orang tua nya hanya bisa menangis di dalam kamar.


Bu Arum yang mendapat bentakan keras dari pak Ben hanya bisa terdiam. Katakan dengan siapa kau menjodoh kan Nisa? tanya pak Ben.


Dengan seorang laki laki baik yang akan membahagia kan Nisa, jawab Bu Arum. Hei!!! dari mana kau bisa tahu kalau laki laki itu mampu membahagiakan Nisa. Apa kau mengenal nya?? seru pak Ben semakin meradang. Bu Arum terdiam sejenak, Dia berjanji akan datang bersama keluarga nya untuk melamar Nisa. Dan aku yakin kalau Hendra pasti akan menepati janji nya. Jadi dari pada kau marah marah lebih baik kau membujuk Nisa supaya menerima perjodohan ini, ketus Bu Arum.


Apa kau sudah melupakan aku sebagai kepala keluarga? di dalam rumah ini hanya aku yang berhak memutuskan segala sesuatu. Dan perlu kau ketahui, aku tidak setuju dengan perjodohan ini. Tegas pak Ben. Bu Arum yang tidak terima dengan keputusan pak Ben semakin meradang. Kau memang kepala keluarga, tapi kau adalah kepala keluarga yang gagal. Kau sudah gagal dalam membina rumah tangga dengan ku, kau tidak mampu memberikan kebahagiaan untuk ku. Mulai sekarang aku lah yang akan menentukan hidup Nisa. Nisa dan Hendra tetap akan menikah meski atau tanpa izin dari mu. Ucap Bu Arum sambil berlalu pergi.

__ADS_1


Nisa yang mendengar keputusan ibu nya itu hanya bisa pasrah. Sudah tidak ada harapan lagi untuk aku bisa menolak perjodohan ini. Aku tidak menyukai Hendra, tapi ibu tetap kekeh dengan keputusan nya. "Ya Allah, jika memang ini yang terbaik untuk Nisa berikan Nisa keikhlasan hati untuk menerima Hendra. Tapi jika Hendra bukan yang terbaik untuk Nisa, maka bantu lah Nisa untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan ini" doa Nisa di dalam hati.


Keesokan Hari nya, seperti biasa Nisa berangkat ke sekolah pagi pagi, hari ini Nisa ada ulangan pelajaran bahasa Inggris. "tadi malam aku tidak bisa belajar dengan fokus, gara gara terus memikirkan perjodohan ini, aku harus tiba di sekolah sebelum bel berbunyi, agar aku bisa belajar lagi sebelum memulai ulangan nya", ujar Nisa.


Nisa tiba di sekolah lebih awal, belum banyak teman teman sekolah Nisa yang datang. "Ooh, syukur lah, aku tiba lebih awal, jadi aku masih ada waktu untuk belajar lagi", gumam Nisa sambil melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kelas.


"Nisa, kamu baik baik aja kan??" apa kamu ada masalah? tumben kamu gak belajar? Tanya Andi. Nisa menarik nafas panjang sebelum dia menjawab pertanyaan Andi.

__ADS_1


"Aku baik baik saja Andi, terimakasih karena kamu selalu peduli sama aku" ucap Nisa tulus.


Andi tersenyum " Sama sama Nisa, aku akan selalu ada buat kamu, kalau kamu sedang butuh teman curhat" ucap Andi.


Mereka lalu terkekeh bersama.


"Udah Ah, aku mau belajar dulu" ucap Nisa sambil kembali fokus pada buku pelajaran nya.

__ADS_1


Andi hanya memperhatikan Nisa dari tempat duduk nya.


__ADS_2