Bocil Simpanan Om Om

Bocil Simpanan Om Om
BAB 3 PAKSAAN IBU ARUM


__ADS_3

"Nak Hendra, kalau kamu memang serius berniat ingin menikahi Nisa, maka kamu harus datang ke rumah ibu membawa keluarga mu,


Dan satu hal lagi Hendra, Nisa ini masih sekolah dan tahun ini dia akan lulus. Apa kamu mau menunggu sampai Nisa lulus sekolah"?? Tanya Bu Arum serius kepada Hendra.


Hendra yang memang menyukai Nisa tentu saja langsung Antusias dan bersemangat karena mendapat Angin segar dari Bu Arum.

__ADS_1


"saya serius terhadap Nisa, dan saya akan datang membawa keluarga saya ke rumah ibu, Masalah Nisa yang masih sekolah, saya siap menunggu nya sampai lulus bu", Jawab Hendra dengan mantap. Bu Arum tersenyum mendengar keseriusan Hendra.


"Baik lah, kalau begitu kapan kamu mau datang ke rumah ibu untuk melamar Nisa"?? tanya Bu Arum tho the point. Nisa yang mendengar perkataan ibu nya langsung kaget dan membelalak kan mata nya. "Ibu Nisa belum mau menikah, Nisa masih ingin kuliah dan bekerja, Nisa mohon ibu mengerti Nisa dan jangan memaksa Nisa seperti ini", Mohon Nisa kepada Bu Arum. Hendra yang mendengar permohonan Nisa, langsung berkata, "Nisa kalau kamu nanti sudah jadi istri Abang, kamu tidak perlu capek capek kerja cari uang kamu tinggal duduk manis saja di rumah" Ujar Hendra meyakin kan Nisa. Ibu Arum semakin yakin kalau memilih Hendra sebagai calon suami Nisa adalah pilihan yang tepat. "Sudah lah Nisa, ikutin saja semua kata kata ibu, ibu yakin Hendra bakal bahagiain kamu. Ibu sudah putuskan, setelah kamu lulus sekolah, kamu akan langsung menikah dengan Hendra", Ucap Bu Arum kekeh.


"Nisa mulai sekarang kamu harus terbiasa dengan hubungan kita ini, Abang tidak mau kalau Nisa di luaran sana masih gatal dan genit terhadap pria lain", ujar Hendra memperingat kan Nisa. Nisa semakin jengkel mendengar peringatan Hendra itu. "Jangan mengatur hidup ku, kamu bukan siapa siapa ku dan aku bebas melakukan apa pun yang aku mau", Paham!!! kecam Nisa ketus.

__ADS_1


"Nisa.....!!! Jaga bicara mu, tidak sopan kamu berbicara seperti itu terhadap calon suami mu, semua yang Hendra katakan itu benar, dia berhak mengatur hidup mu sekarang karena Hendra adalah calon suami mu Nisa", ujar Bu Arum memperingatkan.


"Tapi Nisa gak mau Bu, Nisa tidak setuju dengan perjodohan ini, Nisa menolak dan sampai kapan pun Nisa tidak akan pernah mau menikah dengan pria ini", Nisa menunjuk Hendra yang saat itu hanya diam sambil memperhatikan perdebatan Nisa dan Bu Arum


PLAAAAKK, sebuah tamparan mendarat di pipi Nisa yang mulus. Pipi yang putih itu langsung berubah warna menjadi kemerahan, terpampang jelas bekas tamparan Bu Arum di pipi Nisa. "Ibu menampar Nisa Hanya demi pria asing ini Bu?? ibu tega melakukan ini kepada Nisa, Nisa ini anak ibu tapi kenapa ibu begitu kejam terhadap Nisa", Nisa berkata sambil terbata bata karena menahan dada nya yang terasa semakin sesak menahan tangis.

__ADS_1


__ADS_2