Bocil Simpanan Om Om

Bocil Simpanan Om Om
BAB 23


__ADS_3

"Hendra!!!! Apa benar yang di katakan wanita ini bahwa kau adalah tunangan nya?"


Aira berjalan mendekati Hendra sambil menatap tajam ke arah Hendra. Aira masih berfikir kalau Nisa hanya membual tentang pertunangan itu.


"Kenapa kau tidak menjelaskan tentang hubungan kita kepada kekasih mu itu TUNANGAN KU?"


Nisa sengaja menekan kata TUNANGAN KU untuk memanas manasi Aira.


"Yang Nisa katakan benar Aira, kami sudah bertunangan" jawab Hendra lirih.


"Kau nampak terpaksa mengatakan nya sayang, apa kau keberatan kalau kekasih mu ini tahu tentang hubungan kita yang sebenar nya?" Sindir Nisa sambil menatap tajam ke arah Hendra.


"Nisaa.. bukan begitu, jangan salah paham dulu" Hendra berusaha membujuk Nisa.


"Ciiiihh!!!! Salah paham apa nya Hendra, Aku bahkan tidak peduli sama sekali dengan kalian".


Nisa kembali duduk menghabiskan makanan nya.


Sedangkan Aira yang sedari tadi diam karena Syok dengan kebenaran tentang hubungan Nisa dengan Hendra, mulai mendekati Hendra.


"Kau Sudah ingkar Janji Hendra, kau janji akan menikahi ku setelah kau menikmati tubuh ku ini" Mata Aira mulai berkaca kaca sambil menatap Hendra.


Hendra bingung dengan situasi ini.


"Sungguh malang sekali kau Aira, Kau mengatai ku seonggok kotoran sapi, lalu lihat lah diri mu Aira, kau bagaikan Tebu,Habis Manis Sepah Di Buang" Ejek Nisa sambil tertawa.

__ADS_1


"Semua ini karena kau Wanita Sialan" umpat Aira geram.


Nisa tidak memperdulikan Aira, Nisa berjalan santai keluar kamar setelah menghabis kan semua makanan nya.


Aira berteriak melihat Nisa yang berani mengacuhkan nya.


Nisa pergi ke recepsionis.


"Ada yang bisa saya bantu nona?"


"Saya butuh satu kamar kosong, Ada???"


"Ada nona, ini kunci nya, Silahkan!! saya antar nona ke kamar nona" ucap wanita itu dengan ramah.


Nisa tersenyum.


Setelah menerima kunci, Nisa langsung menuju kamar nya yang baru. Di jalan Nisa bertemu dengan Aira yang berjalan menuju ke meja kerja nya.


Aira menatap Nisa dengan tajam serta melemparkan tatapan penuh permusuhan.


Nisa hanya tersenyum mengejek.


Aira semakin geram melihat tingkah Nisa.


Sementara Hendra merasa frustasi.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin aku bisa melupakan keberadaan Nisa di sini, ini bukan yang aku inginkan" ujar Hendra sambil mengacak acak rambut nya.


Hendra teringat bahwa tadi dia bermain dengan Aira tanpa menggunakan pengaman.


"Sialll!!! bagaimana mungkin aku bisa seceroboh ini" Hendra terus saja merutuki diri nya yang bodoh.


Aira sudah kembali ke meja recepsionis, Aira masih sangat kesal terhadap Nisa.


"Aku akan cari cara untuk menghancur kan gadis sialan itu" gumam Aira di dalam hati.


Nisa sudah sampai di kamar nya yang baru, Nisa merebahkan diri di kasur.


Nisa menerawang kembali semua kejadian yang telah ia alami.


Nisa tersenyum getir, "Entah dosa apa yang sudah ku lakukan, sampai takdir seperti ini yang harus aku terima" mata Nisa sudah berkaca kaca sambil menatap langit langit hotel.


Nisa mengingat kembali kejadian yang telah terjadi, Nisa sadar akan sesuatu.


"Brengsek!!! Jangan jangan Hendra telah melakukan sesuatu kepada ku.


"Aku harus mencari tahu sendiri, aku akan mencari bukti yang lebih banyak supaya aku bisa terlepas dari Hendra" gumam Nisa di dalam hati.


Hati nya berdenyut bila ingat bagaimana menjijik kan nya Hendra dan Aira yang berbuat mesum tanpa ada ikatan apa pun.


Bahkan keberadaan Nisa pun di lupakan oleh Hendra begitu saja.

__ADS_1


Nisa tersenyum getir sambil menggigit bibir bawah nya sampai terasa nyeri.


__ADS_2