
Sebelum pergi dari rumah, Nisa berpamitan kepada kedua orang tua nya.
"Nak Hendra, tolong jaga Nisa! ibu mempercaya kan semua tanggung jawab Nisa kepada mu" ujar Bu Arum.
"Ibu tidak perlu khawatir, saya akan menjaga Nisa dengan sangat baik buk, Saya akan pastikan kalau Nisa akan sangat nyaman bersama saya" ucap Hendra dengan sangat percaya diri.
Nisa yang mendengar nya hanya mendengus kesal.
"Akan ku pastikan kau akan menyesal karena sudah mengajak ku Hendra" bathin Nisa.
"Nisa, kau harus patuh dengan semua yang Hendra katakan, ingat jangan membantah kata kata nya!! belajar lah untuk lebih menghargai calon suami mu Nisa" ujar Bu Arum.
"Ciiih!!! Calon suami dalam dunia halu" cibir Nisa di dalam hati.
"Nisa apa kamu mendengar ibu?" Bu Arum kembali bertanya karena melihat Nisa hanya diam saja.
"Nisa dengar buk" jawab Nisa.
"Bagus.Sekarang kalian berangkat lah, hati hati di jalan, dan jangan lupa untuk mengabari ibu kalau kalian sudah sampai" ucap Bu Arum.
Hendra membuka kan pintu mobil untuk Nisa.
"Aku mau duduk di belakang saja" ucap Nisa ketus.
"Kamu akan duduk di depan bersama ku Nisa" kekeh Hendra.
Nisa dengan terpaksa duduk di depan bersama Hendra. Hendra mulai menjalan kan mobil dan pergi membawa Nisa.
__ADS_1
Sementara itu di dalam mobil tidak ada percakapan apa pun antara Nisa dengan Hendra. Nisa masih setia menatap ke luar jendela sambil menatap setiap jalanan yang mereka lewati.
"Nis..." Hendra mencoba memecah keheningan itu sambil satu tangan nya menyentuh tangan Nisa.
Nisa yang kaget langsung reflek memukul tangan Hendra.
"Gak usah cari kesempatan dalam kesempitan!!!, lebih baik fokus saja menyetir, aku belum mau mati konyol dengan kecerobohan mu" maki Nisa.
Hendra yang mendengar makian Nisa bukan nya marah, Hendra malah tertawa.
"kenapa kau tertawa? ada yg lucu?"
"kau sangat lucu Nisa, bahkan kau sangat menggemaskan dan rasa nya aku sangat ingin mencubit pipi mu itu" goda Hendra.
membuat Nisa semakin mendengus kesal.
"Aku haus, tolong berenti sebentar di depan supermarket" ujar Nisa.
ketika Nisa hendak membuka pintu, Hendra langsung menarik tangan Nisa.
"kau tunggu saja di dalam mobil sayang, aku akan membelikan minuman dan cemilan untuk mu" ujar Hendra dan Nisa menurut saja.
"Good girl" bathin Hendra.
Hendra segera masuk ke dalam supermarket dan membeli beberapa botol minuman dingin dan segar, Hendra juga membeli beberapa cemilan dan roti.
Sebelum kembali ke mobil, Hendra memasuk kan obat perangsang ke minuman Nisa. Hendra tersenyum licik.
__ADS_1
"Ini sayang, minuman untuk mu, segera lah minum biar kamu tidak kehausan lagi" ucap Hendra.
Nisa menerima minuman dari Hendra itu dan segera meminum nya.
"Terimakasih" ucap Nisa.
"Sama sama Sayang" balas Hendra.
Hendra kembali melajukan mobil nya, sambil sesekali melirik Nisa. Sedangkan Nisa merasakan sesuatu yang aneh dalam diri nya.
Entah apa yang terjadi, tapi Nisa benar benar merasa sangat kepanasan dan gerah. Hendra yang melihat itu tersenyum penuh kemenangan.
"Bagus obat nya sudah mulai bekerja" bathin Hendra.
"Hendra tidak bisa kah kau menambah kan volume AC nya, aku merasa sangat gerah" ucap Nisa sambil mengibas ngibaskan rambut nya.
"ini sudah aku tambahkan sayang, bahkan aku merasa sangat kedinginan" ujar Hendra pura pura mengeluh.
Nisa benar benar frustasi, dia sudah tidak tahan lagi, jadi Nisa membuka baju jaket yang dia kenakan sehingga Nisa sekarang hanya mengenakan baju kaos T-shirt berwarna pink.
"Sialll!!! kenapa ini gerah sekali, sebenar nya aku kenapa" bathin Nisa.
Hendra membelok kan mobil ke basement hotel.
"Ayok sayang, kita sudah sampai" ucap Hendra.
Nisa yang dari tadi merasa sangat panas dan gerah terkejut, Nisa bahkan tidak menyadari kalau mereka sudah sampai di hotel.
__ADS_1
"kenapa kita ke hotel?" tanya Nisa.
"kita memang akan tinggal di hotel sayang untuk sementara waktu, aku belum sempat mencari kontrakan" Alasan Hendra.