Bocil Simpanan Om Om

Bocil Simpanan Om Om
BAB 9 DI BULLY


__ADS_3

Nisa menangis di dalam toilet kamar mandi, Nisa benar benar kacau. Dia sudah berusaha membersihkan diri, namun bau nya itu tidak mau hilang dan semakin menyengat Indra penciuman.


Nisa benar benar prustasi. setelah puas menangis di dalam kamar mandi Nisa akhir nya memutuskan untuk keluar dan berniat untuk segera pulang.


Di tengah perjalanan Nisa berpas pasan dengan Andi, Andi benar benar terkejut melihat keadaan Nisa yang begitu memprihatinkan itu.


Andi segera mendekati Nisa " Nis apa yang terjadi? kenapa kamu bisa jadi begini" tanya Andi dengan perasaan cemas.


Nisa hanya diam sambil terus menitik kan air mata. Tatapan nya kosong dan pikiran nya sedang kacau.


"Nisa.. jawab nis, kamu kenapa?" tanya Andi sambil menggoncang tubuh Nisa supaya Nisa mau menjawab pertanyaan nya.


Nisa menatap Andi dengan tatapan nyalang.


"aku gak papa ndi, lebih baik sekarang kamu gak usah lagi peduli sama aku dan gak usah lagi dekat dekat sama aku", ucap Nisa lirih.


Andi yang mendengar ucapan Nisa bagaikan tersengat listrik, perasaan nya menjadi sedih dan cemas.


" tapi kenapa nis? apa salah ku pada mu? kenapa kamu jadi berubah begini? bukan nya kamu sendiri yang bilang kalau kita bisa berteman walaupun kamu sudah menolak cinta ku", banyak nya pertanyaan Andi itu semakin membuat Nisa pusing.

__ADS_1


"sorry Andi, aku gak mau bahas ini, aku mau pulang, jadi tolong biarkan aku lewat" ucap Nisa. Ketika Nisa hendak pergi melewati Andi, tiba tiba Andi menarik tangan nisa, sehingga Nisa kaget dan jatuh menimpa Andi.


Pemandangan itu tentu saja menjadi tontonan para siswa yang lain dan tentu nya tidak luput dari pengawasan Nia.


Nia semakin cemburu dan tersulut emosi melihat kejadian itu.


"BRENGSEK LOE NISA, RUPA NYA LOE BELUM KAPOK JUGA DENGAN KEJADIAN DI TAMAN TADI" GUMAM NIA KESAL.


Nisa segera bangkit dan merapikan buku buku nya yang berserakan di lantai. Andi sedang berusaha mengatur detak jantung nya yang berdetak tidak beraturan.


Setelah selesai merapikan buku buku nya yang berserakan di lantai, Nisa segera bergegas pergi dari hadapan Andi, dia tidak ingin kejadian tadi akan membuat diri nya semakin di hina dan di bully satu sekolahan.


Nia sudah menyusun strategi untuk mempermalukan Nisa sehingga Nisa tidak akan berani lagi mendekati Andi.


Ketika Nisa akan melewati beberapa siswa yang memang seperti sedang menghadang nya, tiba tiba ada yang ngomong


"HELLO GUYS, LIHAT NIH PELAKOR MAU LEWAT, KALIAN HARUS HATI HATI DENGAN PACAR KALIAN YAA GUYS, JANGAN SAMPAI DI AMBIL SAMA NISA SI PELAKOR INI".


Nisa udah sangat Familiar dengan suara itu, yaa dia adalah Nia. Nia tersenyum mengejek ke arah Nisa. Para siswa yang lain pun ikut terprovokasi dengan omongan Nia. Mereka jadi ikut ikutan membully Nisa.

__ADS_1


"HUUU... DASAR PELAKOR GAK TAHU MALU, LOE PASTI AKAN MENDAPAT KAN KARMA DARI PERBUATAN LOE, LUAR NYA AJA KALEM PADAHAL DALAM NYA LOE GAK LEBIH DARI SAMPAH DI JALANAN". Ucap para siswa yang lain yang ikut membully Nisa.


Nia tersenyum puas. "Yess akhir nya usaha gue gak sia sia, Nisa pasti bakal malu seumur hidup" bathin Nia tersenyum penuh kemenangan.


Nisa hanya bisa menunduk dan menitik kan air mata, dia sudah tidak ingin lagi berdebat dengan siapa pun.


"Hey pelakor, kenapa loe diam aja? loe gak bisa cari pembelaan yaa" sindir Nia.


"Ehhh guys gue juga yakin kalau Nisa ini udah gak virgin, dia pasti udah di pakai banyak lelaki yang gak jelas".


"HUUUU.. MURAHAN"


"PELAKOR"


"WANITA GAK BENAR"


"JANGAN JANGAN DIA JUGA JADI SIMPANAN OM OM"


Semua hinaan itu terlontar dari mulut para siswa yang ikut membully Nisa, bahkan sebagian dari mereka ada yang melempari Nisa dengan kertas.

__ADS_1


__ADS_2