
Nisa tidak bisa berbuat apa apa, tubuh nya terlalu kecil untuk melawan Hendra yang sedang menindih tubuh nya.
ingin teriak pun tidak bisa, karena mulut Nisa di bungkam Hendra dengan tangan nya.
Nisa masih berusaha melawan dan mempertahan kan kesucian nya, tapi Hendra semakin brutal dan ganas memperlakukan nya.
Hendra bahkan mengikat tangan dan kaki Nisa dengan tali, dan menutup mulut Nisa dengan sapu tangan milik nya. menurut Hendra ini akan lebih menarik dan menantang untuk Hendra.
Sementara Nisa terus menangis dan sangat ketakutan.
"Lepaskan aku! aku mohon, jangan lakukan ini pada ku" teriak Nisa dengan menghiba.
Tapi tentu saja Hendra tidak mendengar nya karena mulut Nisa di tutup dengan sapu tangan.
Hendra membuka tengtop Nisa dan melempar nya ke sembarang arah. Nisa semakin menangis dan berusaha menutup dua bukit kembar nya tapi usaha Nisa sia sia, karena tangan Nisa terikat.
Hendra semakin tertantang melihat Nisa yang memberontak minta untuk di lepaskan. Bagi Hendra Nisa terlihat sangat Sexy dan menggoda.
Hendra mendekat ke wajah Nisa dan membelai pipi Nisa dengan lembut. Tapi Nisa memalingkan wajah nya. Nisa benar benar jijik dan sangat benci kepada Hendra.
Hendra menampar Nisa dengan sangat keras, Hendra tersinggung mendapat penolakan dari Nisa dan bahkan Hendra mencekik leher Nisa sampai Nisa hampir kehabisan nafas.
Hendra membuka tutup mulut Nisa, dan kesempatan itu Nisa gunakan untuk berteriak meminta pertolongan, berharap orang tua nya akan datang menolong nya.
Tapi sial, rencana Nisa sudah di ketahui Hendra sebelum Nisa berhasil teriak, mulut Nisa sudah di ***** dengan buas oleh Hendra.
Nisa berusaha menolak, tapi Hendra semakin brutal ******* dan sesekali menggigit bibir kenyal Nisa hingga berdarah.
__ADS_1
Nisa hampir pingsan karena kehabisan nafas, Hendra melepaskan ciuman nya setelah melihat Nisa tidak lagi melakukan perlawanan.
"Ayolah sayang, tidak perlu jual mahal, aku ini juga nanti akan jadi suami mu, jadi kenapa kau takut? hemm".
"Aku tidak pernah menyukai mu apalagi mencintai mu, jadi jangan terlalu berharap pada ku, apa yang kau lakukan sekarang ini hanya akan membuat aku semakin membenci mu", ucap Nisa ketus.
"Oh sayang, kau terlalu menggoda, jadi aku tidak bisa menahan nafsu ku untuk tidak mencumbu mu, ayolah sayang aku akan memberikan mu kenikmatan surga dunia", ucap Hendra sambil tersenyum licik.
"Jangan lakukan itu padaku, aku mohon, tolong lepaskan aku, tolong kasihani lah aku", Nisa memohon sambil menangis.
Hendra sama sekali tidak menghiraukan permohonan Nisa, dia malah fokus dengan dua bukit kembar yang menjulang tinggi itu.
Tanpa aba aba Hendra langsung menubruk tubuh Nisa yang terikat kaki dan tangan nya tapi sudah telanjang dada.
"oh sayang, kenapa bukit ini sangat indah sekali, aku sangat menyukai nya, ini sungguh nikmat sayang", bisik Hendra di telinga Nisa.
Hendra yang melihat Nisa sudah mulai tidak ada perlawanan, segera melancarkan aksi nya.
Hendra mencium bibir Nisa dengan lembut, ciuman itu lalu turun ke leher dan naik ke telinga.
Hendra menurunkan ciuman nya tepat di bukit kembar kesukaan nya. Hendra menoleh ke arah Nisa untuk melihat expresi Nisa, Nisa memejamkan mata nya sambil menggigit bibir bawah nya.
Hendra menyusu dengan rakus bagaikan bayi yang kehausan, menjilat, menghisap, dan memainkan ****** nya yang semakin mengeras dan menegang itu.
Hendra lalu menurun kan ciuman nya ke area bawah yang menjadi titik utama puncak kenikmatan. Nisa yang menyadari itu langsung menendang Hendra hingga jatuh terjungkal.
Hendra yang mendapat serangan tiba tiba itu sangat kaget.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin Nisa bisa dengan mudah nya melepaskan ikatan tangan dan kaki nya" gumam Hendra.
Sementara Hendra masih kebingungan dan bertanya tanya bagaimana Nisa bisa lepas dari ikatan nya, kesempatan itu Nisa gunakan untuk mengenakan baju dan celana nya secepat mungkin, lalu Nisa berniat berlari keluar dari kamar.
Hendra yang menyadari Nisa yang ingin kabur segera mencekal pergelangan Nisa.
"Oh SHITT!!!, bagaimana mungkin ini bisa terjadi? kau sudah menipu ku Nisa", geram Hendra sambil mencekal tangan Nisa lebih erat lagi.
Nisa yang merasakan tangan nya semakin di cekal erat oleh Hendra, tanpa aba aba Nisa langsung melayangkan sebuah bogem ke arah perut Hendra, Nisa juga memberikan hadiah satu sikutan di ulu hati Hendra.
"SHIITTT!!! BRENGSEK KAU NISA, AKU AKAN MEMBUAT MU HANCUR SEHANCUR HANCUR NYA" Umpat Hendra sambil memegangi perut nya yang terkena bogem dari Nisa.
Nisa sudah berlari keluar dari kamar nya, Nisa bingung harus pergi kemana.
"Aku tidak mungkin membangunkan ibu dan bapak, mereka pasti tidak akan percaya pada ku" gumam Nisa frustasi.
Nisa akhir nya memutuskan untuk bersembunyi di dalam gudang, Nisa yakin Hendra akan mencari nya untuk balas dendam.
Hendra keluar dari kamar Nisa dan mencari Nisa. " Dimana kau sembunyi brengsek? aku akan menemukan mu dan aku akan menghancurkan masa depan mu" umpat Hendra.
Nisa yang mendengar ancaman Hendra itu jadi bergidik dan ngeri, Nisa semakin menyembunyikan diri nya di balik tumpukan kotak bekas, beruntung Nisa sudah mengunci pintu gudang itu sebelum Hendra sampai di sana.
Sedangkan Hendra, dia tidak menyadari kalau saat ini dia sedang berdiri di depan sebuah gudang.
Emosi nya membuat diri nya kehilangan akal sehat dan tidak bisa berfikir jernih lagi.
Nisa merasakan sakit yang luar biasa dari peristiwa yang baru saja menimpa nya, Nisa menangis tersedu sedu meratapi nasib nya.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan kau melecehkan ku untuk kedua kali nya lagi Hendra" Geram Nisa sambil mengepal kan kedua tangan nya.