
Mata Nisa berkaca kaca ketika dia menjawab pernyataan perasaan Andi. Nisa tahu Andi adalah pria yang baik dan juga perhatian. Andi lah yang selama ini selalu care sama Nisa.
Nisa merasa bersalah dan tidak enak hati sama Andi, tapi mau bagaimana lagi Nisa tidak mungkin menerima cinta Andi, sedangkan dia sudah di jodohkan oleh ibu nya dan sudah di peringatkan untuk tidak macam macam.
"Andi maafin aku ya, aku harap kamu gak marah dan masih mau berteman sama aku", gumam Nisa lirih.
Andi yang sudah mendapat jawaban dari pernyataan cinta nya terhadap Nisa hanya bisa tersenyum.
"Aku gak papa nis, kalau kamu menolak ku aku bisa apa? tidak mungkin aku memaksakan keinginan ku", ucap Andi.
"apa kamu sudah memiliki pacar nis?" tanya Andi lagi. Andi belum puas dengan jawaban Nisa, dan Andi ingin tahu apa alasan Nisa menolak cinta nya.
Nisa menghela nafas dalam dalam sebelum menjawab pertanyaan Andi.
"Aku tidak memiliki pacar Andi, tapi orang tua ku melarang keras untuk tidak berpacaran sebelum aku lulus sekolah". Bohong Nisa.
__ADS_1
"Baik lah nis, kalau begitu kita berteman saja, maafkan aku karena sudah lancang menaruh hati pada mu", ucap Andi.
Nisa tersenyum, "tidak apa apa ndi, semua orang memiliki hak untuk jatuh cinta dan aku tidak bisa melarang siapa pun untuk jatuh cinta termasuk kamu", kata Nisa.
Tanpa Nisa dan Andi sadari dari tadi ada yang menguping pembicaraan mereka.
Yaa Nia menguping pembicaraan Andi dan Nisa. Nia semakin kesal dan benci sama Nisa, karena Andi adalah laki laki yang dulu pernah jadi kekasih Nia. Mereka putus karena Nia selingkuh.
Nia tidak rela jika Andi pacaran dengan Nisa, karena Nia berniat untuk balikan dengan Andi lagi.
"awas aja loe Nisa, gue bakal bikin perhitungan sama loe" gumam Nia sambil mengepal kan kedua tangan nya.
Nisa membereskan buku buku nya, dan berniat untuk pergi ke taman di belakang sekolah. Ketika Nisa mau melewati pintu, tiba tiba kaki nya tersandung sesuatu dan BRUUUUK, Nisa terjatuh.
"Opsss, sorry gue gak sengaja", ucap Nia sambil tertawa terkekeh. Nisa mencoba bangun namun lutut nya terluka karena dia terjatuh lumayan keras, sehingga membuat lutut nya jadi lecet dan berdarah.
__ADS_1
"pasti sakit yaa? kasihan!! maka nya loe jangan sok berani sama gue, ini akibat karena loe udah kegatelan dan berani dekatin Andi". Ucap Nia sambil mengejek dan mengancam.
"aku sama Andi cuma berteman nia, tidak lebih", ucap Nisa menjelaskan kepada Nia.
"Heh!!! Loe pikir gue bodoh!! gue udah tau semua nya Nisa, Andi menyatakan perasaan nya sama loe kan, gue dengar dan lihat dengan mata kepala gue sendiri, jadi loe gak usah cari pembelaan lagi", ucap Nia dengan dada naik turun karena menahan emosi.
Nisa kaget karena Nia mengetahui semua nya. "apa tadi kamu menguping pembicaraan ku sama Andi Nia?" tebak Nisa.
"kalau iya kenapa? loe keberatan? kalau gue tidak nguping pembicaraan kalian gue gak akan tahu sifat busuk loe", ejek nia sambil tersenyum sinis.
"tapi kamu tahu sendiri, aku tidak menerima cinta Andi, jadi sekarang apa masalah mu?" ucap Nisa tanpa rasa takut sedikit pun.
Melihat keberanian Nisa membuat Nia semakin terbakar emosi.
__ADS_1
"KAUUU!!!
"Jangan berteriak seperti orang yang tidak waras, ini sekolah bukan tempat karaoke". Ucap Nisa sambil berlalu pergi dari hadapan Nia yang masih mematung di tempat nya.