Bocil Simpanan Om Om

Bocil Simpanan Om Om
BAB 24


__ADS_3

Nisa merasa benar benar tidak bisa berpikir dengan jernih atas semua yang terjadi, Dan Akhir nya Nisa tertidur di atas ranjang karena sudah terlalu lelah berpikir.


Sementara Hendra mulai merasa gelisah karena Nisa sejak tadi belum juga kembali.


"Kemana Nisa pergi? kenapa dia belum juga kembali?" gumam Hendra.


Hendra memutuskan untuk mencari Nisa, Hendra mengunci pintu kamar hotel, kemudian berjalan menuju lobby hotel.


Ketika Hendra melewati meja recepsionis, Hendra melihat Aira yang sedang mengobrol dengan teman sebelah nya.


Hendra kemudian menghampiri Aira, yang juga sedang menatap nya.


"Raa.. apa kamu melihat Nisa?" tanya Hendra.


Bukan nya menjawab pertanyaan Hendra, Aira malah membuang muka dengan wajah kesal.


Hendra menarik nafas kasar.


Teman Aira yang melihat sikap Aira, lalu menjawab pertanyaan Hendra karena merasa tidak enak hati atas perlakuan Aira.


"Nona itu ada di kamar 210 tuan, tadi nona itu meminta kunci kamar yang kosong" jawab teman Aira dengan ramah dan sopan.


"Terimakasih" ucap Hendra sambil segera bergegas menuju kamar 210.

__ADS_1


"kamu ngapain sih bersikap seperti itu raa?" tanya Mira teman Aira.


"Kamu juga, Ngapain ngasih tau Hendra kamar wanita sialan itu" decak Aira kesal.


"Aira bersikap lah profesional, kita ini sedang bekerja, jadi seharus nya kamu bisa bersikap lebih baik lagi" Ucap Mira mengingat kan Aira.


Aira hanya mendelik kesal.


Hendra membuka kamar 210 dan melihat Nisa yang sedang tertidur dengan mata yang agak sembab.


Hendra duduk d sofa sambil memandangi Nisa yang sedang tertidur.


Tapi Nisa yang baru tertidur langsung terbangun karena mendengar suara langkah kaki Hendra.


"Mau ngapain lagi kamu kesini?" ucap Nisa datar.


"Nisa, Maafkan Aku!! Aku menyesal Nisa, Aku khilaf" ucap Hendra berharap Nisa akan percaya lagi pada nya.


Nisa hanya tersenyum kecut.


"Sudah lah Hendra, aku tidak mau berdebat dengan mu, lebih baik kamu kembali saja ke kamar mu".


"Nisa, Ayo lah!!! Aku bahkan sudah meminta maaf pada mu, kenapa kau masih bersikap dingin pada ku" ucap Hendra.

__ADS_1


Nisa berbalik dan menatap Hendra, terlihat gurat kebencian dari mata Nisa.


"Aku tidak peduli apa yang mau kamu lakukan, tapi tidak bisakah kamu menghargai keberadaan ku, HAH!!!"


"Kalian bercinta di kamar yang jelas jelas ada aku sedang tertidur, apa kamu BUTA???"


"Aku ada disini juga karena mengikuti kemauan mu, tapi ini yang kamu lakukan pada ku Hendra!!!"


"Aku bahkan sudah tidak Sudi lagi melihat mu, Jadi lebih baik kita batalkan saja pertunangan ini, kamu bisa hidup bahagia dengan wanita murahan mu itu"


Nisa meluapkan semua emosi nya di hadapan Hendra. Sementara Hendra cuma bisa mematung mendengar semua yg Nisa katakan.


"Nisa, Aku mohon jangan lakukan ini" Hendra memohon kepada Nisa.


"Aku tidak peduli dengan Air mata buaya mu itu Hendra" ucap Nisa ketus.


"Aku sungguh sungguh Nisa, aku janji tidak akan mengulangi kesalahan ku ini lagi" ucap Hendra masih dengan memohon kepada Nisa.


Nisa menahan air mata nya yang sudah mulai terasa panas di kelopak mata nya.


"Aku tidak pernah meminta mu untuk melamar ku Hendra, bahkan aku tidak berharap di lamar karena aku masih ingin meneruskan pendidikan ku" Nisa menghentikan ucapan nya.


"Tapi karena ibu yang selalu memaksa ku, aku tidak punya pilihan lain selain menerima mu sebagai calon suami ku, aku meninggal kan pendidikan ku yang sudah hampir selesai karena mengikuti mu kesini".

__ADS_1


"Seharus nya kamu tidak perlu membohongi ku seperti ini, kamu sudah punya kekasih, untuk apa lagi kamu ingin menikahi ku?" suara Nisa terdengar semakin lirih.


__ADS_2