Bocil Simpanan Om Om

Bocil Simpanan Om Om
BAB 12 KEDATANGAN HENDRA


__ADS_3

Nisa masuk ke dalam kamar nya, dia mengganti seragam sekolah nya dengan baju kaos lengan pendek. Nisa duduk di tepi ranjang sambil membuka kaos kaki yang sudah berubah warna itu, "darah nya sudah kering" gumam Nisa sambil membuka pelan pelan kaos kaki nya. "Awww... sakit sekali" kaos kaki Nisa lengket di kaki Nisa yang terluka, Nisa membuka nya dengan pelan sambil meringis.


setelah kaos kaki itu bisa di lepas kan, Nisa langsung mengambil kotak obat untuk mengobati luka nya agar tidak infeksi.


Nisa mencuci luka nya dengan air hangat, pelan pelan tapi pasti.


Rasa perih mulai menjalar ke tubuh Nisa, sentuhan air dan kain kasa itu menimbulkan rasa perih yang mampu membuat Nisa menggigit bibir bawah nya.


Tiba tiba pintu kamar Nisa di ketok, dan muncul lah Bu Arum. "Nisa nanti malam Hendra akan datang kesini bersama keluarga nya, kamu harus siap siap, jangan sampai kejadian di sekolah mu tadi sampai di ketahui hendra" ucap Bu Arum.


Nisa hanya diam saja, bahkan Nisa cuek dengan apa yang di katakan Bu Arum, dia masih membersihkan luka nya.


Bu Arum yang melihat Nisa hanya diam saja menjadi kesal dan emosi.


BRAAAKKKK kotak obat itu sudah terjatuh berserakan di lantai karena di banting Bu Arum.


Nisa yang asyik membersihkan luka nya jadi terkejut dan memandang ibu nya.

__ADS_1


"apa yang ibu lakukan?" tanya Nisa.


"ini akibat kalau kamu berani menentang ibu" jawab Bu arum.


"Bu apakah kamu tidak melihat apa yang sedang ku lakukan? bahkan ibu tidak bertanya bagaimana keadaan ku? apa ibu memang sudah tidak peduli lagi sama Nisa?" ucap Nisa mulai terisak.


"luka mu itu hanya luka kecil Nisa, jadi kamu tidak usah terlalu manja, lagian itu semua juga karena salah mu yang tidak berhati hati dalam berkendara, jadi terima saja konsekuensi nya" ujar Bu Arum sambil keluar dari kamar Nisa.


Bu Arum bahkan sama sekali tidak berniat untuk melihat luka dan memar di tubuh Nisa.


Nisa yang mendengar jawaban ibu nya semakin terisak. Hati nya bagaikan di tusuk pedang beracun tepat di jantung nya.


Malam pun tiba, Nisa sedang belajar di dalam kamar nya, bahkan sejak kejadian tadi Nisa belum ada keluar dari kamar nya, perut nya yang keroncongan dan terasa perih karena menahan lapar hanya Nisa ganjal dengan memakan 2 bungkus roti yang tadi sempat dia beli sebelum sampai di rumah.


"walau hanya memakan 2 bungkus roti itu tidak akan menjadi masalah, toh aku juga tidak akan mati" gumam Nisa.


Bu Arum membuka pintu kamar Nisa,

__ADS_1


"Nisa cepat kamu dandan dan ganti baju, Hendra sudah datang beserta keluarga nya" ucap Bu Arum penuh semangat.


Nisa memutar bola malas sebelum kemudian dia beranjak ke lemari pakaian.


sedangkan Bu Arum sudah keluar dari kamar Nisa.


"ngapain sih si tua Bangka itu pakai acara datang kemari!!! sudah tahu aku tidak suka dan tidak mau, dia malah datang membawa keluarga nya, SHITTTT!!!" Umpat Nisa.


Sementara itu di bawah, terjadi ketegangan antara Bu Arum dengan pak Ben.


"berani sekali kamu mengundang orang asing masuk ke dalam rumah ini!!!" ucap pak Ben dengan mata yang menatap tajam kepada Bu Arum.


"Turunkan nada bicara mu itu Ben, kau tidak perlu membentak ku, karena itu tidak akan merubah semua nya, lebih baik sekarang kamu temui calon menantu mu itu". Ujar Bu Arum.


Belum sempat pak Ben melangkah kan kaki nya, tiba tiba Hendra sudah masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum pak" sapa Hendra dengan ramah dan sopan.

__ADS_1


"Waalaikum salam" jawab pak Ben dengan dingin.


"Silahkan masuk"


__ADS_2