
Bu Arum uring uringan dan terus mengomel.
"kemana saja anak itu sampai sore begini belum juga pulang. Awas saja kalau dia berani berulah dan macam macam". Gumam Bu Arum kesal. Baru saja Bu Arum mau masuk ke dalam rumah, tiba tiba terdengar suara motor. Bu Arum menoleh untuk melihat siapa yang datang. "Akhir nya pulang juga anak itu, lihat saja apa yang akan ku lakukan kalau dia sampai berani macam macam" ujar Bu Arum geram.
"Nisa dari mana aja kamu? jam segini baru pulang, teman teman sekolah mu semua udah pada pulang dari jam 14.00 wib tadi, kamu dari mana hah!!!!" bentak Bu Arum.
Nisa bahkan belum masuk ke dalam rumah tapi sudah di sambut dengan kemarahan Bu Arum.
"Maaf Bu, Nisa salah" hanya itu yang mampu Nisa ucapkan.
Bu Arum tidak puas dengan jawaban Nisa, sambil menjambak rambut Nisa "kamu dari mana? kenapa jam segini baru pulang?" Bu Arum semakin menjambak kuat rambut Nisa.
Nisa yang merasakan panas di kulit kepala nya hanya bisa meringis. Air mata nya mulai menitik.
"Bu tidak kah ibu melihat badan Nisa luka luka? dan bahkan kaos kaki putih ini sudah berubah warna menjadi merah. Nisa habis jatuh dari motor Bu" ucap Nisa sambil menunjuk kan kaos kaki putih nya yang sudah berubah warna menjadi merah.
Bu Arum melirik kaos kaki Nisa yang memang sudah ternoda dengan darah segar.
__ADS_1
"tapi kenapa kamu lama sekali baru pulang? kamu pasti sudah macam macam di luaran sana". tuduh Bu Arum.
Nisa menarik nafas panjang, sebelum menjawab pertanyaan Bu Arum.
"Nisa tadi pingsan di sekolah Bu, maka nya terlambat pulang", jawab Nisa jujur. Nisa tahu berbohong pun tidak ada guna nya karena Bu Arum akan terus mendesak nya untuk jujur.
Bu Arum terbelalak mendengar jawaban Nisa.
"Apaaa!!!! PINGSAN!!!"
"iya Bu" jawab Nisa sambil menunduk.
"kenapa kamu bisa pingsan? sebenar nya apa yang terjadi?" nafas Bu Arum sudah ngos ngosan seperti orang yang sedang di kejar anjing.
"Nisa di bully di sekolah Bu" jawab Nisa pelan.
"kenapa kamu di bully? apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Bu Arum semakin emosi.
__ADS_1
"semua karena salah paham Bu, Nia mengira Nisa sudah merebut pacar nya Andi, padahal Nisa dan Andi hanya berteman dan tidak lebih. karena itu lah akhir nya Nia dan teman teman nya membully Nisa". jawab Nisa jujur apa ada nya.
Bu Arum bukan nya kasihan dengan apa yang baru saja terjadi dengan anak nya dia malah tersenyum.
"Nisa kamu itu harus sadar diri, kamu itu anak orang miskin, jangan sekali kali kamu berurusan dengan anak orang orang kaya, apa lagi kalau kamu sampai berani macam macam di luar sana". Ancam Bu Arum penuh penekanan.
"Nisa tidak macam macam Bu, semua ini hanya kesalah pahaman" jawab Nisa.
"ibu tidak mau tahu, ini adalah pelajaran buat kamu, dan kamu harus ingat kamu itu sudah memiliki calon dan sebentar lagi kalian akan bertunangan, jadi pandai lah kami dalam bersikap".
Nisa terdiam sambil menunduk, hati nya begitu perih jika mengingat perjodohan ini.
"Bahkan aku tidak pernah menginginkan nya", ujar Nisa lirih tapi masih mampu di dengar oleh Bu Arum.
"NISAAA!!!! KEPUTUSAN INI SUDAH BULAT JADI KAMU TIDAK AKAN BISA MENOLAK NYA LAGI" Teriak Bu Arum.
Nisa tidak menghiraukan teriakan ibu nya, dia berlalu dari hadapan ibu nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1