Bocil Simpanan Om Om

Bocil Simpanan Om Om
BAB 17 1-0


__ADS_3

Semua orang sudah berkumpul di meja makan kecuali Nisa.


Sejak tadi Nisa belum juga menunjuk kan batang hidung nya, dan itu membuat Bu Arum sedikit kesal.


"Ngapain sih Nisa di kamar? kenapa lama sekali keluar nya", kesal Bu Arum.


"Dari pada kau mengomel di sini, lebih baik kau panggil Nisa sekarang" kata pak Ben.


Bu Arum mendelik kesal mendengar ucapan suami nya itu.


"NISAAA..!! Cepat turun sekarang, kami semua sudah menunggu untuk sarapan" teriak Bu Arum.


Tapi tidak ada terdengar sahutan sama sekali dari kamar Nisa.


"Suara mu membuat telinga ku berdenging, apa kau tidak bisa berjalan, sampai kau harus berteriak dari sini" sindir pak Ben.


Bu Arum dengan kesal lalu bangkit dan berlalu pergi ke kamar Nisa.


Hendra yang dari tadi memperhatikan perdebatan itu tentu saja bisa menyimpul kan kalau pak Ben dengan Bu Arum sudah sering bertengkar.


"Mungkin saja nisa Adalah anak Broken home" ujar Hendra di dalam hati.


Tidak lama kemudian Bu Arum datang bersama Nisa, terlihat dari raut wajah nya kalau Nisa terpaksa mengikuti ibu nya.


Mereka semua sudah duduk di depan meja makan dan makan dengan tenang.


Setelah semua selesai makan, Hendra kemudian berdehem.

__ADS_1


Semua orang menoleh kepada Hendra, "Ada apa Nak Hendra?" tanya Bu Arum.


"Begini buk, saya berniat mengajak Nisa untuk ikut dengan saya, biar ada yang nemenin saya jualan, Anggap aja Nisa jalan jalan" ucap Hendra penuh harap.


Nisa yang sedang minum Auto langsung tersedak mendengar ucapan Hendra.


"Noo.. Sorry aku gak bisa" jawab Nisa singkat.


Sedangkan Bu Arum dan pak Ben saling menatap seakan sedang berkomunikasi lewat tatapan.


"Pak, Buk, Nisa gak mau ikut Hendra, Nisa akan tetap di rumah dan gak akan kemana mana".


"Menurut ibu yang Hendra katakan itu ada benar nya Nisa, kalau kamu ikut dengan Hendra, Hendra tidak akan kesepian lagi di jalan. Kamu tau sendiri kan kalau pekerjaan Hendra itu Sales, yg berarti setiap hari selalu di lapangan" ujar Bu Arum.


"Bapak juga gak masalah Nisa, karena sekarang kamu adalah tunangan Hendra, jadi bapak yakin dia akan menjaga kamu" ucap pak Ben.


TING... TING...


Ponsel Nisa berbunyi menandakan ada notif pesan yang masuk.


Nisa melihat no baru yang mengirim pesan itu, Nisa lalu membuka pesan nya.


Mata Nisa langsung terbelalak melihat pesan yang di terima nya.


"yakin kamu nolak ajakan aku Nisa? apa kamu sudah siap kalau foto Sexy ini tersebar luas di internet" begitu lah isi pesan itu.


Nisa menggenggam ponsel nya erat sambil mengepal kan sebelah tangan nya, Nisa benar benar muak dengan Ancaman Hendra itu.

__ADS_1


"Pria brengsek, dari mana dia mendapat kan no ku? Dia selalu mengancam ku dengan foto sialan itu. Shiiitt" umpat Nisa sangat kesal.


"Pesan dari siapa Nisa?" tanya Bu Arum penuh selidik, karena melihat wajah Nisa yang terlihat sangat kesal.


"Bukan siapa siapa buk, tidak penting!" jawab Nisa sambil menekan kan kata "Tidak Penting".


"Oh begitu, ya sudah lebih baik kamu segera siap siap, dan jangan lupa bawa lah beberapa pakaian ganti mu Nisa, biar nanti tidak menyusahkan Hendra" ujar Bu Arum bicara panjang lebar.


Sedangkan Nisa hanya mengangguk pelan lalu pergi ke kamar nya.


Hendra yang melihat Nisa tidak bisa berbuat apa apa itu tersenyum puas.


"1-0 Nisa" ujar Hendra di dalam hati.


Nisa yang sudah berada di dalam kamar nya itu menghembus kan nafas nya kasar..


"Huuuftz... aku tidak bisa menolak ajakan Hendra ini, bapak dan ibu juga memaksa ku untuk pergi bersama Hendra".


"SHIITTT... ARRRRRR"


Nisa berteriak frustasi.


Hendra mengirim kan pesan ke ponsel Nisa yang isi nya "Cepat lah bersiap sayang, kita akan segera berangkat".


TING.. tanda pesan masuk.


Nisa melirik ponsel nya dan membaca pesan yang di kirim kan Hendra ke ponsel nya tanpa membuka pesan itu.

__ADS_1


"Ciihhh!!! dasar brengsek!! sekarang dia pasti sangat bahagia karena sudah maju selangkah dari pada aku" ujar Nisa geram.


__ADS_2