Bocil Simpanan Om Om

Bocil Simpanan Om Om
BAB 4 PERTENGKARAN HEBAT


__ADS_3

Setelah kejadian di rumah Budhe, Nisa langsung berlari pulang sambil menangis. Nisa tidak menyangka ibu nya akan tega menampar diri nya hanya demi membela pria Asing itu.


"ibu benar benar tega dan jahat sekali terhadap Nisa, bisa bisa nya ibu menjodohkan Nisa dengan pria yang baru saja di kenal", Nisa terus berjalan sambil menyeka air mata nya yang terus mengalir deras tanpa permisi.


Mata Nisa sampai bengkak karena sepanjang jalan dia terus menangis. Sesampai nya di rumah, pak Ben sudah menunggu d depan pintu.


"Kamu dari mana Nisa? kemana ibu mu? kenapa tidak ada di rumah", tanya pak Ben kepada Nisa.


"Nisa habis dari rumah Budhe pak, dan ibu masih di sana, Nisa pulang duluan" jawab Nisa sambil menunduk.


Pak Ben yang merasa aneh, langsung bertanya, "Nisa ada apa? apa kamu habis menangis"?


Nisa yang dari tadi menyembunyikan apa yang telah terjadi, langsung mengangkat wajah nya.

__ADS_1


"Nisa tidak apa apa pak, Nisa tadi hanya kelilipan jadi mata Nisa sedikit agak merah".


Nisa berbohong kepada bapak nya. Nisa tahu Jika dia berkata jujur, Maka pasti akan terjadi pertengkaran lagi antara kedua orang tua nya.


Nisa tidak ingin orang tua nya bertengkar lagi hanya gara gara diri nya.


"Nisa permisi ke kamar dulu pak", ujar Nisa dengan segera bergegas menuju kamar nya.


Pak Ben yang merasa curiga tentu saja tahu kalau Nisa sedang berbohong.


Bu Arum terdiam, selama ini dia tidak pernah menampar Nisa, walaupun terkadang dia marah kepada Nisa, entah apa yang sudah membuat nya khilaf sampai melakukan kesalahan itu.


Hendra masuk ke dalam menemui Bu Arum, "Bu saya pamit pulang dulu, saya akan segera datang ke rumah ibu untuk melamar Nisa", ujar Hendra. "Oh satu lagi bolehkan saya meminta no telpon ibu, supaya saya bisa lebih mudah untuk menghubungi ibu". Ujar Hendra beralibi.

__ADS_1


Ibu Arum memberikan ponsel nya, dan Hendra pun dengan cepat segera mencatat no telpon ibu Arum. "Terimakasih Bu" ucap Hendra sambil menyerahkan ponsel Bu Arum kembali.


"Sama sama nak Hendra".


Bu Arum pulang ke rumah, perasaan nya campur aduk setelah kejadian tadi. Bu Arum langsung masuk ke dalam rumah dan mencari Nisa.


Nisa... Nisa...


ibu mau bicara, keluar lah sekarang panggil Bu Arum. namun tidak ada jawaban dari Nisa. Bu Arum masuk ke kamar Nisa dan mendapati Nisa sedang tertidur. "Nisa... ibu tahu ibu salah, semua ibu lakukan demi kebaikan kamu Nisa", ujar Bu Arum. Pak Ben yang sejak tadi menguping langsung bertanya. "Apa yang sudah kamu lakukan terhadap Nisa Bu"? Bu Arum yang tidak tahu kalau pak Ben sejak tadi menguping pembicaraan nya langsung saja terkejut.


Jawab Buu!!! Bentak pak Ben, karena keras nya suara pak Ben membuat Nisa yang tertidur langsung kaget dan terbangun.


"Kenapa kamu diam saja Bu? apa yang sudah terjadi"? pak Ben mengulangi lagi pertanyaan nya. Bu Arum yang sudah kepalang tanggung ketahuan, lalu mengatakan yang sebenar nya.

__ADS_1


"Ibu sudah menjodohkan Nisa dengan seorang pria yang bekerja sebagai Sales, dan setelah lulus sekolah ini Nisa akan segera menikah", Ujar Bu Arum. Pak Ben yang mendengar penjelasan Bu Arum bagaikan di sambar petir di siang bolong. "Apaa!!!! bagaimana bisa kamu menjodohkan anak mu yang masih sekolah, apa pikiran mu itu sudah tidak waras", Teriak pak Ben kepada Bu Arum.


__ADS_2