
Acara pasang cincin itu berjalan dengan lancar. Hendra terus saja tersenyum bangga karena berhasil mengikat Nisa dengan cincin tunangan itu.
"kau sudah menjadi milik ku Nisa, kau tidak akan bisa lari lagi, aku akan segera menikahi mu" ujar Hendra di dalam hati.
Nisa hanya bisa pasrah, Nisa tidak bisa berbuat apa apa untuk menolak pertunangan ini. Nisa masuk ke kamar nya sambil menangis, dia duduk di tepi ranjang sambil menatap ke luar jendela.
"Tuhan!!! kenapa semua ini terjadi kepada ku, masih banyak cita cita yang ingin ku raih, masih banyak keinginan yang ingin ku capai, ini sungguh tidak adil tuhan", Nisa menangis terisak Isak.
Nisa tertidur setelah puas menangis dan meratapi nasib nya.
Semua orang sudah masuk ke dalam kamar untuk beristirahat termasuk Hendra. Hendra tidak pulang karena dia beralasan sakit perut.
Sedangkan keluarga nya sudah kembali ke penginapan.
Pak Ben dan Bu Arum sudah masuk ke dalam kamar untuk tidur.
Sedangkan Hendra tidak bisa tidur dari tadi, dia terus terbayang betapa putih dan mulus nya tangan Nisa.
"Tangan nya aja putih dan mulus banget, apa lagi paha nya, pasti sangat menggoda", gumam Hendra terus membayangkan Nisa.
Sedangkan Joni nya sudah mulai membesar dan meronta minta segera di lepaskan.
"Sialan, loe malah bangun Jon, di sini tidak ada lubang yang bisa loe masukin Joni, jadi lebih baik loe tidur lagi!!" umpat Hendra.
__ADS_1
Joni nya semakin tegang dan membuat celana Hendra semakin sesak. Hendra semakin kewalahan dan frustasi. Akhir nya Hendra memutuskan untuk keluar kamar dan mencari angin segar, agar pikiran nya bisa kembali normal dan tidak terus memikirkan Nisa.
Suasana rumah itu sudah sepi dan jam pun sudah menunjuk kan jam 00.00 wib.
Hendra berjalan jalan d ruang tamu, lalu Hendra tak sengaja melihat pintu kamar Nisa agak sedikit terbuka. Hendra pun melangkah kan kaki nya pelan pelan namun pasti.
Hendra sudah sampai di depan pintu kamar Nisa, sebelum masuk ke dalam Hendra melihat kiri kanan terlebih dahulu, Hendra takut kalau ada yang melihat dia masuk ke kamar Nisa.
DEG!!!! Jantung Hendra berdegup kencang saat melihat Nisa yang tertidur pulas hanya dengan mengenakan tengtop dan celana pendek.
Hendra mendekat dan terus memperhatikan tubuh Nisa yang terlihat sangat Sexy dan montok itu.
posisi Nisa yang tidur telentang itu memarkan dua bukit kembar yang sangat indah dan paha mulus nya.
Hendra tidak bisa lagi menahan nafsu nya, Joni di bawah sana semakin membesar dan semakin meronta ronta ingin masuk ke dalam lubang kenikmatan itu.
Hendra mendekat dan mulai menyentuh paha mulus itu, lalu naik ke atas dan mulai menyentuh bukit kembar yang berukuran 38 itu.
"Sangat kenyal dan menggoda sekali" gumam Hendra.
Hendra sudah kalap dan hilang akal, dia sudah tidak bisa lagi membendung nafsu nya.
Hendra menurunkan tali tengtop Nisa pelan pelan, dan terlihat lah bukit kembar yang sangat indah itu. Ranum dan terlihat masih Asri dengan pucuk yang berwarna pink dan sangat menantang.
__ADS_1
Yaa Nisa tidur memang tidak pernah menggunakan BH karena selain bagus untuk kesehatan, Nisa juga merasa risih kalau tidur menggunakan BH.
Hendra merogoh saku celana nya dan mengambil ponsel milik nya, Hendra lalu memotret beberapa gambar Nisa yang sangat Sexy itu, Hendra juga merekam beberapa video Nisa yang sedang tertidur dengan memarkan dua bukit kembar yang indah.
"wow amazing girls" ucap Hendra tersenyum puas.
Nisa yang tidak sadar dengan keberadaan Hendra masih tertidur pulas.
Hendra segera mendekati Nisa dengan sangat hati hati, Hendra menyentuh bukit kembar yang sangat menantang dan sangat empuk itu, kemudian Hendra mulai menyusu seperti bayi yang sedang kehausan.
Nisa yang tertidur pulas kemudian terbangun karena merasa ada sesuatu yang aneh, rasa yang belum pernah dia rasakan selama ini.
Nisa mengucek ucek mata nya untuk memastikan apa yang terjadi, dan betapa terkejut nya Nisa melihat Hendra ada di dalam kamar nya bahkan sekarang Hendra sedang meleceh kan nya.
Nisa menjambak rambut Hendra dengan harapan Hendra akan kesakitan lalu melepaskan susuan nya, tapi ternyata yang Nisa lakukan salah, Hendra semakin mencumbu buah kenyal itu dengan rakus, menggigit, menjilat, dan menghisap nya seperti bayi yang kehausan.
Nisa ingin berteriak tapi Hendra sudah terlebih dahulu membungkam mulut Nisa.
"nikmati saja sayang, ini akan membuat kamu merasakan kenikmatan yang tiada Tara" bisik Hendra.
"kamu jahat, kamu sungguh biadab" ucap Nisa sambil menangis.
Hendra tidak memperdulikan ocehan Nisa, dia semakin bersemangat mencumbu Nisa, meskipun Nisa semakin terisak Isak.
__ADS_1