
Fang menutup mulut Baramun dengan tangan kecilnya. Matanya terus menelisik ke setiap pasangan yang lewat.
Elf adalah makhluk menyerupai manusia. Cara membedakan mereka terlihat dari bentuk telinga, tubuh tinggi dan jemari mereka yang agak panjang. Dulu sekali, sebelum dataran Gollum terbagi dalam beberapa wilayah, Elf hidup berdampingan dengan manusia.
Dalam gulungan tua yang ditemukan Fang, ada sepenggal sejarah tentang sebuah kota dimana manusia dan elf telah membentuk generasi ras baru. Anak-anak yang dilahirkan pintar dalam seni bela diri dan juga sihir, namun demi keselamatan, kota itu tidak mudah dikunjungi.
Kian hari bakat anak yang dilahirkan oleh orang tua campuran menjadi perdebatan. Bangsawan di dunia atas tidak menyukai ada ras lain selain mereka lebih pintar dan berbakat. Orang-orang kerajaan wilayah atas akhirnya mendirikan aliansi dan membentuk sebuah sistem kasta dan level kekuatan.
Karena sistem yang dibentuk oleh para petinggi di dunia atas lah yang menyebabkan tiap kelompok harus dibedakan. Elf dapat hidup di dunia atas, tapi tidak boleh masuk dalam kabinet pemerintahan. Pekerjaan yang mereka ambil biasanya sebagai tabib, penyuling pil dan juga guru.
Elf adalah ras yang rendah hati. Mereka tidak suka memulai pertengkaran atau perbandingan. Bagi ras Elf, hidup damai adalah tujuan mereka lahir ke dunia.
Sampai satu persoalan menyebabkan perang lain muncul. Ras Elf yang dipimpin Elf cacat menyatakan ingin merebut kembali wilayah bawah. Tanpa bantuan dari kelompok ras manusia atau binatang roh, ras Elf tidak gentar dan mendatangi wilayah bawah.
Perang selalu dimulai karena suatu alasan. Fang yang penasaran membaca seluruh gulung semalaman.
Alasan ras Elf ingin merebut wilayah bawah dari tangan ras iblis dikarenakan tunangan Elf cacat tinggal di wilayah bawah.
Dendam melihat tubuh kekasihnya dipotong dan tanpa busana, Elf cacat mengumpulkan setiap elf terkuat. Harusnya dendam itu dapat dibalas kan, siapa mengira adik elf cacat yang dilarang ikut berperang terlihat melawan musuh dan hampir terbunuh.
Elf cacat yang Fang lupa siapa namanya meninggal di tengah peperangan. Ayunan pedang Kuro menyebabkan kepala Elf cacat terlepas dari tubuh. Orang yang setia pada Elf cacat satu persatu berguguran dan sisanya yang lemah dalam mental berlari kabur. Adik Elf cacat membawa tubuh kakaknya yang tanpa kepala kembali namun diusir dari kelompok.
Mengubur tubuh kakaknya yang gugur dalam medan perang, Elf terbuang pergi dari kampung halaman. Dewasa setelah kakaknya tidak bersamanya lagi. Sebagai Elf terbuang yang tidak punya akses pada pohon kehidupan, warna kulit elf yang semula cerah akan dilapisi noda hitam. Kebencian yang seharusnya tidak dimiliki oleh Elf akan dimiliki oleh Elf terbuang.
Fang di kehidupan sebelumnya pernah bertemu dengan elf terbuang. Dia agak bingung mengapa salah satu tokoh yang dibacanya pada gulungan tua masih hidup dan tidak termakan waktu.
Tubuh Elf terbuang tidak menua. Dibantu dengan penyulingan pil panjang umur, elf terbuang berusia ribuan tahun Hidup di desa yang tak berpenghuni.
Perkenalan awal mereka sangat tidak ramah. Elf terbuang tidak percaya pada siapapun dan menganggap Fang manusia yang berencana mencuri darinya. Seminggu hidup berdampingan, Elf terbuang yang sudah lama tidak mempunyai kontak langsung dengan siapapun suatu pagi memberi Fang sebuah tanaman obat untuk mengobati luka pada tangannya.
__ADS_1
Mengenalkan diri sebagai Arik.
Fang bertemu dengan seseorang yang mempunyai pengalaman yang serupa dengan dirinya seperti bertemu saudara jauh. Kehilangan satu-satunya keluarga dan harus pergi dari tempat mereka dulu tinggal. Tidak mempunyai siapapun untuk bergantung, Fang dan Arik saling bertukar ilmu dan bakat.
Setahun dihabiskan tinggal di desa yang sepi, Fang meninggalkan secarik surat pamit. Banyak tempat yang ingin dilihat Fang sebelum dia mati. Disamping surat yang ditinggalkan, Fang juga mengembalikan pil panjang umur yang dihadiahkan Arik kepadanya.
Keabadian mempunyai harga. Fang tidak mau hidup lama di dunia dalam cangkang kosong.
Berharap Arik akan menemukan jawaban yang selama ini dia cari dan memaafkan masa lalu untuk berjalan maju.
Baramun yang tidak mengetahui kalau Fang tengah mengingat masa lalunya, "Fang, apakah ada Elf yang menyamar seperti aku juga? Kamu mencari keberadaan mereka sekarang?"
"Jangan samakan Elf dengan bangsamu. Mereka patuh pada aturan dan tidak akan masuk ke wilayah bawah sebelum jadwal pintu masuk terbuka." Fang yang teringat akan masa lalu menjelaskan tanpa mengubah ekspresi.
"Lalu apa yang kamu cari?"
Fang mengejar pria muda. "Kakak, kakak."
Baramun juga mengejar dan menghentikan pria yang dipanggil oleh Fang. "Permisi. Anak ini ingin waktumu sebentar."
Hamid menoleh dengan tidak sabar. "Maaf, aku harus pergi ke sekolah atau guruku mencatat namaku sebagai orang yang terlambat datang."
Dua pasang mata menatap kepergian pria muda. "Haruskah aku menculiknya?"
"Berhenti melakukan hal yang melanggar hukum. Ketika penjaga keamanan datang dan membawamu masuk penjara, sulit untuk keluar."
"Tapi orang itu elf. Kamu bilang...."
"Aku tidak mengatakan apapun. Dia manusia sama seperti aku." Potong Fang dengan nada serius. Iblis ini begitu mudah curiga! Pantas kedengkian mereka selalu diambang batas wajar.
__ADS_1
"Bibi, dimana lokasi sekolah itu berada?" Fang menyapa penjual asongan.
"Sekolah mana yang kamu maksud?"
Fang menyebutkan ciri-ciri seragam yang dipakai pria muda barusan.
"Oh, Sekolah bela diri Gold Lion. Kamu pergi ke sana, ketika mencapai pertigaan belok kanan. Sekolah nya mempunyai dua patung singa di depan pintu gerbang masuknya."
Mengikuti arahan yang dikatakan bibi penjual, Fang menemukan bangunan sekolah. Dua patung singa dalam posisi berlari terlihat keren. Mengintip dari gerbang, gaya bangunan sekolah terlihat lebih bergaya dibanding kantor pejabat.
Fang menunggu di depan gerbang sekolah. "Kamu kembali duluan." Titah Fang pada Baramun.
"Kamu bagaimana?" Iblis pernah bertemu penculik anak. Ditambah Fang adalah anak laki-laki, penjahat akan lebih mengincarnya.
"Pulang dulu untuk menerima semua barang yang kamu beli barusan dan kembali menjemput aku."
Sebelum pergi, Fang meminta izin pada Gana untuk menemani Baramun. Ayahnya akan marah jika mengetahui Baramun pulang sendirian, mengira Fang berbohong dan keluyuran sendirian.
Baramun juga ingat. Menepuk kening, dia lupa telah balanja furnitur dan orang yang mengirim barang akan tiba sebelum sore. "Aku akan kembali sebelum jam tiga."
Fang melambai malas. "Pergi. Pergi."
***
Hamid berjalan cepat untuk meninggalkan gedung sekolah. Berbelok keluar dari gerbang, tanpa sengaja menabrak seonggok daging manusia.
Fang yang berjongkok untuk berteduh dibawah bayang-bayang tembok tinggi, tersungkur jatuh dengan wajah duluan yang menyapa tanah.
"Ah! Kamu baik-baik saja?"
__ADS_1