Broken Sword

Broken Sword
Ch. 31: Kejutan Tak Terduga


__ADS_3

Memasuki tempat tinggal baru, Kuro yang berganti pakaian dibantu pelayan menyeringai puas. Dalam ruangan kamar yang remang, Kuro duduk menghadap jendela. Jemarinya yang tegas memainkan batu hitam, berpikir senjata apa yang harus dia buat dari bahan dasar ini.


"Dengan ini, aku lebih tidak terkalahkan. Hahaha"


Dua hari kemudian.


Toyrr diberitahu bahwa Kuro tidak akan tinggal untuk mengawasi keseluruhan pemindahan lokasi tempat tinggal baru. Sebagian agenda kerja juga dibagi untuk dikerjakan oleh tiga jendral kepercayaan Kuro.


Penasaran mengapa raja iblis tidak ikut campur pada Pemindahan lokasi kali ini, Toyrr mencuri kesempatan untuk menemukan Kuro.


"Kamu mempertahankannya keputusan yang aku buat?"


Toyrr berlutut untuk ampunan. "My king, bukan maksudku untuk kurang ajar. Aku hanya.."


Kuro yang sempat tersinggung kembali duduk di atas singgasana. "Aku akan berlatih dan menarik diri selama satu tahun. Tidak akan ada yang diperbolehkan untuk mengganggu sampai aku keluar pintu, mengerti?"


"Anda akan naik level?!" Toyrr menjadi bersemangat. Baru berapa tahun sejak Kuro naik ke level surgawi tingkat satu? Belum tiga tahun dan akan naik level lagi?!


Kuro menyentuh baru hitam yang di sembunyikan dibalik pakaian yang dia kenakan. "Ya. Jadi awasi tempat ini sampai aku kembali."


"Dengan senang hati, my king"


***


Guru semakin galak.


Fang yang terlalu lemah dalam belajar sering ditegur di depan kelas. Walaupun tulisan tangan dan teori pribadinya satu atau dua tingkat lebih baik, semua tertutup ketika Fang tidak dapat mengingat catatan yang diberikan oleh gurunya.


"Mengapa kamu lupa lagi? Guru baru menyuruh mencatat kemarin!"


Menundukkan mata, Fang tidak berani menatap pada gurunya yang berubah menjadi mesin penghancur telinga. Khotbah yang sangat panjang membuat anak-anak dikelas takut akan giliran mereka untuk dimarahi selanjutnya.

__ADS_1


"Maya, coba sebutkan sejarah singkat dari kesenian kota Y"


Kelas menjadi hening.


Maya berkeringat, "guru, anda..anda belum memberitahukan kami tentang itu."


"Ah?"


Karena terlalu bersemangat, guru membalik mundur lembar halaman dan batuk untuk meredakan tenggorokan. "Kalian semua buka buku kalian dan baca."


Fang yang terbebas, mengeluarkan sumpalan telinga yang diam-diam dia pasang ketika guru tidak melihat. Juan melotot pada dua barang bukti yang di lempar Fang ke atas mejanya.


"Kamu!"


Tak.


Guru memukul meja dengan penggaris, "terus membaca"


Juan menasihati setelah kelas usai namun Fang terlalu lapar. Makan dua kotak bekal makanan yang dibuatkan Aira, Fang menyentuh perutnya yang semakin menyusut.


Setelah lemak-lemak pada tubuhnya berkurang, orang-orang di desa tidak memujinya lucu dan memberikannya makanan ringan lagi. Ditambah ada kelahiran bayi baru di desa setelah sebelas tahun sejak dia lahir.


Juan menarik tangan Fang yang ingin memakan nasi, "aku sedang bicara, dengarkan dulu baru makan."


"Tidak mau dengar!"


"Fang. Kamu masih sedih karena mulai kurus? ayolah. Dadang yang dulu gendut sepertimu juga menjadi kurus setahun terakhir, ini normal."


Fang memakan suapan besar nasi. Bicara sambil mengunyah, "bagiku tidak normal. Aku ingin selalu gendut."


Juan mentoyor kepala Fang. "Bodoh! Kamu tidak takut tidak akan ada yang menyukai kamu? Anak perempuan suka pria tampan dan ramping."

__ADS_1


Cih.


Tubuh kurus sangat lemah. Sekali pukul dan tubuhmu akan ambruk kesakitan. Lemak adalah pelindung paling efektif. Walaupun jatuh sampai berguling palingan hanya luka kulit dan bukannya payah tulang.


Juan yang tidak tahu apa yang ada diisi kepala Fang menarik bekal makannya juga untuk makan siang bersama. Ayah tirinya membuka toko baru di tempat yang lebih strategis dan pendapatan keuntungan semakin banyak.


Lalu kondisi Grant juga semakin membaik. tidak sebodoh dulu, Grant kini bisa bicara walau kadang lama merespon. Dokter terkenal dibawa dari wilayah menengah untuk menyembuhkan Grant. Ibunya menangis haru, memeluk Grant dan Juan saat ayah tirinya mempersiapkan tempat tinggal terdekat bagi dokter.


"Bekal makanmu semakin kaya. Bagi aku."


Juan tidak pelit dan membagi setengah lauk yang dia bawa. "Makan perlahan atau kamu..."


Fang batuk karena tersedak.


Memuntahkan apa yang membuat tenggorokan nya tersangkut, mata Fang berkedut. Ini!!!


***


Baramun tengah berjemur santai dibawah pohon rindang. Mengigit satu helai rumput, Baramun yang melipat tangan sebagai batal ditendang oleh Fang yang baru pulang dari sekolah.


"Baramun! Ayo gali batu merah malam ini."


Bukankah masih kurang satu batu? Baramun bangun dengan malas lalu tiga batu di perlihatkan oleh Fang.


!!!!


"Batu biru!"


Fang mengangguk cepat.


Siapa tahu cumi yang dia makan terdapat batu biru di dalam perutnya! Keberuntungan tahun ini telah habis untuk kesempatan kali ini.

__ADS_1


__ADS_2