Broken Sword

Broken Sword
Ch. 40: Membayar


__ADS_3

Tindakan saling mengejar dan dorong dilihat Baramun yang lewat. Jendral iblis mendesak Fang, "Mengapa tinggal di kamar terus. Keluar dan main."


Pedang hitam yang mendengar suara Baramun dari arah pintu kamar kembali ke posisi semula, membaringkan diri di atas ranjang. Malu dilihat telah ditolak oleh tuannya.


Mendengus, Fang mengangguk mengiyakan permintaan Baramun dan ikut jendral iblis keluar area istana Kuro. "Aku akan pergi dalam waktu dekat."


Baramun tidak terkejut. "Rajaku mencatat banyak pengeluaran yang dihabiskan untuk merawat mu selama koma. Bayar saja dan jangan berhutang, dia pelit."


Fang mengerti dan tidak ada satupun percakapan lain. Baramun melirik Fang, batuk untuk menarik perhatian tapi tidak ada tanggapan. "Jangan terlalu sedih."


Kalimat penghiburan yang terdengar kaku. Wajah Baramun merah karena malu. Dia tidak pernah pintar dalam berkata-kata, atau tepatnya semua iblis tidak pernah pintar mengatakan kalimat penghiburan.


Senyum singkat, Fang berkata "Aku tidak."


Sejak dia bangun dan tahu dua orang terpenting dalam hidupnya telah pergi, Fang setengah lega dan menyesal. Lega karena Gana dan Aira tidak perlu tahu dan melihat dirinya harus pergi dari desa Noik cepat atau lambat. Menyesal karena Fang tidak memeluk orangtuanya lebih lama.


***


Kuro yang dilayani dalam istananya tertawa terbahak-bahak atas pertunjukan yang dilakukan dua penghibur yang ditangkap dari bangsa Elf.


Dua elf remaja yang ketakutan terus berusaha berdiri teguh di atas seutas tali, berharap tidak akan terjatuh dari ketinggian sepuluh meter.

__ADS_1


Fang yang dibawa masuk oleh pelayan menyapa. Melihat kedatangan Fang, Kuro memberi lambaian pada pelayan dan kursi lantai di bawa lebih dekat dengan kursi Kuro. "Kamu duduk dan lihat pertunjukan bersamaku."


Tidak terhibur sama sekali, Fang hanya menatap seperti melamun.


"Kamu tidak suka?"


Kuro menyuruh semua orang pergi. "Berhenti. Kalian semua pergi!"


Berdiri dan setengah membungkuk pada Kuro, Fang mengucapkan terima kasih dan menyatakan keinginannya untuk pergi. "Baramun sudah menjelaskan tentang kebaikan anda selama aku koma. Saat ini tidak ada banyak hal yang ku punya untuk membalas budi, tapi jika kamu inginkan sesuatu, selagi aku mampu aku akan memberikan sebelum pergi."


"Apapun?" Kuro menyeringai. Turun dari singgasana, raja iblis menyentuh dagu Fang. Melihat kanan dan kiri wajah kecil bocah manusia yang tidak takut padanya.


"Darahmu. Bisakah aku mendapatkan?"


Seringai Kuro makin lebar. "Kamu tahu? Kamu bisa membacanya?"


Fang bukan orang bodoh. "Maaf, lainnya bisa tapi darah tidak mungkin."


ck. Nampaknya anak ini terlalu waspada.


Kuro kembali ke singgasana, melipat sebelah kaki, tangan kiri menjadi sanggahan dagu. "Lalu aku ingin resep peremajaan umur panjang. Kamu tahukan?"

__ADS_1


Pupil mata abu Fang bergerak tapi dia tidak berbohong. "Aku tahu, tapi percuma untukmu."


"Kenapa?!" Kuro yang tadi santai menjadi ganas. Sayapnya terbentang dan menghancurkan dua pilar disisi singgasananya.


"Resep peremajaan umur panjang butuh darah murni yang diberikan secara sukarela oleh garis keturunan murni bangsa Elf."


Menarik sayapnya untuk dilipat, Kuro mendesis benci. Tidak mungkin mendapatkan secara sukarela! Para Elf tidak suka berhubungan dengan para iblis.


"Aku tidak punya hal lain yang kumau. Anggap saja kamu masih berhutang dan akan dilunasi nanti."


Fang tidak nyaman. Ber musafir butuh waktu lama. Kalau hutang ini tidak terbayarkan, ketika dia mampu dan punya banyak hal hebat ditangannya, walaupun dia tidak rela, selama Kuro minta karena hutang itu dia tetap harus memberikan.


"Aku punya dua resep pemurnian pil yang mungkin kamu inginkan. Resep pil memperkuat akar ilahi dan juga pemurnian tulang level empat."


Kuro yang kehilangan minat kembali bersemangat. "Level empat?! Kamu punya resep pil pemurnian tulang level 4?"


Tidak betah tinggal berdua saja dengan Kuro, Fang mengeluarkan catatan dua resep untuk Kuro. "Tidak perlu menculik orang untuk membuatnya demi keamanan dan mempertahankan resep ini untuk kelompok mu sendiri."


"Kamu bodoh? Ras iblis tidak punya penyihir!"


Siapa yang kamu panggil bodoh?!!!

__ADS_1


Fang yang kesal tetap menahan emosinya, "Anak-anak rasmu yang terlahir dengan akar ilahi lemah, kirim mereka untuk bersekolah di akademi, sembunyikan identitas mereka."


Mata merah Kuro membelalak. Ya. Mengapa tidak pernah dia pikir sebelumnya?!


__ADS_2