Broken Sword

Broken Sword
Ch. 30: Monster Level Surgawi


__ADS_3

Matahari baru saja digantikan bulan. Jalanan menjadi sepi dan semua orang masuk ke dalam rumah untuk makan malam bersama.


"Bu, sayur kemarin sudah tidak ada lagi?" Anak laki-laki berumur sepuluh tahun mengeluh tidak melihat tumisan sayur kesukaannya di atas meja.


Kepala keluarga menyentil anak sulung, "makan yang ada! Uang dirumah menurutmu sebanyak apa?!"


Tawa anak-anak begitu menghangatkan jiwa.


Dalam kegelapan, tanah tiba-tiba retak. Getaran singkat tidak begitu terasa. Dalam sedetik tanah itu mengapur dan amblas.


Jangkrik yang tadinya menyahut satu sama lain menjadi hening.


***


Lautan api melahap tiap sudut kota sepi. Kuro yang baru tiba menyipitkan mata, menghela nafas, bau dari monster yang lepas tidak tercium.


Salahkan dirinya.


Monster yang tertidur terganggu ketika ras iblis melewati tempat persembunyian. Kuro kira hanyalah monster level rendah atau setingkat delapan, tapi dia salah, monster itu hampir menghabisi setengah pengikutnya!


Terluka parah, monster berkaki seribu tanpa kepala dan hanya punya dua mulut masing-masing dibagian depan dan belakang menggali tanah dan kabur. Kuro berusaha membunuh, namun monster itu sangat licik.


Tiga lokasi yang dilewati selalu hangus terbakar. Bercak darah adalah satu-satunya bukti bahwa ada korban jiwa, namun mayat mereka tidak ditemukan. Seorang jenderal yang mengikuti Kuro berasumsi kalau monster itu memakan semua mayat untuk mempercepat pemulihan.


"My king, ini tidak dapat sepenuhnya disalahkan pada kita. Monster itu tinggal dalam persembunyian lebih dari beribu-ribu tahun, siapapun yang melewati tempat persembunyian nya pasti akan membangunkan monster itu."


Kuro menggeram dan tidak lama mengaum keras. Suara menakutkan membuat tiap ras iblis ketakutan dan jatuh bersujud.


Sepasang sayap keluar seperti merobek tulang belikat Kuro, sayap berduri dengan bulu gelap mengatup dan terbuka. Manik mata kuro berubah menjadi merah keemasan, melayang di atas, terus mengejar jejak monster.


Tidak dapat dibiarkan. Sekarang monster itu masih dapat dikalahkan, apabila menunggu sampai nanti, jangankan dirinya sendiri, seluruh kelompok akan terbunuh!


Jendral yang melihat rajanya belum menyerah tetap tinggal di tengah-tengah desa yang terbakar. Setiap sudut harus dibersihkan, memberi ilusi tidak ada pemukiman yang pernah dibangun.


"Haruskah aku mengejar raja? Baramun tidak sedang disini, jika terjadi sesuatu pada raja kita.." Seorang bawahan berbisik pada jendral.


"Abaikan. Raja punya pemikirannya sendiri."

__ADS_1


"Aku mengerti Toyrr"


***


"Bangsamu belum menemukan tempat tinggal permanen?"


Baramun yang numpang makan siang di rumah Fang mengiyakan. "Setiap tempat yang dipilih tidak sebaik lembah Droid. Mudah ditemukan, kurangnya sumberdaya alam, atau tidak mudah berkembang biak."


"Iblis perlu membuat sarang untuk punya anak?"


Fang baru tahu kalau untuk berkembang biak, iblis perlu mengumpulkan banyak hal dan membuat sarang. Mirip makhluk roh.


Baramun menjelaskan."Iblis wanita sangatlah pemilih. Sulit menyenangkan mereka! Sebagai pria yang akan mempersunting istri, sebelum pengantin wanita setuju kami perlu membuktikan kemampuan."


"Memangnya mahar apa yang diinginkan oleh iblis wanita?"


Wajah Baramun memerah. Ini...tidak baik untuk di beritahukan kepada anak dibawah umur.


"Kamu!! Jangan ganggu aku makan, aku lapar."


Gana yang pulang dari mengumpulkan kayu bakar memanggil, "Fang. Bantu ayah sebentar."


Baramun mencuci mangkuk dan tangan, "lain kali biarkan aku yang mengumpulkan kayu bakar nya. Upah, cukup diganti dengan makan tiga kali sehari."


Fang mendesis. Iblis ini telah lupa akar aslinya!! Makan saja makanan mentah kenapa harus menyusahkan ibuku untuk memenuhi nafsu makannya.


"Kamu suka jenis makanan kami?"


Iblis ini terus mengeluh. Mengatakan makanan manusia sangat aneh dan sulit dicerna. Tapi apa itu barusan? Minta upah diganti makanan?


Baramun canggung. Makanan yang awalnya ditelan secara paksa kini telah menjadi satu dengan selera lidah. Ditambah masakan Aira adalah nomor satu yang paling lezat di desa.


Hahaha.


Fang hampir melihat masa depan dari iblis ini.


Kamu akan menjadi manusiawi!

__ADS_1


"Abaikan tentang upah makan. Bagaimana dengan tanduk yang kamu janjikan! Hampir dua tahun dan kamu belum memberikan padaku." Mengganti topik setelah Gana masuk ke dalam rumah, Baramun menagih janji Fang untuk membantunya menumbuhkan sebelah tanduknya yang lama tumbuh.


"Segera!"


"Kapan itu segera? Tandukku hanya tumbuh sebanyak lima centi sejak terpotong oleh bandit. Harga diriku tidak sependek itu!"


Menggaruk telinga karena gatal, Fang menyuruh Baramun diam. "Aku juga tidak ingin berhutang. Tapi aku belum mampu untuk saat ini."


"Kamu telah tahu aku mengumpulkan empat batu dan baru tiga yang kutemukan. Sisa satu lagi dan kita bisa melanjutkan obrolan saat ini."


Fang yang takut ditagih menyusul masuk ke dalam rumah. Baramun yang tidak enak bertamu begitu lama harus pulang ke rumahnya sendiri.


***


Pengejaran Kuro berhasil. Monster itu tengah mencerna puluhan korban.


Terbang dengan perlahan, Kuro tepat dibelakang tubuh monster yang menggeliat nyaman. Dari telapak Kuro muncul cambuk yang lebih dahsyat dari kaki terkahir, cambuk itu berwana biru keunguan, sekali hentak, tubuh monster terbagi dua.


Pecahan tubuh yang belum sepenuhnya tercerna mengalir keluar dari bagian perut monster. Kuro melempar kertas arai untuk menjebak monster dalam jaring emas yang tidak mudah di lepas.


Mengigit ujung jari, tetesan darah mengenai tubuh monster dan mulai melelehkan tubuh monster. Jeritan kesakitan menakuti binatang-binatang roh yang bersembunyi. Suara monster juga menembus sampai ke dunia atas. Pejabat tinggi menemui guru agung, melaporkan sebuah suara aneh terdengar dari arah selatan.


"Berapa lama suara itu terdengar?" Guru agung menggerus kapur untuk ditaburi ke dalam mangkuk obat.


Pejabat yang punya rasa takut pada guru agung tidak berani gegabah. "Tuanku, suara itu tidak lama tapi sangat keras seolah kesakitan. Mungkin monster atau binatang roh berusia ribuan tahun. Organ mereka sangat bagus untuk obat atau sebagai alat pelindung."


"Aku tahu. Kamu bisa pergi."


"Tuanku?"


Menggerus kapur terhenti, "Karena dia terdengar kesakitan, mungkin sudah mati ditangan orang yang memburunya. Jangan sia-siakan waktumu."


"Ah?! Ya tuanku." Pejabat undur diri.


Tubuh monster meleleh sampai habis. Kuro turun dan mengambil sebuah batu berwarna hitam pekat. Senyum kemenangan terpatri, batu ini adalah akar ilahi milik monster yang sangat cocok untuk dijadikan salah satu bahan pembuatan pedang atau alat pelindung.


Karena Fang, kelompoknya harus berpindah-pindah karena tidak menemukan tempat tinggal yang senyaman lembah Droid, namun karena hal ini dia berpapasan dengan monster level surgawi yang belum membangunkan kecerdasannya.

__ADS_1


Untungnya.


Bila monster ini telah menghidupkan kecerdasan, serangan diam-diam atau langsung tidak akan berhasil sama sekali. Keberuntungannya hari ini sangat bagus.


__ADS_2