
"Siapakah dari anggota keluarga mu yang pernah bersekolah disini? Mungkin aku kenal mereka. Ngomong-ngomong, aku punya banyak kenalan sebagai koneksi." Diakhir kalimat Pawin tidak lupa untuk mempromosikan diri.
Zuya juga tertarik untuk melihat-lihat. Namun tangannya ragu menyentuh buku-buku sihir. Dia takut merusaknya tanpa sengaja.
Berbeda dengan Fang. Dalam kehidupan sebelumnya perpustakaan di Akademi Sihir adalah versi yang sudah di renovasi. Tidak ingat tahun berapa, perpustakaan pernah terbakar dan setengah isinya hilang menjadi abu.
Para guru juga tidak dapat menyalin ulang setengah ilmu yang hilang.
Sekarang, setelah dia kembali. Fang ingin membaca lebih banyak buku sihir dan Aray. Pawin merekomendasikan buku latihan formasi pemula. "Formasi aray jenis ini sering di pinjam. Karena ada kesempatan, ambil untuk kamu baca sebelum yang lain datang."
Fang membuka sampul buku. Pada halaman pertama tidak ditulis siapa yang menyusun buku ini. "Buku ini tidak punya nama yang membuat atau menyusunnya."
"Oh, itu karena semua hal di dalam buku di temukan dari dalam dungeon."
__ADS_1
"Dungeon?"
Fang tahu tempat apa itu. Sebuah bangunan bertingkat ratusan dengan banyak harta karun di dalamnya. Sayang sekali, Dungeon menjadi tempat terlarang setelah pasukan iblis mengambil alih.
Bagi orang-orang nekat, itu menjadi kuburan mereka. Tidak ada satupun yang keluar setelah mereka masuk.
"Hmm. Tahun depan, adalah waktu dungeon dibuka. Biasanya lima atau sepuluh tahun sekali. Tahun itu adalah tahun kesepuluh."
Zuya tertarik. "Apakah kita bisa masuk?"
Zuya mendesah. Kalau harus punya kekuatan selevel guru yang mengajar di akademi sihir. Bukankah perlu waktu beberapa tahun?!
"Jangan bersedih. Enam tahun kemudian dungeon akan dibuka kembali. Kalian belajar dengan giat dan pergi ke sana jika merasa mampu."
__ADS_1
Staf yang melihat ini anak baru mengangguk, memujinya di dalam hati karena belajar giat di hari pertama bergabung ke akademi. Staf perpustakaan bahkan memberi Fang kartu khusus. Kartu ini bisa digunakan jika dia mau meminjam buku lebih dari lima.
Pawin membuat gerakan jempol. Adik juniornya ini telah memenangkan hati penjaga perpustakaan!
Fang keluar dari perpustakaan dengan membawa dua buku untuk dia pinjam. Dia ingin kembali ke kamar untuk istirahat. Besok kelas pertamanya di akademi sihir. Fang ingin tidur lebih awal.
***
Kelas pertama untuk anak baru adalah kelas teori. Sebuah buku tebal lebih dari seratus lembar diberikan secara cuma-cuma. buku ini berisi dasar-dasar mantra sihir untuk kehidupan sehari-hari atau mempertahankan diri dari bahaya.
Fang sudah menghapal seluruh isi buku di luar kepala. Dia hany membuka halaman pertama dan meditasi.
Aura di akademi sangat melimpah. Fang berencana menyerap perlahan untuk meningkatkan level kekuatan dan memperkuat akar ilahinya.
__ADS_1
Sejak dia menelan empat batu. Akar ilahi yang dia punya sekarang adalah akar unik yang jarang terjadi untuk tiap satu juta tahun. Jika apa yang dia ketahui dari dimensi mimpi benar. Maka jalannya sebagai pendekar dan ahli sihir surgawi tidak akan sesulit yang dia bayangkan.
Selama dia bekerja keras dan tidak malas. Sebelum usianya lima puluh tahun, Fang yakin dia akan berhasil naik ke level surgawi.