
Sikap Fang yang jadi pendiam dan jarang tersenyum membuat Baramun rindu akan masa lalu. Anak yang biasanya manja itu berubah menjadi penyendiri dan lebih senang bersembunyi dibalik pintu untuk menyuling ramuan pil.
Kuro yang mendengar curhatan Baramun tidak begitu berpikir bahwa ada yang salah pada Fang. Bukankah lebih bagus begini? Kalau Fang terlalu lincah, istana suram yang dia bangun akan terlihat aneh.
"Lalu kamu mau bocah itu kembali seperti semula?"
Jendral iblis itu bersenandung. "Akan bagus kalau lebih ceria. Fang juga jadi jarang makan, tubuhnya yang sempat kurus karena koma belum kembali kebentuk asalnya!"
Mendesah ragu , Kuro mengetuk meja dengan jari telunjuk. "Bocah itu bukan anak haram kamu kan?"
Tersedak ludah sendiri. Baramun menatap Kuro seperti telah di fitnah. "Tuanku, walau aku dulu terburu nafsu, aku tidak akan berani membiarkan benihku terlahir tanpa aku ketahui."
"Bagaimana kalau salah satu wanita yang pernah bersinggungan diam-diam melahirkan? Kamu katakan saja, aku tidak akan menyudutkan."
Menggelengkan kepala seperti akan terlepas dari leher, Baramun yang ketakutan akan bombardir pertanyaan random Kuro segera melangkah pergi. Di masa depan dia tidak akan berani curhat lagi pada tuanya! Hampir saja menakuti dirinya sendiri.
Fang yang disangka anak haram Baramun oleh Kuro, sekarang tengah bicara pada salah satu kepala pelayan yang mengatur gudang obat-obatan. Karena banyaknya pesanan, ramuan obat hampir selalu habis setelah dia beli.
Berniat tidak mau selalu keluar untuk membeli pasokan obat, Fang meminta kepala pelayan yang menangani gudang obat untuk membantu memasok stock herbal setiap dua hari untuknya.
__ADS_1
"Obat herbal yang aku butuhkan tidak perlu dipesan sekaligus. Perhatikan kesegarannya. Bagus banget kalau bisa membeli dari satu tempat yang punya banyak pilihan herbal untuk mempermudah pembelian."
Pelayan yang dimintai tolong mencatat semua kemauan Fang pada isi kepalanya. Tidak boleh melupakan, anak ini membayar banyak uang!
***
Dari mulut ke mulut, kehebatan ramuan pil Fang tersebar ke seluruh wilayah menengah. Baik itu kalangan elf dan manusia mulai mencari kemana harus membeli.
Sayangnya mulut para iblis sangat rapat.
Ingin ikut membeli?
List daftar menunggu mereka hampir ratusan. Kalau ditambah dua ras lain, bukankah akan jadi ribuan?!
Tidak bisa menjangkau Informasi dari mulut iblis yang berkeliaran di kota, pejabat yang mau menyenangkan pimpinan pusat ketika menghadiri pesta pernikahan putri di wilayah atas bulan depan, mengirim dua penjaga untuk jadi mata-mata.
Sayang sekali akan gagal.
Setelah Fang memberitahu akan ada dari ras manusia yang dapat mengalahkan Kuro, raja iblis telah memindahkan seluruh kawanan dari lembah Droid. Dua penjaga yang berdiri di depan pintu masuk lembah tidak bertemu siapapun.
__ADS_1
Pejabat yang mendapat berita juga terkecoh. Ras iblis telah beribu tahun menetap di lembah Droid, kapan mereka migrasi? Mengapa tidak ada satupun yang tahu!
***
Fang tidak berencana tinggal lama. Karena orang tuanya telah tiada, dia ingin melanjutkan perjalanan untuk berkeliling dunia.
Masih banyak tempat yang dimasa lalu belum dia datangi, Fang ingin melihat seluruh dunia.
Beristirahat di kamar setelah menyelesaikan mengirim dua lusin pesanan ramuan pil hari ini, Fang yang kelelahan menyadarkan kepala di dekat kusen jendela. Istana iblis tidak punya tumbuhan hidup, terlalu gersang. Bosan melihat keluar, Fang melirik isi kamar.
Baramun telah memberitahu perihal pedang yang memiliki kesadaran memilih tuannya. Sebagai yang terpilih, Fang tidak merasa senang sama sekali.
Inti dari pedang yang dibuat oleh Kuro terlalu gelap. Fang yang terhubung dengan pedang selalu mendengar keinginan untuk membunuh dari pedang.
Seolah tahu tuannya memikirkan dirinya, pedang hitam melayang dan diam di dekat Fang.
"Jangan terlalu percaya diri. Aku tidak akan sembarangan memulai perang."
Perkataan Fang menjadikan pedang hitam sedih. Tuannya tidak suka membunuh, dia yang kelaparan bertingkah lengket tapi di dorong menjauh.
__ADS_1
"Pergi sana." Usir Fang.