Bukan Aku Pilihannya

Bukan Aku Pilihannya
11


__ADS_3

Malamnya, Satria dan Hana akan mendatangi salah satu perusahaan yang akan segera dibuka oleh Satria, saat sampai didepan gedung itu. Hana melihat banyak sekali orang dan beberapa camera disana.


"Selamat datang, Satria." Satria tersenyum menyambut jabat tangan dari salah satu kliennya.


"Senang bisa bertemu dengan anda, tuan Hiroyuki." laki-laki bernama Hiroyuki itu mengangguk dan memberikan senyum tampan diusianya yang sudah tidak mudah lagi.


"Aku juga. Oh iya, siapa wanita cantik disamping mu ini?" tanya, memandang Hana dari atas hingga bawah. Membuat wanita itu berdiri tidak nyaman ditempatnya.


"Berhenti memandangnya seperti itu, dia istriku."


Hana sontak memandang Satria lalu setelahnya menunduk dengan kedua sudut bibirnya yang perlahan terangkat.


"Calm down dude, aku tidak akan mengambilnya. Aku juga memiliki istri cantik dirumah." ujar di iringi dengan kekehan, Satria hanya berdecak lalu berjalan untuk masuk kedalam.


Acara sudah dimulai, Satria tampak sedang mengobrol dengan beberapa kliennya dan juga teman-temannya. Sedangkan Hana hanya duduk seorang diri ditemani dengan segelas jus jeruk ditangannya, bingung harus melakukan apa, dia bahkan tidak kenal siapapun disini, ini pertama kalinya Hana datang ke Jepang.


"Sendirian saja?" Hana menoleh saat terdengar bisikan, tepat ditelinganya.


"Terkejut?" laki-laki itu tersenyum dengan tampannya, lalu mendudukkan diri disamping Hana.

__ADS_1


"Perkenalkan aku, Eric. Kau istrinya Satria, kan?" Hana mengangguk pelan sebagai jawaban.


"Santai saja, tidak usah tegang seperti itu, aku bukan laki-laki jahat. Kalau boleh tau, namamu siapa?"


"H-hana. Namaku Hana."


"Wajahmu semakin cantik bila gugup seperti ini." Hana tersentak kaget saat tangan laki-laki bernama Eric itu mengelus rambut di urai bebas itu tiba-tiba, badannya sontak menjauh.


"Aku suka melihat wanita seperti mu, cantik, lugu, juga manis" tangan Eric yang hendak mengelus pipi Hana namun sebuah tangan kekar dan besar menahannya.


"Kurasa tanganmu terlalu lancang." Hana tersentak saat tau yang datang ternyata adalah Satria.


"Hentikan!"


Satria menarik kuat tangan Hana agar berdiri dan ditempatkan dibelakang tubuhnya, agar laki-laki gila didepannya tidak semakin lancang menyentuh Hana.


"Posesif sekali."ujar Eric berdecak pelan.


"Terserah!" Satria menarik tangan Hana dan dan membawanya pergi dari sana.

__ADS_1


"Sampai juga lagi cantik." Eric melambaikan tangannya dengan senyum bodoh tercetak dibibirnya.


***


Hana meringis kesakitan saat Satria mencengkram dan menarik tangannya, membawanya masuk kedalam hotel.


Bruk


"Jadi begitu caramu? Menggoda laki-laki lain? Sejak kapan kamu punya ilmu pelacur seperti ini, hah?"


Hana tersentak, "A-apa maksudmu?"


"Tidak usah pura-pura lugu, aku muak melihatnya. Tunjukkan padaku seberapa murahnya dirimu? Sudah berapa kali kau bersetubuh dengan laki-laki itu?! Sudah berapa kali lu–


Plak


Nafas Hana terengah menatap Satria dengan tajam, tangannya bahkan memerah karena sehabis menampar kuat pipi Satria membuat wajah laki-laki itu tertoleh kesamping.


"Sudah cukup! Hentikan semua ini. Sudah terlalu banyak luka yang aku dapatkan selama ini, belasan tahun aku bertahan dengan harapan yang tidak akan pernah menjadi nyata. Berhenti melakukannya, aku diam bukan berarti aku tidak bisa marah. Aku selalu ingin marah setiap mendapatkan perlakuan tidak adil dari kamu tapi aku tidak bisa, selama belasan tahun ini aku sudah cukup sabar untuk menerima semuanya tapi kali ini tidak! Aku sudah lelah, aku tidak bisa menahannya lagi. Aku tidak bisa terus bersikap kuat padahal aku hancur bukan main, hidupku sudah hancur sejak menikah dengan kamu, namun aku bertahan hanya sebuah cinta sebelah pihak, kali ini aku tidak kuat lagi."

__ADS_1


"Aku menyerah, aku lelah, aku ingin kita bercerai."


__ADS_2