Bukan Aku Pilihannya

Bukan Aku Pilihannya
19


__ADS_3

Hana terdiam di balkon kamar, menatap lampu-lampu malam yang menyala terlihat begitu indah. Pikirannya tengah kalut saat ini. Satria yang kembali datang di kehidupannya membuat pertahannya terguncang, selama setahun Hana berusaha dan kini Satria dengan seenak jidatnya datang dan mengklaim bahwa Kenan anaknya, rasa takut kian memenuhi pikirannya.


Hana tersentak saat sebuah tangan melingkar di pinggangnya.


"Mau cerita, heum?" tanya Lucas, menyimpan dagunya di pundak Hana. Mencium leher itu dengan lembut.


"Sayang, dia kembali?" Lucas terkekeh pelan, membalikan badan Hana yang menegang menghadapnya.


"Lucas–


"Kamu sudah jadi milikku, Hana. Kamu tidak bisa kembali padanya." Hana mengerti. Lucas takut, Hana tau jika Lucas begitu mencintainya, tatapan mata membuktikan segalanya.


"Kenan anakku, dan kamu istriku. Hana." pungkasnya terdengar sangat mutlak.


"Iya, Kenan anak kamu dan aku istri kamu. Aku tidak akan kembali padanya."


Apakah benar? Apakah Hana sanggup?


"Aku juga tidak akan membiarkan itu terjadi, dia sudah melukai kamu. Dan itu sudah lebih cukup." tangan Lucas terangkat untuk mengusap belakang leher Hana.


"Semua ini milikku." Hana tersentak saat Lucas menarik pingganggnya dan memeluknya erat, mata tajam itu menatap kearahnya kemudian turun menatap bibirnya, dan benar saja tak lama kemudian. Lucas sudah menempelkan bibir keduanya.


"Kali ini kamu harus hamil anakku, agar Satria tidak berani mengambil kamu dariku." Lucas mengangkat tubuh Hana dan membawanya kedalam kamar.


Lucas tau Satria, dia sengaja meminta ajakan kerja sama dengan perusahaan milik Satria. Lucas ingin melihat rupa Satria, Lucas ingin tau seperti apa laki-laki yang dicintai Hana-nya. Saat pertama kali bertemu, Lucas melakukan sedikit sandiwara seolah-olah dia tak mengenal Satria, bahkan dia tau bahwa Satria selalu memandang Hana.


Lucas juga tau bahwa Hana masih menyimpan perasaan kepada Satria meski selalu di tepis wanita itu, Lucas ingin egois. Dia tak akan membuat Hana kembali pada Satria, kini Hana hanya miliknya dan dia akan berusaha untuk membuat Hana hamil anaknya agar Hana tak bisa kembali pada Satria.


"L-lucasshh!"


Hana menjerit sakit saat Lucas secara tak sadar mempercepat temponya seperti orang kesurupan membuat Hana menjerit kesakitan, Lucas tersadar bahwa dia sudah melukai Hana dan memelankan temponya.


Tangannya terangkat untuk mengusap wajah Hana dan keringat yang ada di sekitar pelipis Hana dan diciumi kening, mata, hidung dan terakhir bibir.


Hana tau bahwa Lucas tengah marah saat ini, namun laki-laki itu menahan emosinya. Lucas tak pernah menyakiti Hana sedikitpun, perasaannya sangat tulus, dia mencintai Kenan juga Hanan.


"L-lucasshh!"


"Hanahh."


Keduanya saling menyebut nama di saat sampai pada, Hana merasakan hangat di perutnya. Lucas menyimpan wajahnya di dada Hana, mengatur nafas.


"Maaf, sayang." bisik Lucas mencium kening Hana yang sudah terjatuh dalam tidurnya.

__ADS_1


***


Satria tidak tinggal diam, dia mencari semua bukti tentang Hana. Dia mencari dimana Hana melahirkan bayinya, Satria yakin seratus persen bahwa Kenan adalah anaknya, anak kandungnya bersama Hana. Saat melihat Kenan, Satria merasakan perasaan rindu yang begitu kuat, jika benar itu anaknya apakah Satria bisa mengambil Hana kembali padanya?


Satria egois bukan? Ya, memang. Dia sangat egois, naif dan manipulatif. Satria manusia paling licik, dia akan mendapatkan apa yang dia mau dengan cara apapun, bahkan dengan cara kotor sekalipun Satria akan melakukannya.


Kini Satria dengan senyum lebar dibibirnya berjalan menuju hotel yang dia pesankan untuk menemui Hana, Hana mengatakan bahwa dia ingin bertemu dan Satria memilih hotel untuk keduanya bertemu dengan dalih agar tidak diketahui Lucas.


"Hai, sudah lama menunggu?" Satria memasuki hotel melihat Hana yang sedang duduk di kursi sofa.


"Langsung saja ke intinya, aku tidak mau kamu muncul di depanku lagi. Aku ingin kamu pergi dan jangan ganggu hidupku lagi, Kenan anakku dan Lucas." tegas Hana, yang membuat Satria berdecak tak suka.


"Berhenti berbohong, Hana! Aku sudah tau semuanya." Satria melemparkan sebuah map diatas meja kaca didepannya.


"Ini buktinya kalau Kenan adalah anakku, aku ayah biologisnya." tekan Satria membuat wajah Hana terlihat pucat pasih mendengarnya, dia mengambil map tersebut dan membukanya.


Matanya membelalak sempurna saat membaca setiap barisan kata yang ada di kertas putih itu, wajahnya terlihat pucat dan tangannya gemetaran.


"Bohong, ini bohong!" Hana menyobek kertas tersebut membuat Satria menggeram kesal.


Satria mendekat dan memegang kedua bahu Hana, "Lepas." tekan Hana menepis tangan Satria.


"Kamu egois, Hana. Menjauhkan anak dari ayahnya?" Hana menggeleng lalu mendorong tubuh Satria.


"Untuk apa aku menjauhinya, Lucas ayah–


"Katakan padaku, Hana. Aku ayahnya Kenan." Satria mencengkram bahu Hana.


"Katakan, Hana!"


"Kenan, anak Lucas!" teriak Hana membuat Satria mendorong tubuh Hana jatuh ke sofa lalu menindihnya.


"Apa yang kamu lakukan, Satria! Menyingkir dari atas ku." teriak Hana berusaha mendorong tubuh Satria dari atasnya.


"Aku ayah Kenan, kan? Katakan, Hana!" tegas Satria, yang kini mulai mengendus area leher Hana membuat wanita itu bergetar ketakutan saat Satria menjilati pangkal lehernya.


"Satria, lepas!"


"Katakan, Hana!" tangan Satria kini dengan kurang ajarnya mengelus perut ratanya kemudian naik keatas dadanya.


"Satria, lepas! Aku sudah punya suami!" mendengar kata suami dari mulut Hana, membuat Satria semakin panas karena terbakar api cemburu.


"Aku tidak peduli, memangnya kamu tidak merindukan aku?" Satria mencium dan menjilati kuping Hana.

__ADS_1


"Satria!"


"Katakan Hana jika kamu merindukan aku."


Mata Hana terpejam saat tangan Satria mengusap dan memijit dadanya, bayangan Lucas kini mulai menghantuinya. Hana semakin panik saat Satria mulai membuka kancing bajunya.


"Aku mencintaimu dan Kenan, menikahlah denganku, Hana."


Hana tersentak, dan mendorong tubuh Satria sekuat tenaga.


"Ya! Kenan memang anak kandung kamu, kamu ayahnya. Kamu ayah kandung, Kenan." teriak Hana sambil menutup wajahnya yang berlinang air mata.


Rasa bersalah kepada Lucas semakin besar saat dia hampir saja membiarkan mantan suaminya menyentuh tubuhnya.


Satria seketika tersenyum puas mendengarnya.


"Sejak kapan?"


"Saat kita sudah bercerai, aku sudah hamil tiga bulan."


"Kamu menyembunyikannya semua dariku." Satria berdecak pelan.


"Memangnya apa kamu peduli? Dulu saja kamu sangat membenciku, saat kita bercerai dan pergi ke Jepang tinggal bersama Fanny dan suaminya. Aku bertemu Lucas, dia membantuku saat-saat aku sedang hamil besar, dia membantuku setiap saat, menemaniku saat Kenan melihat dunia."


Bibir Hana terangkat membentuk senyuman saat mengingat Lucas yang menangis melihat Kenan yang baru saja keluar dari perutnya.


"Menikah, ayo kita menikah kembali."


"Kamu gila?!"


Satria mengendikkan bahunya acuh dan kembali duduk disamping Hana.


"Lagipula Desi mandul, aku mau anak, Hana. Kenan adalah anakku, aku berhak atasnya."


Hana menggeleng kepalanya tidak percaya. "Kamu memang bajingan, Satria. Membuang setelah bosan, Kenan sudah punya ayah, dan itu adalah Lucas. Dia tidak butuh kamu sebagai ayahnya."


"Jika Kenan tidak, lalu kamu butuh aku sebagai suamimu. Hana aku tau kamu pasti masih mencintaiku." tangan Satria terangkat untuk mengusap lelehan air mata yang mengalir deras di pipi Hana.


"Aku mencintaimu, Hana."


"Amel juga butuh kamu sebagai, ibunya."


Hana terdiam saat mengingat Amel, dia sangat rindu pada putrinya itu, sangat merindukannya.

__ADS_1


"Kembalilah, kembalilah padaku. Hana."


Keduanya saling bertatapan satu sama lain, tatapan yang begitu sulit di artikan.


__ADS_2