Bukan Aku Pilihannya

Bukan Aku Pilihannya
21


__ADS_3

Hana tengah menyusui Kenan sambil menonton acara televisi, anak itu dari tadi rewel dan tidak mau minum susu formula, karena Hana tak tega jadi dia memberikan asi, toh ini memang untuk anaknya.


Ceklek


"Loh, sudah pulang? Cepat sekali, kamu rindu sama aku ya sampai pulang cepat." Hana terkekeh pelan melihat Lucas yang datang, padahal laki-laki itu baru berangkat kerja beberapa jam yang lalu.


"Sayang, Desi mencoba untuk bunuh diri."


Brak


Remote televisi yang dipegang Hana tiba-tiba terjatuh, wajahnya pucat pasih mendengar ucapan Lucas. Desi mencoba bunuh diri? Apa yang sudah terjadi?


"B-bagaiman bisa? Apa yang sudah terjadi? Bagaimana kondisi Desi sekarang? Aku mau menemui Desi, tolong bawa aku ke Desi, Lucas."


Lucas menghampiri Lucas, memegang bahu istrinya itu yang tampak linglung khawatir. "Tenangkan diri kamu, Hana. Tenang jangan tergesa-gesa, Desi sudah dibawa ke rumah sakit."


Hana mencoba mengatur nafasnya yang sempat tak beraturan, "Lucas, tolong bawa aku menemuinya."


"Iya kita kesana sekarang, bawa juga Kenan. Helena ada keluar, tidak mungkin kita membiarkan Kenan sendiri disini." Hana mengangguk dan segera bergegas.


***


Apa yang dipikirkan Desi saat itu? Dia sangat hancur. Hancur saat mengetahui bahwa anak dari mantan istri dari suaminya itu ternyata darah daging suaminya.


Desi tau, dia mengikuti Satria. Dan, ya!


Anak itu adalah anak Satria, Desi semakin takut Satria akan pergi dari, apalagi dengan kondisinya yang tidak bisa memberikan keturunan lagi untuk Satria. Dia dinyatakan mandul satu tahun yang lalu.


Desi hancur saat tau bahwa Satria mencoba mengajak Hana untuk kembali bersama, dia hancur saat melihat seberapa besar keinginan Satria untuk membawa Hana kembali padanya. Desi mencintai Satria, sangat mencintai, mereka sudah mengenal sudah sangat lama dan kini rasanya sangat saat tau bahwa Satria perlahan berpaling dan bosan padanya.


Desi marah, tidak rela dan kecewa. Maka saat malam itu kembali dari hotel meninggalkan Satria dan Hana, malam itu Satria tidak pulang, dan saat itu Desi semakin marah, pikiran negatif bermunculan di otaknya.


Bagaimana jika Satria tidur dengan Hana? Bagaimana jika Desi di buang begitu saja bagaikan sampah?


Desi frustasi dengan pikirannya sendiri, saat itu Desi hilang akal dan mengambil cutter lalu menyayat tangannya dengan tubuh yang tenggelam didalam bathtub berisi air.

__ADS_1


Ketakutan terlalu menyelimutinya sampai-sampai membuat Desi mencoba bunuh diri.


Desi menyayangi Hana seperti adik kandungnya sendiri, tak pernah mempermasalahkan kehadiran Hana sejak dulu. Dia senang bisa kenal dengan wanita itu karena bisa memiliki teman, namun perlahan sikap Satria membuat Desi iri.


Desi ingin seperti Hana, namun sadarkah jika Hana sejak dulu ingin menjadi dirinya? Ingin juga dicintai Satria seperti Desi, tapi Hana yang mendapatkan ketidakadilan.


Dan saat ketika Desi mendapatkan apa yang dulu Hana dapatkan, nyatanya dia lemah, dia tidak sekuat Hana.


Dia bukan Hana yang kuat, yang bisa menjalani semuanya sampai mendapatkan kebahagiaannya. Hana yang kuat, dia bahkan selalu tersenyum dan tak pernah sekalipun mencoba untuk mengakhiri hidupnya.


Namun Desi, dia bukanlah Hana. Dia bukan manusia yang bisa menahan sakit ini, Desi tak terbiasa dengan ini, dia lemah.


***


Hana memandang Desi dengan tatapan iba, tangannya terulur mengusap kening Desi dengan lembut. Air matanya menetes tanpa disuruh, Lucas yang berdiri disampingnya nampak mencoba menguatkan Hana dengan mengusap punggung bergetar itu.


"Desi mungkin istri kedua dari suamiku dulu, dia yang dicintai Satria. Tapi aku dan dia berteman, dia adalah teman baikku saat dirumah. Desi adalah orang yang akan mengobati lukaku saat aku terluka, dia selalu siap siaga. Desi selalu bangun tengah malam hanya untuk memberikanku bantal, selimut dan kasur agar aku tidak tidur kesakitan, dia orang yang baik, hanya saja dia terjebak dengan posisi yang harusnya tidak dia dapatkan."


Hana tersenyum mengingat saat dirinya dan Desi selalu berbincang sambil menyiram tanaman bersama, atau bahkan menghabiskan waktu bersama.


"Sayang."


"Lucas, Desi orang baik." isak Hana masuk kedalam pelukan Lucas.


"Yah, dia orang baik."


Satria terdiam memandang dari luar jendela, dia melirik kearah Kenan yang berada di gendongannya. Satria mendudukkan tubuhnya dikursi tunggu, menatap wajah bayi berusia satu tahun lebih itu yang sibuk bermain dotnya.


"Hey, kamu mengenalku tidak?"


Kenan nampak menatap Satria sekilas, kembali sibuk memainkan dotnya. Satria terkekeh namun matanya mulai berair.


Satria sadar, dia sudah membuat dua malaikat baik tersakiti. Satria menyakiti Hana dan juga Desi sekaligus, Satria manusia paling brengsek sedunia bahkan semesta pasti akan mengutuknya dengan seluruh yang telah dia lakukan, kejahatannya. Perilaku buruknya kepada Hana dari dulu, bahkan Satria selalu melukai fisik dan mental Hana secara bersamaan, Satria juga secara tidak langsung telah menjauhkan Amel dari ibunya, Satria sangat salah besar saat ini.


"Satria?"

__ADS_1


Satria mendongak melihat Hana dan Lucas, Satria menunduk dan Hana terkejut saat tiba-tiba Satria membungkuk tepat dibawah kakinya.


"Satria, apa yang kamu lakukan?!" Hana mundur beberapa langkah.


"Maaf, Hana. Maafkan aku karena sudah melukai kamu, melukai fisik dan mental kamu. Menjauhkan diri kamu dari Amel, aku sudah menghancurkan kamu, maafkan aku, Hana. Kamu boleh memukul aku, aku berhak mendapatkannya, aku mohon maafkan aku, Hana."


Hana terkejut, namun tubuhnya bergerak memegang kedua bahu Satria untuk bangun. Bahkan Kenan masih ada dalam gendongan Satria nampak bingung.


"Satria, aku sudah memaafkan kamu, sejak dulu."


Satria menatap Hana sendu. "Hana, aku manusia brengsek, kenapa kamu bisa memaafkan aku begitu saja? Kenapa kamu sebaik ini."


Hana tersenyum, "Memaafkan, kadang-kadang bukan karena kita terlalu baik tapi karena hati tak mampu lagi diisi dengan kebencian. Hidup terlalu singkat untuk diisi dengan benci dan buruk sangka sesama kita."


"Satria, yang lalu biarlah berlalu. Bukalah lembaran baru dalam hidupmu dan bangunlah kebahagiaan bersama Desi, dia mencintaimu. Desi begitu tulus denganmu, jagalah dia dan jangan sakiti dia, biarlah masa lalu itu menghilang dengan waktu."


Satria menunduk dengan air mata yang kian menetes, kamu harusnya malu, Satria. Malu karena telah menyakiti malaikat seperti Hana dan Desi yang selalu tulus memberikannya cinta dan kasih sayang, kenapa mereka begitu baik pada Satria?


"Pa~pa."


Satria tersentak saat mendengar suara itu, dia menatap kearah Kenan. Bayi itu tersenyum kearah Satria, tangan mungilnya terangkat mengelus pipi Satria yang berair.


"Papa."


Kenan menggelengkan kepalanya seolah dia melarang Satria untuk menangis, Satria tersenyum melihat kearah Hana dan Lucas.


Perlahan Hana sadar, bahwa bahagia tidak selamanya dengan cinta pertama. Pada akhirnya dia bahagia dengan pilihan terakhirnya, dengan apa yang takdir pilihkan. Luka, air mata. Hana melewati semuanya dengan memegang kepercayaan kepada Tuhan bahwa ia yakin kebahagiaannya pasti datang.


Untuk mencintai, kamu harus memiliki kekuatan. Kekuatan melawan amarah dengan kesabaran dan kekuatan memaafkan dengan ketulusan.


Memaafkan dan mengikhlaskan adalah jalan terbaik dalam hidup.


Jika saatnya tiba, sedih akan menjadi tawa, perih akan menjadi cerita, kenangan akan menjadi guru, rindu aka temu, kau dan aku menjadi kita.


Terkadang, pertemuan dan perpisahan terjadi terlalu cepat. Namun, perasaan tinggal terlalu lama.

__ADS_1


Mungkin inilah akhirnya, akhir dari semua kisah yang menyakitkan ini.


__ADS_2