
Tiupan ombak yang terus berkejaran di tepi pantai menjadi tempat yang paling nyaman bagi Krisna menenangkan dirinya saat ini. Rasa gelisah begitu terus menghantui pikirannya. Entah mengapa pertemuannya dengan sosok Dila begitu cepat membuat hati seorang polisi tampan ini tergila-gila. Bahkan dengan status pernikahan pun ia masih merasa takut kehilangan Dila.
Di sini Krisna duduk termenung saat meyakini jika di dalam sana Dila tengah terlelap sehabis menahan rasa sakit yang luar biasa. Wanita itu seperti kehilangan tenaga.
Pandangan nanar milik Krisna terus memperhatikan suasana sejuk di tepi pantai itu.
“Haruskah aku menyerahkan Dila? Tapi aku begitu mencintainya. Aku begitu membutuhkan istriku.” ujarnya bergumam sendiri.
Bayangan akan hidup dengan kesendirian kembali membuat Krisna enggan melepaskan Dila.
“Dila sudah aku selamatkan dan rawat hingga saat ini. Yah, dia istriku. Dia milikku.” Pria itu bergerak melangkah ke dalam rumah. Ia menuju salah satu ruangan yang menjadi tempat penyimpanan beberapa barang penting miliknya. Termasuk berkas sang istri yang baru ia temukan di kota sebelum kepundahannya ke pulau ini.
Tak sadar jika dari luar samar ada sosok yang tengah berjalan mencari keberadaan sang suami. Dila terus melangkah keluar kamar. Matanya beberapa kali mengerjap berusaha melihat dengan mata yang jelas.
“Kemana dia?” tanya Dila dalam hati. Krisna tak nampak di sana sini. Hingga ia melihat sebuah pintu yang terbuka kecil.
“Oh mungkin dia di sana.” ujarnya menduga. Sebab itu adalah ruang kerja sang suami yang belum di susun dengan rapi.
Perlahan Dila pun melangkah mendekat hingga ia urung untuk membuka pintu kala melihat sang suami yang tengah berkomunikasi dengan seseorang.
“Usahakan tidak ada yang bisa menjangkau pulau ini. Yah, kau urus semua tentang berita itu. Setidaknya pulau ini akan menjadi tempat yang aman untuk istriku. Jika tak ada cara lain maka satu-satunya adalah aku akan menetap di sini demi istriku.”
“Iya, aku tahu. Tapi ingatan bisa pulih maka ingatan bukan tak mungkin jika tidak bisa pulih juga.”
__ADS_1
Begitulah perbincangan singkat yang terdengar oleh Dila. Saat panggilan terputus, Dila pun sadar jika ia harus kembali ke dalam kamarnya.
Buru-buru wanita itu berlari masuk. Pikirannya semakin kacau saat ini. Dila berbaring dengan mata yang tertutup.
“Ada apa sebenarnya? Apa hubungannya pulau ini dengan ku? Mengapa tempat ini yang paling aman? Siapa aku?” Berbagai pertanyaan bersarang di benak Dila.
Sekali pun tak ada prasangka buruk pada sang suami. Namun, entah mengapa ia merasa Krisna menyembunyikan sesuatu darinya.
Dila pun tampak mulai berpikir. Segala bayangan yang sering melintas di pikirannya dan hubungan mereka sampai harus pindah tempat tinggal begitu menjadi tanda tanya besar untuk wanita ini.
“Ayo ingatlah, Dila. Siapa aku? Apa Krisna sudah tahu siapa aku?” tanyanya kembali dalam hati.
Kali ini Dila ingin sekali masuk ke dalam ruangan sang suami. Ia yakin di dalam sana pasti sebuah jawaban yang ia pertanyakan ada.
Hingga lamunan dalam pejaman mata itu buyar seketika kala suara pintu terbuka dari luar.
“Sayang? Dila?” Panggilan dua kali dari Krisna sama sekali tak ingin Dila jawab.
Ia ingin menenangkan diri dengan tidak bicara apa pun pada pria di depannya kini.
Pelan Krisna mendekati tempat tidur. Ia pun ikut merebahkan tubuh di samping sang istri. Merasakan jarak dekat, tiba-tiba saja Dila refleks menjauh. Ada perasaan tak nyaman kala mereka berdekatan.
“Bagaimana apa masih pusing?” tanya Krisna yang melihat mata sang istri terbuka lebar. Bukannya menjawab, Dila hanya menggelengkan kepala saja.
__ADS_1
“Aku baik-baik saja.” tuturnya.
Krisna kembali mendekati sang istri namun Dila kembali menjauh lagi. Sontak hal itu membuat Krisna mengerutkan kening dalam.
“Ada apa, Sayang?”
“Tolong jangan dekat-dekat. Aku sedang panas.” jawab Dila cepat dan bergegas meninggalkan tempat tidur. Ia memilih keluar dari kamar meninggalkan sang suami yang terheran.
“Ada apa dengannya? Dila belum mengingat semuanya kan?” Krisna kembali takut dengan apa yang ia pikirkan.
Pria itu pun bergegas mengikuti kemana sang istri pergi. Tanpa di duga jika wanita itu saat ini tengah dalam posisi yoga di tepi pantai.
Hal yang tak pernah Krisna lihat selama ia tinggal bersama sang istri. Kasar ia meneguk salivahnya. Sedikit tingkah Dila membuatnya sangat was-was saat ini.
Kegiatan yang secara alamiah ia lakukan tanpa adanya ingatan yang pulih.
Pelan ia pun mendekati sang istri. “Sejak kapan kamu mengetahui Yoga?” tanyanya dengan penasaran.
Lama Dila tak menjawab.
“Sayang, aku sedang berbicara.” tuturnya kembali dengan nada lembur.
“Ini pertama kali. Entah aku merasa ingin melakukan hal ini saja.” jawaban yang tidak begitu singkat Dila lontarkan.
__ADS_1