Bukan kekasih SIMPANAN

Bukan kekasih SIMPANAN
Jiwaku hilang bersamamu


__ADS_3

"Aku merasa tubuhku seperti terpecah dan tak tahu kemana arahnya,namun yang kulihat hanyalah bayanganmu yang kini harus kurelakan menjauh,, mampukah aku menjauh...”




"*Kak Robert, apakah harus seperti ini kita*...” Ell' berusaha menahan emosinya.



"Haii Elora, sendirian saja aku temani ya.”



Ahhaa ”kak Sham. Thank you kak, aku juga sendirian nih karena suasana di dalam cukup bising.”



"Ohh gitu! ia betul.”


”Ohh iya Ell, kamu kok sampai sekarang masih belum punya pacar juga? apakah nona Elora terlalu pemilih?” hmm



Ahh ”tidak kak Sham.. itu hanya perasaan kakak saja aku bukan perempuan seperti itu. Hanya saja aku terlalu fokus dengan pekerjaanku jadi aku takut aja gitu gak bisa bagi waktu.”



"Ell' kita sudah bekerjasama cukup lama,sampai aku tidak peka dan tidak tahu tentang perasaan kamu, kamu yang suka makan ikan goreng tiap hari hahaa..."



Ahh ”kak Sham ada ada saja, iya aku tahu tapi kak aku capek terlibat perasaan yang hanya bisa menyakitiku.”



"Iaa Ell maaf aku terlalu ikut campur yah.” Sesal Sham.



”Iaa tidak apa-apa kak.”



"Selamat siang Sham dan Elora, hanya berdua saja ini.” Ucap Robert yang baru saja tiba di hadapan mereka.



”Ohh ia Sham, kamu tolong rapikan data-data yang kemaren.”



”Oke baik pak, aku duluan yah Ell, bye!”


Sham bergegas pergi, sementara Ell masih menghabiskan makanannya sementara itu Robert langsung duduk berhadapan dengannya.



"Eloraku sayang, kok kamu cuek banget?”



”Ohh tidak apa-apa kok, pak Robert.”



"Bahkan sedang berdua pun kamu masih memanggilku pak?”



”Kita sedang di lokasi kantor!” tukas Elora.



"Aku tahu Ell..”



”Aku balik kerja dulu, silakan anda urus saja urusan anda sendiri, mulai sekarang jangan cari saya lagi.”



"Elora bagaimana mungkin aku bisa menyakiti kamu untuk kedua kalinya tapi aku tak sanggup melihat mama harus marah sampai masuk rumah sakit hanya karena hubungan kita.†


”Apakah aku harus merelakan seseorang yang akan aku nikahi dan tidak berjuang lagi?”



”Semua pun berlalu dan berjalan dengan semestinya”



Elora diam-diam mengetahui semua yang terjadi karena dia masih mengingat wajah perempuan yang dijodohkan oleh orangtuanya Robert.



•••



Permisi pak Robert, ini berkas-berkas yang bapak minta kemaren.”



"Ohh iaa Elora, thank you atas kerja kerasnya nanti sore kamu boleh ambil bonus kerjamu yah.”



”Baik pak Robert.”



Hubungan diantara keduanya, hanya sebatas rekan kerja biasa namun Robert hanya masih bisa memperhatikan Elora dari jarak jauh.



Hemmpp...


”*Pekerjaanku cukup melelahkan juga beberapa bulan ini sampai-sampai aku lupa kalau aku sebenarnya sedang terluka parah*..” gumam Elora dalam benaknya.


__ADS_1


Ell melihat pesan dari Robert.



"*Elora, sampai kapan pun aku tak akan melepaskanmu bagaimanapun caranya kita harus selalu bersama sekalipun aku sudah bertunangan dengan perempuan yang dijodohkan itu tapi aku mau kita terus bersama*". **Robert**.



”*Gila... tidak mungkin aku tak akan jadi perusak walaupun sebenarnya hubunganku yang rusak tapi aku tak sampai hati merusak hubungan keluarga mereka*..”


”*Apa aku harus pergi sekarang*?”



Elora dilanda dilema berat atas apa yang sedang dia alami.



”Hallo pak Anton saya mau bicara dengan bapak..--”



Ell' menelpon Anton direktur pertama kantornya dan membuat janji untuk bertemi langsung di suatu tempat.



\*\*\*



"Elora ada apa kenapa tidak biasanya kamu minta bertemu bagaimana keadaan kantor?”



”Ohh semua baik pak, tapi saya mau bicara hal yang penting kalau saya mau resign pak. Karena saya ingin melanjutkan S2 saya dan..--”



Ell mencoba meminta bantuan dari Anton karena dia tahu Robert tidak akan melepaskannya.



"Nanti kita akan bicarakan lagi..."



Mereka pun berpisah, sementara itu Anton melakukan pertemuan khusus bersama Robert.



\*\*\*



"Bagaimana mungkin seperti itu pak Anton, atas wewenang apa bapak memberi saran begini bukankah bapak sudah punya urusan sendiri!”



”Ia pak Robert tenang dulu dengarkan penjelasan saya!” tukas Anton




"Saya tidak menginjinkannya resign, apa pun alasannya kecuali saya yang minta dia resign.” tegas Robert.



"ohh baik pak robert saya mengerti.”



"Bagus sekali kamu Elora, sampai segitunya kamu ingin meniggalkanku.”


Robert sangat marah setelah mengetahui semua itu.



•••



Beberapa hari kemudian...



Robert menelepon Elora sesegera mungkin.



"*Elora, malam ini kakak mau kamu ikut kakak ke sebuah acara pesta pokoknya langsung siap-siap, kakak akan jemput titik*!”



”Tapi...”


Hmmm ”selalu sesuka hatinya tapi yasudahlah aku ikut saja dulu lagi pula sebentar lagi aku akan pergi jauh...”



\*\*\*



Mereka berdua pun pergi ke salah satu pesta yang telah dibicarakan oleh Robert.



"Kamu tidak perlu takut, cukup berada di samping kakak saja, oke!” Robert berusaha menenangkan hati Ell.



Hmm ”iyaa.”



"Mam, pa, aku datang.”



”Apa-apaan kamu Robert?”

__ADS_1



”Kenapa kamu bawa perempuan ini? kamu akan segera menikah dengan Merry dan kamu seharusnya tahu diri aku tidak merestui hubungan kalian!” bentak ibu Robert tepat dihadapan Elora sementara Elora hanya tertunduk malu.



"Ma, cukup ma.“



”Kamu anak durhaka Robert! kamu ahh...”



"mama...”


Semua ricuh seketika saat marah karena kedatangan Elora ibunya Robert jatuh pinsan.



”*Ya Tuhan aku harus bagaimana*?”


Ell' hanya terdiam kaku tanpa suara sementara semua sibuk memanggil dokter dll.



”Elora aku harap kamu tahu posisi kamu sekarang, kalau ada apa-apa dengan mama kamu akan tanggung akibatnya, lebih baik mulai saat ini tinggalkan Robert selamanya.”



Pada saat itu juga Ell harus menerima perlakuan tidak menyenangkan dari saudari Robert.



"Elora, kakak akan antar kamu pulang.”



”Tidak perlu. Robert ikut tenangin mama saja biar aku yng antar calon ipar kita ini.”



"oke thank you.”


Ell pulang namun menggunakan taxi yang dipesankan oleh saudari Robert.



•••



Beberapa hari kemudian keluarga Robert mengajak Elora untuk bertemu.



”Elora, jujur aku sangat prihatin dengan hubunganmu bersama saudaraku, tapi aku mau kamu pergi dari kota ini. Aku denar kamu ingin melanjutkan S2 mu ke luar negeri, dan ini kesempatanmu, kamu akan mendapatkan tempat tinggal bagus juga bisa sambil bekerja dengan syarat kamu pergi tinggalkan Robert.”



Sejenak semua berada dalam suasana hening.



”Baik kak, aku akan pergi jauh.”


Sementara itu Ell menangis di depan saudara Robert.



”Maafkan keluarga kami Elora, aku sangat prihatin dengan keadaan kalian, tapi disisi lain keluarga besarku juga tidak mungkin terlupakan dan besok kamu harus pergi aku sudah urus semua pasportmu dan---”



\*\*\*


Akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu pun tibalah sudah... Elora akan berangkat untuk melanjutkan pendidikannya ke luar negeri.



”*Aku tidak menyangka bisa melanjutkan impianku tapi dengan meninggalkan kenangan yang sangat menyakitkan ini*.”



”Selamat jalan Elora, sukses selalu.”



Elora pun pergi ke Inggris untuk melanjutkan pendidikan lanjutnya.



*Sementara itu*...



\*\*\*



"Kenapa kalian begitu jahat padaku ma, pa... kenapa?”



Robert pun mengetahui kepergian Elora, namun dia tidak bisa mencari akses kemana Elora pergi.



”Ma, Robert akhir-akhir ini sering pergi ke club malam dan pulang dengan penuh bau alkohol.”



Heemm... ”apakah aku sudah salah mendidiknya kenapa bisa seperti ini aku pikir akan baik-baik saja dengan berjalannya waktu tapi ternyata membuat keadaan Robert semakin buruk...”



”Sudahlah ma, mungkin ini akan menjadi sebuah pembelajaran untuk kita.”



Demikian rumitnya perjalanan cinta Robert dan Elora yang harus terpisah jarak yang cukup lama akankah Robert mampu melupakan Elora.

__ADS_1


__ADS_2