
"Debaran jantung yang sulit tuk kukendalikan, namun selalu kusembunyikan darimu, maafkan rasaku padamu yang terlalu dalam..."
•••
”Oke, semuanya bisa berkumpul seperti ini, sungguh waktu yang sangat langka, ditambah lagi Robert harus sibuk mengurus perusahaan hingga tak ada lagi waktu makan bersama..-”
Suasana keakraban diantara keluarga besar Robert.
"Ma, pa aku mau membicarakan suatu hal yang penting untuk kita semua karena ini pertemuan keluarga kita jadi sekalian aku umumkan sesuatu".
”Ohh iyaa silakan nak sambil makan saja.”
"Baik semuanya malam ini aku perkenalkan Elora' dia adalah pacarku aku sangat serius jadi mohon restunya.” tegas Robert
"Ohh itu yang mau kamu umumkan?
Mama pikir suatu hal yang penting sekali Robert.”
"Iya pentinglah ma, ini menyangkut masa depanku lagipula sekarang umurku sudah hampir tiga puluh tahun selama ini aku fokus dengan study dan karir sudah saatnya aku memikirkan calon--”
Okehh kita lanjutkan dulu makan malamnya nanti dingin!” sela ibu Robert
Melihat suasana yang cuku tegang Ell hanya bisa berusaha bersikap tenang walau sebenarnya Ell menyadari kehadirannya tidak diharapkan.
”Jadi, apa rencanamu ke depannya Robert?”
"Aku mau menikah pa, ma...”
”Apaaa?”
”Robert jangan terlalu banyak bercanda jangan secepat itu memutuskan mama dan papa saja belum--”
”Mah cukup.” Sela ayah dari Robert
”tapi pap...”
"Robert ini sudah malam lebih baik kamu antar Elora pulang dulu kapan-kapan kita akan lanjutkan pembicaraan ini.” tegas ayah Robert
"Ohh iaa besok kami harus bekerja.”
”Tante, om semuanya kami pamit dulu, selamat malam ”
”Baiklah, hati-hati dijalan.”
***
__ADS_1
"Sayang kenapa dari tadi diam saja?”
”Aku hanya sedikit kelelahan kak.”
"ohh begitu besok semangat kerja yah kakak sayang kamu.
”Iya kak, thank you..”
"Kita sudah sampai, masuklahh akak pulang dulu".
”Iya, kakak hati-hati yah daaahhh....”
...
Hufzzz ”malam ini cukup menegangkan kenapa aku merasa kurang bahagia, padahal jelas-jelas kak Robert terus terang mengatakan ingin menikahiku tapi melihat ekspresi orangtuanya sepertinya aku bukan--”
Ahh ”sudahlah aku tak boleh berpikir aneh-aneh cukup jalani saja dulu.”
***
Perusahaan Ax.
”Semuanya bekerja keras yah karna kita akan ada proyek besar!”
”Elora akan ikut saya ke luar kota yah bersama Sham juga dan....-”
”Kak Sham yah fokus kerja saja dulu nanti urusan bonus itu gampang hehehee...” tukas Elora pada Sham.
”Ell besok kita on the way pagi loh jadi kamu harus prepare sebaik mungkin! wokeehhhh”
"Siap boss Sham..."
"Besok harus pergi ke luar kota lebih baik aku kabarin kak Robert dulu biar dia tahu."
Elora: "Hallo kak, besok aku pergi keluar kota ada proyek bersama rekan lainnya ia kak i love u too... Daaahhh"
Sekilas percakapan diantara keduanya seakan sama-sama sibuk denga pekerjaan masing-masing mereka.
***
Sementara Ell sibuk diluar kota Robert pun bertemu dengan kedua orangtuanya.
"pa, biar mama yang bicara...
"lohh, ada apa ini ma, pa?”
__ADS_1
”Robert, langsung saja yah, mama tidak setuju dengan keinginan kamu untuk menikahi perempuan itu, ditambah lagi dia yatim piatu,, terus dari keluarga yang sangat biasa."
"Maksud mama, aku harus meninggalkan Elora?"
Hmm, "itu kalau kamu emang anak yang berbakti." tukas ibunya
"Ma kenapa mama begini?
Elora itu perempuan yang mandiri dan tidak pernah merepotkan.
Jadi, kenapa harus begini ma? tolonglah ma, hargai pilihanku.." pinta Robert.
"Kamu juga harus hargai mama yang sudah melahirkanmu Robert!"
"Ma, sudah cukup,, mama tidak boleh seperti ini..."
"ohhh papa, sekarang lebih membela perempuan yatim piatu itu..."
"Astaga ma..."
"Cukup ma, mama boleh tidak setuju aku sangat menghargai tapi tolong jangan membuat sebutan yatim piatu begitu, itu terlalu kasar ma, ijinkan kami berusaha lagi ma.." pinta Robert.
"Robert!"
"Sejak kapan kamu berani kompromi begini? selama ini kamu selalu menurut banyak perempuan dari keluarga yang seimbang dengan kita!"
"Baik ma, makasih. Kalau tidak ada lagi bahan pembicaraan, aku pergi dulu aku terlalu capek mengurus perusahaan, besok aku juga mau ke luar negeri.. Please ma."
"Yasudah itu saja Robert, mama tahu kamu anak penurut jadi pikirkan semua demi masa depan keluarga kita."
Robert pun kembali ke apartemennya dan terlihat sedang menantinya.
***
"Hallo kak Robert!! sapa Elora
"Hallo sayang kenapa tidak menghubungi terlebih dahulu?"
"Heehe aku membawa kakak oleh-oleh nih tenang saja aku langsung pulang kak."
"ohh gitu repot-repot sekali sayang,"
"Tidak kak.."
"oh ia sayang besok kakak ada perjalanan bisnis ke Vietnam, selama beberapa hari dan akan sangat sibuk kamu baik-baik disini yah."
__ADS_1
"Yasudah sayang hati-hati yah.. Dahhh"
Robert begitu pilu atas kenyataan bahwa ibunya tidak menyetujui hubungannya bersama Elora, namun Robert belum berani berkata jujur.