
"Kau yang memintaku untuk pergi, namun kini kau datang seolah-olah aku yang meninggalkanmu, lalu apakah arti kisah cinta kita selama ini bagimu..."
...
"Elora!" Robert terlihat sangat marah hingga hampir memukul meja.
"Iya, kenapa pak Robert?'
"Cukup kamu Elora, selama ini aku tahan-tahan karena kita dalam suasana bekerja tapi sekarang aku sedang bicara masalah kita berdua!" bentak Robert.
"Apa lagi yang mau dibicarakan bukannya sudah punya wanita lagi!" balas Elora.
"Ohh itu pilihan orangtuaku, bukan aku."
"Oh ya? bagus dong. Tapi terlihat sangat cocok serasi dan serasi."
"Cukup, kamu terlihat sangat biasa apa jangan-jangan kamu sudah apa pacar lagi?" Tuduh Robert, yang membuat Elora kian kesal padanya.
"Apa? Apa sebenarnya maksud nda, pak Robert Lee? kenapa aku malah menerima tuduhan dari anda?"
"Habisnya sikapmu seolah-olah biasa!" Robert yang terlihat kesal.
"Kakak sendiri yang meminta aku untuk melepaskan kakak, lalu sekarang kenapa malah aku disalahkan?"
"Iya aku tahu, tapi aku tidak meminta kamu untuk melupakan semuanya Elora.."
"Sudahlah kak, kakak harus turuti kemauan orangtua kakak." Tegas Elora.
"Keterlaluan kamu Elora, kamu sama sekali tidak ada perjuangan untuk hubungan kita. Kamu mudah sekali menyerah, kupikir kamu wanita yang akan berjuang demi cinta tapi cuma sebatas berjuang karna uang dan pekerjaan."
"Cukup kak, kalau sudah tidak ada lagi aku pulang."
"Hei ingat, kamu pekerjaku jadi kamu tidak bisa seenaknya pergi sementara direkturmu masih ingin bicara." Robert semakin terlihat kesal.
"Baik pak." Sementara itu Elora hanya menangis.
"Elora, malam itu kakak harus menuruti keinginan mama tapi dia pun dipaksa sampai akhirnya dia berani menolak orangtuanya dan sejak itu kakak sadar rasa cinta kakak padamu"
"Elora kamu dengarkan?" tegas Robert lagi.
"Saya sudah selesai makan pak, apa boleh saya pulang sekarang besok jadwal rapat bapak sudah menanti."
"kamu tidak boleh pulang ini perintah."
"Baik pak." Robert memegang tangan Elora dan mencoba menenangkan hatinya namun Elora hanya menangis.
"Dek, kakak minta maaf kalau kakak sudah menyakitimu mari kita awali semuanya dari awal" pinta Robert dengan wajah sendunya.
"Cukup kak jangan lagi aku butuh waktu."
"Oke baik, kakak tidak akan egois kakak tunggu kamu siap, sekarang ayo kita pulang."
Malam itu pun berlalu dan Elora' selalu berusaha menjaga sikapnya selepas dari pertengkaran yg terjadi pada malam itu.
Elora seolah-olah terlihat baik-baik saja dan mencoba merelakan rasa cintanya terhadap Robert.
"Waktu itu kak Robert dengan tenangnya memutuskanku hanya karena keinginan orangtuanya lalu setelah aku melupakan semuanya dia datang lagi dan bersikap seolah-olah aku yang tak berjuang aku yang sangat salah aku harus bisa menghindar.."
***
"Perusahaan AX"
"Elora, mulai saat ini kamu kembali membantu urusan pekerjaan saya karena Robert telah mendapat sekretaris baru"!
"Oke baik pak, senang bisa kembali membantu bapak lagi."
"Iya Elora, mohon bantuannya karena akhir pekan kita akan ke luar kota lagi".
__ADS_1
"Siap pak."
"Thank you Elora atas kerja kerasmu, kamu boleh kembali bekerja".
"Baik permisi pak."
"Yess akhirnya aku lepas dari kak Robert.."
Sementara itu Elora sambil tersenyum bahagia sambil menyeduh tehnya lalu---
"Kamu terlihat sangat bahagia yah sekarang setelah kembali ke bagian pekerjaan lamamu.." ucap Robert yang tiba-tiba muncul.
Mmm "pak Robert, iya pak karena sejak awal saya sudah bersama beliau."
"Ohh begitu yah! tapi jangan salah yah, saya di sini juga wakil direktur jadi bisa saja saya akan meminta bantuanmu."
Seketika itu Robert mengedipkan matanya kepada Elora sementara Elora hanya diam dan berusaha pergi dari pantry.
Saat itu juga Robert sempat memegang tangan Elora sekilas.
"Ada apa sih dengan orang itu, kenapa sekarang kak Robert bisa seperti itu..."
***
"Elora, kita akan segera berangkat, kamu sudah siapakan semuanya kan?"
"Iya pak saya sudah siapkan."
...
"Emm kita belum berangkat nih pak? maaf sedang menunggu siapa lagi pak?" tanya Elora kepada atasannya.
"ohh iaa saya lupa memberitahukanmi karna pak Robert juga ikut serta."
Hah! "Bukannya ini urusan pekerjaan bagian kita yah pak?"
"Ohh baik pak."
"Hallo... Sorry saya banyak mempersiapkan segala hal." Robert yang baru tiba.
"No problem, silakan masuk pak Robert.
Silakan duduk dibelakang saja yah karna saya didepan sambil ngobrol dengan...-"
"Tidak menjadi masalah pak Anton" balas Robert sembari menyeringai kepada Elora.
Mereka pun pergi sementara Anton bersama rekannya duduk bagian depan, Elora' hanya berdua bersama Robert.
"Hallo nona Elora." Robert kembali menyeringai
"Hallo pak Robert," balas Elora datar.
Selama perjalanan Robert diam-diam menggenggam tangan Elora' tentu saja Elora tidak akan mungkin bicara namun Elora berusaha melepaskan akan tetapi Robert terus menggenggam erat sambil tersenyum.
~ ~ ~
Beberapa jam kemudian...
"Baik semuanya kita akan bekerja selama beberapa hari ini, mohon kerjasamanya."
"Baik pak Anton."
Beberapa hari berlalu dan tiba saatnya hari terakhir akan diadakan acara barbeque bersama sebagai acara penutup.
"Hayy Elora, kamu suka ayam panggang kemarilah kita selesaikan semua ini."
"Wahh kak Sham thank you yah."
__ADS_1
"Iya Elora' ayoo sambil ngobrol kita panggang untuk yang lain juga."
"Yang lain pada kemana kak Sham?"
"Mereka sedanh berkeliling malam."
"Kakak tak ikut bergabung?"
"Aku kurang minat Elora, lagipula aku lebih suka bagian makan memakan." Ucap Sham dengan nada bercanda.
"Haha kakak bisa saja nihh..." Elora terkekeh.
"Hallo tukang panggang!"
"Ehh ada pak Robert silakan pak."
"Thank you Sham, saya minta tolong kamu panggil yang lain."
"baik pak." Sham segera beranjak untuk mengumpulkan tim lainnya.
"Kak Sham aku ikut!" Ucap Elora yang tidak ingin ditinggal berdua saja bersama Robert.
"Nona Elora disini saja."
"Iya Elora lanjutkan tugas kita, oke!" Timpal Sham.
Hmm... "Baiklah.."
"Kamu terlihat sangat kecewa, apakah segitu ingin berduaan bersama Sham?" tuduh Robert.
Hmm.. "Entahlah.." Elora membalas dengan nada dan sikap yang sangat cuek.
"Setelah ini kakak mau bicara denganmu."
.
.
Beberapa saat kemudian...
"Hallo semua! waduh mantap sekali nih pak Robert, hasilnya pasti maknyoss."
"Hahaa tidak juga, silakan puji saja nona Elora dia yang memanggangnya." Robert menunjuk ke arah Elora.
Eittss "tadi saya juga pak!" timpal Sham.
"Ohh iaa dan sham juga."
"Yasudah yang penting pasti maknyoss ayo makan!"
Sedang asyik bersama rekan kerja yang lain Elora melihat layar ponselnya dan membaca chat dari Robert mengajaknya bertemu di Taman, area Villa lokasi mereka mengadakan rapat perusahaan.
Elora pun bergegas pergi menemui Robert.
...
"Kamu telat dua puluh menit Elora, kakak sudah lama menunggu."
"Maaf, ingin bicara apa pak Robert?" Elora tetap bersikap seperti biasanya.
"Elora kakak tidak bisa lagi menahan diri untuk terus diam!"
"Kakak...."
Robert menarik tangan Elora, memeluk dan Robert mengecup bibir Elora tanpa berkata sepatah katapun.
Tak hanya itu, Robert juga untuk peertama kalinya dengan berani emncumbu Elora dengan cumbuan penuh gairah kerinduan yang sudah siap ia lampiaskan pada wanita tercintanya, Elora. Tangan nakal Robert pun tidak diam, namun turut serta berperan penting dalam kegiatan panas mala mini.
__ADS_1
***