
Pertemuan dalam sebuah pesta pertemuan antara para pemimpin-pemimpin, bisnis maupun pengusaha muda tersebut telah mempertemukan Elora dan Robert. Namun dalam pertemuan tak terduga tersebut pula membuat hubungan diantara keduanya menjadi semakin dingin.
Merry yang merupakan teman bisnis dan juga sahabat dari Max. Hal yang telah Merry bicarakan pada Max, tentu menjadi bahan pertimbangan bagi Max, karena ia pun cukup mengenal Elora dengan baik.
•••
"Perusahaan S"
"Elora, bagaimana mungkin kamu bisa melakukan hal buruk seperti itu..." gumam Max dalam benaknya yang masih belum percaya atas semua perkataan Merry.
Knock...Knock...Knock...
"Permisi pak Max, saya mengantarkan semua berkas-berkas yang bapak minta." Ujar Ell sembari meletakkan setumpuk berkas dia atas meja Max.
"Iya, letakan saja." sahut Max dengan nada datar dan tak seperti dirinya yang biasa.
Setelah beberapa waktu berlalu, Max pun lebih sibuk dengan pertemuan-pertemuan rapat. Dalam setiap pertemuan Max selalu didampingi oleh Elora, namun kali ini semua cukup berbeda. Max bersikap cukup dingin, setelah apa yang Merry katakan padanya mengenai Elora.
"Elora, nanti seusai pertemuan rapat kamu silakan pulang terlebih dahulu!" ujar Max dengan nada datarnya, dan tak seperti Max yang hangat seperti biasanya.
"Baik pak Max." Jawab Ell dengan singkat, dan Ell pun mulai menyadari jarak diantara dirinya bersama Max.
Drrttt... "Elora, minggu depan akan ada pertemuan penting, jadi tolong kamu persiapkan semua kebutuhan big boss yah!! Senior James."
Hmpp... "sepertinya kali ini akan diadakan rapat diluar kota. ." Gumam Ell saat membaca isi pesan singkat dari James.
•••
"Semua yang saya sudah hubungi secara pribadi berarti sudah harus mempersiapkan diri untuk event besar kita...---" ujar Max, saat sedang mengumumkan mengenai event besar perusahaan tersebut.
"Wahh event lagi? pasti akan sangat repot banget yah...---"
Riuh para pegawai, namun Ell tetap terlihat tenang. Sekarang ia hanya fokus dengan karir pekerjaannya, tanpa memusingkan hal lainnya.
"James, bagaimana pengamatan mu selama ini?" tanya Max saat berada di ruangan pribadinya.
"Elora.. dia baik-baik saja," balas James dengan singkat.
"Singkat sekali jawabanmu Jems!!" tukas Max dengan raut wajah yang masih belum puas dengan jawaban tersebut.
"Iya bosku! Elora tetap seperti biasanya, bahkan dia sekarang cukup dingin."
"Dingin!!" tukas Max dengan raut wajah heran dan ingin tahu.
"Iya, aku rasa Ell tak seperti dulu lagi. Entah kenapa dia bisa berubah dingin seperti itu."
"Jems, tolong selidiki yah!!"
"Kenapa Max? kenapa tidak kamu saja!" tukas Jems.
"Wahh... kamu sekarang sudah mulai berani yah!" Max merangkul Jems seperti biasanya saat mereka berada diluar kantor.
Aish, "Max!! lebih baik kamu jujur dengan perasaanmu! jangan buat Ell direbut orang lain." Jems pun bergegas keluar dari ruangan Max sembari terkekeh.
"Dasar kamu Jems, awas saja!!
Hmmp... "apakah aku sudah terlalu bersikap dingin pada Elora..." gumam Max, sembari memikirkan sesuatu hal.
"Bye bye semuanya... sampai jumpa hari senin..---"
__ADS_1
Suasana ramai saat kepulangan kantor tempat Ell bekerja.
Elora terlihat lebih banyak diam, tak ingin banyak berinteraksi. Saat waktu senggang pun dihabiskan untuk menulis novel, dan melakukan kegiatan yang membuatnya sibuk.
***
"Apartemen kediaman Elora"
Masih saja sibuk didepan layar laptopnya, bahkan sepanjang akhir pekan pun Ell masih disibukkan dengan deadline naskah-naskah novelnya.
Drrttt... pesan baru masuk!!
Hmpp, "siapa yang terus mengirimkanku pesan sejak tadi.." gumam Ell dengan nada sedikit kesal.
"Elora, malam ini aku ingin mengajakmu pergi makan malam! jadi aku harap kamu bersedia," Mr. Maxwell.
"Pak Max?" gumam Ell yang sebenarnya kurang setuju dengan tawaran Max, namun karena Max adalah atasannya lah membuat Ell menuruti dan menganggapnya hanya sebagai hubungan pekerjaan.
Tiba saatnya Ell akan pergi bersama Max...
Drrtt... pak boss Maxwell memanggil...
”Iya halo pak! oke, saya akan segera menuju loby.”
Ell, berjalan menuju loby utama dan pergi menemui Max yang sedang menantinya.
"Silakan masuk Ell..." ujar Max, sambil membukakan pintu mobil bmw miliknya.
"Pak Max, saya sudah membawakan notulen yang akan kita bahas saat pertemuan nanti."
"Notulen!! kita akan makan malam Elora Shin! bukan rapat." Max terkekeh.
"Ohh tidak masalah, karena yang saya tahu posisi saya hanyalah seorang sekretaris bapak." Tukas Ell dengan nada cukup dingin, sontak membuat suasana menjadi hening sejenak.
***
"Hallo Elora, Max! thank you atas kehadiran kalian!"
"Iya Merry, kita sudah berteman sangat lama jadi sudah sepatutnya aku meluangkan waktuku." Tukas Max saat tiba di lokasi pesta.
Tidak hanya Merry, Robert pun turut serta hadir dalam pertemuan malam itu.
Elora hanya terdiam dan tetap berusaha bersikap seolah-olah semua baik-baik saja.
"Elora, kamu silakan makan sepuasnya, karena ini semua adalah makanan mahal." Tukas Merry dengan nada angkuhnya.
"Thank you Merry, aku pasti tak akan menyia-nyiakan-nyiakan makan malam mewah ini!" Balas Ell dengan ketus.
"Bro Robert, anda sangat beruntung mendapatkan nona Merry. Merry ini adalah anak tunggal dan juga tidak akan repot-repot jika urusan menikah dan lain-lainnya..." ujar Max sembari tertawa bersama Merry.
"Ohh iya, tentu aku sangat beruntung mendapatkan Merry!" tukas Robert dengan lepas dan tepat dihadapan Ell.
Ell masih tak ingin banyak bicara, dan dengan sengaja pula Robert memandangi Ell dengan torehan senyuman dan tatapan tajamnya.
"Wah wah... pasangan yang membuat iri saja ini.alu kapan kalian akan melangsungkan pernikahan kalian??" tanya Max.
"Ohh kami tidak lama lagi akan segera menikah, Elora kamu harus bawa hadiah yang special yah!" ujar Merry sembari merangkul Robert dengan begitu mesra.
Saat melihat pemandangan tersebut, Ell hanya bisa lebih berbesar hati menerima kenyataan pahit dan menyesakkan tersebut.
__ADS_1
"Iya Merry, aku pasti akan mencarikan hadiah special untukmu dan kak Robert." Tukas Sunny dengan hati penuh kepiluan namun berusaha ia sembunyikan.
Sesekali Ell mencuri pandangannya pada Robert, begitu pula sebaliknya Robert.
"Sayang, aku mau honey moon kita ke Paris yah..." ujar Merry dengan manja pada Robert.
"Iya sayang, itu hal kecil," balas Robert sembari mengusap kepala Merry dengan mesra, sontak membuat Ell semakin tak mampu lagi menyaksikan pemandangan tersebut.
"Kalian memang pasangan romantic, betulkan Elora?" ujar Max sembari menepuk bahu Ell.
"Ahh iya, sangat romantic dan serasi." Balas El dengan wajah yang sudah mulai terlihat sendu, sementara Robert secara diam-diam terus memperhatikan ekspresi wajah Ell.
"Permisi, saya mau ke toilet dulu karena ada telpon mendadak." Ujar Ell sambil menggenggam ponselnya.
Sesaat setelah berada di toilet wanita, Ell pun berjalan perlahan ke arah meja makan, namun tak sengaja Ell harus mendengar sesuatu yang cukup menyakitkannya.
"Ohh ahahah... Merry Merry, perempuan seperti Elora itu bisa dengan mudah aku dapatkan! tapi kalu langsung aku taklukan, nanti tak seru..." Ucap Max bangga dan terkekeh.
"Berarti kamu sebenarnya tidak sungguh menyukai Elora?" tanya Merry.
"Hmm, bagaimana aku menjawabnya yah! menurutku Elora menarik tapi aku masih ingin lama bermain dengan perasaannya..."
"Permisi semuanya, maaf saya lama." Ucap Ell ditengah perbincangan mereka, lalu dengan ekspresi datar, Ell bersikap seolah tak pernah mendengar apa pun.
"Jadi begitu yah Max kenyataannya?" ujar Robert ditengah keheningan sesaat tersebut, namun Max hanya terdiam hening.
"Wahh sepertinya aku ketinggalan jauh dengan gosip-gosip kalian yah?" tukas Sunny dengan wajah tersenyum palsu.
"Pak Max, ini sudah cukup malam, sepertinya saya harus pulang terlebih dahulu."
"Kenapa Ell, bukankah besok weekend??"
"Tapi sejak tadi kita hanya membicarakan topic yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, bukankah posisi saya menemani bapak adalah sebagai sekretaris."
"Apa maksudmu Ell? aku mengajakmu, karena aku ingin kamu bisa lebih mengenal teman-temanku."
"Ohh begitu! apa hubungannya teman-teman bapak dengan saya?" tukas Ell dengan ketus namun halus.
"Kamu tak suka berkenalan dengan teman-temanku Ell?" tanya Max dengan suara berbisik.
"Maaf pak, yang saya tahu hanyalah bekerja bukan untuk bermain-main atau sebagainya dengan bapak!"
"Apa maksud perkataanmu Ell??" tanya Max lagi dengan nada berbisik.
"Sudahlah pak, saya harus segera pulang, karena berkas yang bapak minta harus segera terselesaikan" Ell pun berdiri ditengah makan malam tersebut.
"Merry thank you ats undangan mu, saya sangat merasa terhormat, dan semoga segera menikah yah!" ujar Ell, lalu beranjak pergi tanpa menoleh sedikit pun.
"Kenapa kalian tidak pulang bersama? ohh iya kamu kan tidak serius dengan Elora!!" tukas Merry, dan Robert hanya bisa terus menahan amarahnya atas pernyataan Max mengenai Ell.
"Max, kalau kamu tidak berniat untuk serius, lebih baik jangan mainkan perasaan wanita!" Tegas Robert beberapa saat setelah kepergian Ell, dan Merry yang sedang pergi ke toilet.
"Aku tidak bermaksud mempermainkan Elora, aku serius." Tukas Max dengan wajah serius.
"Tapi tetap saja kamu sudah mengatakan hal yang keterlaluan tentang Elora.."
"Kenapa Robert! sejak kapan kamu jadi lebih peduli dnegan wanita? bukankah kamu hanya mencintai satu wanita, dan sekarang ada Merry bukan?"
"ahh tentu saja, tapi aku hanya mengingatkanmu!"
__ADS_1
"Iya, thank you atas peringatanmu, tapi ternyata aku tidak salah, kamu benar-benar masih belum move on dari Elora!!
"Apa maksudmu Max!!" sontak, Robert begitu terkejut mendengar pernyataan tersebut.