
"Elora... sayang aku sangat mencintaimu" Robert mendekap tubuh Elora sembari memberikan kecupan pada kening Ell, sebuah kecupan di pagi hari.
"Sayang..." Robert membelai lembut rambut Ell yang tergerai.
”Kak Robert, bagaimana bisa kita berbuat hal seperti ini, sedangkan kakak akan segera menikah?” ucap Ell dengan terisak.
"Iyaa sayang... tapi aku akan tetap perjuangkan kamu sayang.” Robert mencoba menenangkan Ell.
”Kak Robert, aku sangat mencintai kakak dan itu sudah tak perlu lagi untuk dipertanyakan.”
Hikss... ”tapi aku juga tak ingin menjadi perusak hubungan kakak,” Ell terus terisak.
"Sayangku jangan takut, selama kamu di sampingku maka tidak akan ada yang berani menyentuhmu.”
Elora pun tertidur pulas di dalam pelukan hangat Robert hingga fajar menyingsing.
Ahh... ”silaunya, kok sudah terang aja?” ucap Ell sambil meregangkan tubuhnya.
”Kakak?” Ell memandangi ke arah Robert dengan terheran saat melihat Robert yang hanya mengenakan handuk terikat di pinggangnya.
"Iyaa kenapa sayang, kamu gak tahan lihat tubuh kakak!" Robert terkekeh.
Ahhh ”kakak apa-apaan sihh genit!” Ell pun menutup wajahnya mengunakan selimut tebal.
"Yasudah sekarang kamu mandi sayang!"
”Handukku mana kak?”
"Kenapa,, handuk kan di kamar mandi.." ucap Robert.
Ahhh ”tolong ambilkan kak!”
Robert mengangkat tubuh Ell dan membawakan hingga ke kamar mandi.
”Kakak aku bisa mandi sendiri!” Teriak Ell yang merasa malu.
"Iyaa sayang, kakak tunggu yah!!"
Ell pun selesai membersihkan dirinya lalu kembali ke kamar.
Ahh... ”kak Robert lepaskan aku mau mengganti pakaian.
Jangan keterlaluan deh kak!”
"Tapi aku sangat merindukanmu selama beberapa tahun ini."
Ahh ”kak Robert, jangan begini!”
Plakk...
Ell memukul wajah Robert dengan telapak tangannya.
”Kakak jangan keterlaluan yah, aku memang sangat mencintai kakak tapi bukan berarti kakak bisa seenaknya memperlakukanku!” tegas Ell sembari beranjak dan menggantikan pakaiannya.
Setelah kejadian tersebut Ell terus diam dan merapikan penampilannya.
...
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Robert.
__ADS_1
”Aku mau pulang sekarang!” tegas Ell dengan nada bicara yang terlihat marah.
"Oke aku akan mengantarkanmu pulang tapi kakak gak mau kalau kamu pulang dengan suasana hati yang marah."
”Udahlah kak!”
Ell mencoba bergegas pergi namun Robert menarik tangan Ell dan mendekapnya seakan tak ingin Ell terlepas dari pelukannya.
”Kak Robert aku sudah seperti pelacur kotor!” Ell menjerit.
"Kamu jangan bicara seperti itu lagi yah!” Robert menggenggam wajah Ell.
"Coba lihat aku Ell!" Ell tetap tak ingin memandangi Robert.
”Kak cepat, aku mau pulang sekarang!!
"Oke baik, tapi janji tidak marah lagi kan sayang hmmm!"
”Iyaa kak tapi aku mau pulang sekarang!”
***
Robert pun mengantarkan Ell kembali ke apartemennya.
”Kak tak perlu sampai depan, di sini saja.” Ujar Ell sambil membukakan pintu mobil milik Robert.
"Gak boleh, kakak sudah membawamu jadi harus mengantarkanmu dengan baik juga sayang!!"
"ini sudah sampai sayang!
Thank you.”
Ell bergegas kembali ke apartemennya dan meninggalkan Robert begitu saja.
***
”Robert, kamu dari mana?” seru ibunya yang tengah menunggu Robert di ruang tamu.
"Ahh, aku habis ada urusan ma," balas Robert.
”Robert kamu jangan macam-macam yah! dari mana kamu?” tanya ibunya lagi.
"Ma, aku lagi tidak mau ribut, tolong mama jangan seperti ini!"
”Mama lagi bicara kamu dengar gak sih? kamu jangan coba-coba buat malu nama keluarga besar kita yah!”
"Sudahlah ma." Robert pun pergi ke kamarnya tak menghiraukan ibunya.
”Pap, bagaimana ini!! mama takut kalau Robert diam-diam menemui Elora!” ujar sang ibu pada sang ayah.
"Udahlah ma, mama terlalu khawatir akan sesuatu yang belum tentu terjadi, lagian mama bisa lihat sendiri kan kalau Robert selalu berada di samping Merry!!" tukas sang ayah Robert.
”Pa, pokoknya apa pun caranya aku akan pisahkan mereka.”
Gubrakk...
...
Ibu Robert mendorong pintu kamar Robert hingga terdengar benturan keras ke arah dinding kamar Robert.
__ADS_1
”Kamu sedang berbicara dengan siapa?” Ibunya mencoba menarik ponsel milik Robert yang tengah berbincang bersama Elora.
"Ma cukupp..."
”Diam!” bentak ibunya.
”Heii Elora Shin, saya ibunya Robert yang melahirkannya tidak akan pernah menyetujui hubungan kalian sampai mati pun tahu diri kamu!” bipp ibunya mematikan ponsel milik Robert.
"Mama apa-apaan sih!!"
”Robert kamu sudah berani sama mama!! kamu akan segera menikah dengan Merry ingat itu kalau tidak, mama akan buat hidup Elora menderita!”
Bruakkk.... ibunya membanting pintu kamar Robert.
Arghhh!!
Robert mengepalkan tangannya dan memukul ke arah dinding kamar miliknya.
”Papa!” Ibunya berlari menuju ayah Robert.
"Kenapa sih ma, marah-marah saja mama ini?” balas ayah Robert.
”Papa tahu, Robert masih berhubungan bersama wanita itu! Mama akan buat perhitungan!” Ibunya bergegas dan berkemas untuk pergi menuju apartemen milik Elora.
***
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, akhirnya ibu dari Robert pun sampai di apartemen tempat kediaman Elora.
”Apartemen Kediaman Elora”
Knock...Knock...Knock...
Suara ketukan pintu secara terus menerus berasal dari balik pintu apartemen Elora.
Aishh.. ”siapa sih siang-siang begini sudah bertamu?” keluh Ell' yang sedang menikmati tidur siangnya, lalu beranjak untuk membuka pintu dan saat Ell' membukakan pintu
Bruakkk...
Seorang wanita mendorong pintu dengan keras saat Ell baru saja membukakan pintu dan membuat Ell terjatuh lalu terbentur ke dinding.
”Kamu Elora Shin!”
Plakkkk...
Baru saja membuka pintu tiba-tiba sebuah tamparan keras mengenai pipinya, yang dilakukan oleh ibu dari Robert.
”Dasar perempuan tidak tahu diri, jangan harap kamu bisa menikahi anak saya lalu berharap menjadi nyonya untuk kekayaan kami!” Teriak ibu Robert pada Ell.
”Maaf tante, saya juga tidak pernah berpikir untuk menjadi nyonya atas kekayaan keluarga tante.” Balas Ell sambil menyentuh bekas tamparan dari ibu Robert.
Hahahaha...
”Lagu lama, perempuan miskin dan tak tahu malu seperti kamu itu memang jago acting deh!! tapi tidak terhadap saya!”
”Cukup tante, cukup tante menghina saya, saya juga tidak pernah mengganggu kehidupan kak Robert!”
”Halahh, dengar baik-baik yah Elora!! kamu itu bukan apa-apanya bagi kami, dan kamu itu tidak pantas menjadi menantuku!” hahhh ibu Robert mendorong kepala El seakan Ell seperti wanita hina dimata ibu Robert.
Menerima perlakuan kasar dari ibu Robert, Ell hanya bisa terdiam dan terisak.
__ADS_1
”Mengapa orang kaya begitu kejam, mengapa status sosial bisa membuat orang-orang bisa bertindak sesuka hati, apakah aku tak pantas merasakan cinta yang aku inginkan...” Elora terus terisak...
***