
Saat sedang berjalan menyusuri trotoar jalan menuju apartemen kediamannya, Elora dicegat oleh sebuah mobil sport hitam.
Suara klakson, membuat langkah Elora terhenti sejenak karenanya.
”Kita harus bicara!” Ucap seorang pria yang turun dari dalam mobil, kemudian menarik pergelangan tangan Elora.
”Kak Robert, lepaskan! Jangan macam-macam kak, ini tempat umum!” Pekik Elora yang mencoba untuk memberontak.
”Sebentar saja,” ucap Robert, kemudian melepaskan cengkeramannya dari Elora.
”Bicaralah!” ketus Elora.
”Minggu depan, aku akan menikahi Merry. Ini undangan untukmu. Jika berkenan hadir, aku mengundangmu secara khusus.” Robert pun menyodorkan sebuah undangan pernikahan dirinya bersama Merry.
Sontak, hal itu membuat Elora sedikit sendu. Walau sudah berusaha untuk melupakan, namun nyatanya, hal ini cukup membuat perasaan Elora tidak menentu.
”Ah, selamat atas pernikahan kakak bersama Merry. Aku tidak bisa berjanji untuk datang atau tidak.” Ucap Elora.
”Tidak masalah. Setidaknya, hal ini cukup membuatmu puaskan?”
”Kenapa, kakak seolah memojokkanku?”
”Yah, karena kamu pun tidak menginginkan kita tetap bersama, kamu justru menyerah di tengah jalan.”
Elora terdiam, tak ingin tersulut emosi.
”Ingat, pernikahan ini bukanlah keinginanku, dan bukan berarti aku melepaskan kamu begitu saja.” Tegas Robert.
”Kak Robert, jangan pernah bermain-main dengan yang namanya pernikahan.”
__ADS_1
”Kenapa? Kamu cemas? Untuk apa? Bukankah, kamu juga suka bermain perasaan..”
”Cukup kak, aku lelaj hari ini. Aku harus segera pulang.” Elora pun berlalu dari hadapan Robert.
Robert hanya terdiam, dan kini tatapan Robert tak seperti Robert dahulu. Robert sepertinya mengalami banyak perubahan pada dirinya, pola pikirnya. Robert juga tidak bersedia melepaskan Elora.
***
Restoran Pusat Kota A.
”Merry mengadakan bridal shower, bersama dengan teman-teman dekatnya. Termasuk Emma juga ada di sana untuk melepaskan masa lajang Merry.
”Selamat atas pernikahanmu, semoga kamu selalu bahagia bersama pak bos tampan.” Ucap teman-teman Merry antusias, Merry pun tak kalah bahagia dibuatnya.
”Of course. Ini adalah momen yang paling aku nantikan dalam hidupku..” ucap Merry bahagia.
Sementara Merry sedang merayakan pesta lajang terakhirnya. Disaat yang sama pula, Robert sedang berada di club malam bersama Jason.
***
Longue bar XX.
”Kamu masih perjaka, bro?” tanya Jason.
”Sialan kamu. Jelaslah.” Tegas Robert.
”Lalu, dengan siapa kamu ingin melakukannya?”
”Tentu saja dengan wanita yang kucintai.” Balas Robert sembari menenggak segelad minuman.
__ADS_1
”Minggu depan kamu akan menjadi suami untuk Merry, tapi kamu sendiri tidak cinta pada Merry kan?” ejek Jason.
”Sialan kamu Jason.”
”Ngomong-ngomong, malam ini tidak ingin mencoba sesuatu yang lebih menantang?” goda Jason lagi.
Sembari menunjuk ke arah seorang gadis muda di ujung ruangan.
”Itu saudari sepupuku, dia baru saja kembali dari Aussie.”
”Dasar gila.” Ucap Robert, dan kembali menikmati setiap tegukan minuman beralkohol yang tersedia di meja tamu mereka.
Gadis yang merupakan saudari sepupu dari Jason kebetulan datang, untuk mengantarkan berkas penting untuk Jason. Setelahnya, gadis itu pun bergegas pergi. Namun, dari tatapan matanya, seakan merasa tertarik pada pesona ketampanan Robert.
”Alice!” Seru Jason memanggil saudari sepupunya yang bernama Alice tersebut.
Alice pun berbalik lalu duduk di samping Jason.
”Perkenalkan, ini Robert, yang pernah kakak ceritakan padamu.” Ucap Jason.
Alice mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan pada Robert. Kemudian, keduanya pun saling berkenalan bahkan sempat mengobrol santai.
”Gadis ini, kenapa sangat mirip dengan Elora.. sikapnya, tutur kata yang lembut..” batin Robert.
”Sangat tampan, tapi sayang sudah akan dimiliki orang lain. Ah, bodo amat! Emang aku peduli!” batin Alice.
Akankah, perkenalkan mereka malam ini membawa kisah baru dalam kehidupan Robert?
***
__ADS_1