Bukan kekasih SIMPANAN

Bukan kekasih SIMPANAN
Terlalu sulit bagiku


__ADS_3

Kisah cinta antara Robert dan Elora' begitu rumit, akankah Robert tetap mempertahankan cintanya kepada Elora?


Robert mengajak Elora bertemu dan pelan-pelan memberi penjelasan atas apa yang sedang terjadi.


"Jujur kakak sangat mencintaimu tapi kakak juga mencintai orangtua kakak yang sudah berjuang untuk masa depan kakak. Kakak juga tidak ingin mengecewakan mereka dek.." Ucap Robert dengan wajah sendunya sembari menggenggam tangan Elora.


"Baiklah kak, sekarang yang menjalani hubungan kakak, bukan orangtua kakak, tapi aku sangat menghormati keputusan kakak walaupun aku sangat sakit tapi aku tidak ingin menjadi perusak keharmonisan hubungan keluarganya kakak." Ucap Elora, dengan hati yang pilu.


"Iya dek jadi mulai saat ini kakak harap kita masih bisa menjadi teman yah."


"Tentu saja kak, " balas Elora yang berusaha tetap tersenyum setelah mendengar keputusan Robert.


"Kak, jika sudah tidak ada hal lainnya, aku mau pulang dulu, karena pekerjaanku sangat menumpuk."


"Iya, kakak mengantarkan kamu pulang."


Robert pun bergegas untuk mengantarkan Elora kembali pulang, dan suasana diantara mereka sudah kian canggung tak sehangat dulu lagi.


***


"Thank you dek, atas malam ini sampai jumpa."


"Iya kak, hati-hati dijalan aku masuk dulu."


.


.


"Kediaman Elora"


Setibanya di kamar, Elora menangis tersedu-sedu, hatinya terasa sangat hancur menerima semua kenyataan.


"Kak Robert, sebentar lagi kita berencana ke hal yang jauh lebih serius tapi kenapa kakak cepat menyerah.. ya Tuhan aku tidak tahu harus bagaimana lagi sakit sekali hatiku.." Isak tangis Elora tak dapat ia bending lagi, sungguh kisah cinta yang begitu pilu.


Malam itupun berlalu begitu cepat, namun Elora wanita yang kuat, sehingga tetap bersikap profesional terhadap tanggung jawabnya.


***


"Perusahaan AX"


.


.


"Elora, kamu sekarang penggila kerja yah? everyday lembur tapi tak pernah mengeluh sedikit pun, aku salut!" Ucap Sham.


"Tentu saja, Elora itu pekerja keras lohh kak Sham, ia kan Elora?" Ucap salah seorang rekan kerja Elora.


"Hehe aku hanya menjalankan semua tanggung jawabku saja," balas Elora ramah.


...


Suasana setiba ramai, ketika seorang Direktur perusahaan memberikan pengumuman pada seluruh karyawannya.


"Baik semuanya,,, karna malam ini akhir pekan, saya mau mengadakan makan malam di restaurant....—"


"Wow! okey pak Direktur!"


"Makanya kalian harus lembur semua malam ini yah,, karna besok libur,, kita rayakan yah!"


"Oke pak, siap laksanakan."


"Wahh ada pesta makan-makan lagi nih, yasudahlah..."


"Elora berdandan yang cantik yah nanti hehehe.."


"Dihhh, kak Sham genit sekali .." Elora mencubit manja Sham.

__ADS_1


"Duh suh Elora, sorry haha...-"


"Kita semua naik mobil yah, yang lain boleh nebeng sama saya."


"oke boss...-"


Merekapun pergi menuju restaurant yang telah dipesan.


***


"Elora' kita makan banyak malam ini."


"Hahaha, kak Sham ingat badan deh."


"Iya tenang saja."


"Semuanya malam ini saya akan kenalkan wakil direktur kita yang akan membantu kantor kita."


"Hah, wakil direktur baru,, siapa itu?" Bisik-bisik antar karyawan satu dengan lainnya.


"Wow,, cakep juga tapi sayang sudah digandeng sama cewe lain!h ahaha yahh enggak apa-apa deh buat lumayan cuci mata."


"Selamat malam semuanya, perkenalkan saya Robert, akan bekerjasama dengan Pak Anton....-


Sementara itu Elora' sangat kaget melihat Robert akan menjadi atasannya di kantor, terlebih lagi Robert bersama seorang wanita yang bukan sekretarisnya melainkan pasangannya.


"Secepat itu kak Robert mendapatkan pasangan, ahh sudahlahh itu urusan diaa..." Elora cukup terkejut akan hal itu, namun harus tetap berusaha untuk bersikap professional.


"Saya harap semuanya bisa saling akrab yah."


Sementara makan malam bersama, Elora' harus menyaksikan seorang wanita lain melap mulut Robert disaat makan demgan penuh kasih mesra,, dan tak jarang merangkul Robert, namun Robert baru menyadari bahwa Elora' adalah rekan sekantornya.


"Elora' kok fokus banget sama makanan, ngobrol dong Elora." Ucap Sham.


"Ah, sorry kak Sham,, aku terlalu fokus."


"Baikk sampai jumpa."


Sementara itu Elora' melihat Robert dirangkul oleh wanita yang bersamanya, namun Elora' seolah-olah tidak peduli akan hal tersebut, walau batinnya kini gemetar ,menahan api cemburu.


"Hah,, sangat melelahkan...


"Ahh, kok aku harus menangisi lelaki seperti itu, sudah jelas-jelas dia sekarang dapat kekasih baru, kami pun sudah putus, diapun atasanku sekarang,, okehh Elora,, kamu harus move on..."


***


Semua berlalu begitu saja, akankah Elora mampu melewati hari barunya sebagai bawahan mantan kekasihnya.


"Elora, kamu tolong kerjakan berkas ini lalu serahkan kepada Pak Robert lalu selanjutnya kamu terima saja perintah dari beliau yah."


"Baik pak Anton... Terimakasih."


"Waduhh ini hari baruku, aku harus bersikap profesional," gumam Elora.


Knock... Knock... Knock...


"Permisi," ucap Elora dari belik pintu ruangan Robert Lee.


"Silakan masuk." Balas Robert.


"Pak Robert, ini semua berkas yang bapak minta, apakah ada hal lainnya pak?"


"Oke, good job.. Thank you Elora, nanti tolong temani saya rapat ke kantor...-"


"Baik pak Robert, saya permisi dulu."


Elora keluar dari ruangan Robert, dan seketika Direktur Anton meminta Elora untuk menemuinya.

__ADS_1


"Elora, kamu ke kantor saya sebentar."


"Baik pak Anton."


...


"Jadi begini Elora, mulai sekarang apapun yang pak Robert inginkan, kamu tolong urus, oke!"


"Baik pak, tapi bukannya saya harus mengurus urusan bapak Anton?"


"Iya betul, tapi beliau yang meminta kamu untuk mengerjakan semuanya, lagipula kamu juga pekerja yang sangat kompeten Elora jadi tolong yah...


"Baiklah pak Anton, saya mengerti."


~ ~ ~


"Elora mana? nanti bilang pada dia, saya sudah tunggu di mobil."


"Baik pak Robert."


Sementara itu...


"Duh mana sih mobilnya?"


"Elora, disini!" Robert memanggil Elora, lalu mereka melaksanakan tanggung jawab mereka masing-masing.


Demikianlah yang terjadi, Elora terus diminta mendampingi dan membantu urusan pekerjaan Robert.


Namun pada suatu saat...


"Pak supir sepertinya hari ini saya yang akan menyetir sendiri, bapak boleh beristirahat saja.


"Oh baik pak, terimakasih."


Robert seakan sengaja membuat dirinya terus bersama Elora, entah apakah maksud dari Robert sebenarnya.


"Elora, mungkin rapat akan berlangsung lama, nanti kita akan langsung makan malam."


"Baik pak."


Sesudah melaksanakan segala pekerjaan, merekapun pergi untuk makan malam, namun tempat itu tidak asing bagi Elora.


~ ~ ~


"Lohh inikan tempat makan biasa kami sama kak Robert semasa pacaran, oo my God, apa-apaan ini..."


"Cukup melelahkan yah Elora?'


Hhhm. "Iya pak.."


"Kenapa raut wajahmu seperti tidak senang begitu?'


"Ohh, masa,, tidak pak."


Hmmpp... "aku sudah lama mengenalmu Elora, lalu kamu masih mau berbohong?"


"Ahh, bapak terlalu berlebihan."


"Kenapa kamu tidak masuk daftar jadi pemaim film saja Elora, actingmu bagus sekali selama ini, bahkan sangat profosional." Ketus Robert sambil memandangi Elora dengan tatapan tajam.


"Maksud pak Robert?"


"Elora, kamu tidak lelah berandiwara terus, kamupun memandangku seolah kamu telah melupakan semua kenangan diantara kita, apa sih motifmu sebenarnya?'


"Oke, saya mengerti sekarang.. Maaf sekali pak Robert, anda adalah direktur saya, dan saya hanya bawahan anda, jadi yang saya lakukan semua sesuai prosedur pekerjaan.. seprofesional mungkin, saya jalani, urusan pribadi kita sudah selesai." Tegas Elora, membuat Robert trbungkam sejenak.


"Berani sekali kamu bicara seperti itu Elora, seolah-olah aku bukan siapa-siapa."

__ADS_1


Mereka bertengkar satu sama lain, Robert merasa sangat marah dengan semua ucapan Elora.


__ADS_2