
Saat itu Robert dengan lantang dan penuh kasih memeluk lalu mengecup bibir Ell' dengan lembut.
Sementara itu...
Suara desakan napas antara dua insan yang sedang dilanda mabuk asmara walau juga terlibat sebuah rasa gengsi yang mendalam dari keduanya.
”Kak Robert apa yang kakak lakukan?” Elora mendorong Robert.
"ahmm... Sorry sayang, kakak kelepasan."
Hmmm
Ell' mencoba pergi dari hadapan Robert namun---
"Kamu mau kemana sayangku"?
Robert menarik tangan Ell' lalu memeluk Ell' dari belakang.
”Lepaskan kak Robert, lepaskan aku!”
"Tidak! cukup selama ini kamu berkeliaran dengan sangat bebas kini saatnya kakak bertindak keras dan tegas layaknya kekasih.”
”Ada suara orang kak Robert lepaskan nanti bisa ketahuan apa kakak ingin muncul skandal antara Wakil Direktur bersama karyawan biasanya?”
"Hmmpp... ingin mencoba mengancam? coba saja bersuara nanti sekalian kita berikan mereka tontonan menarik sayang.”
”Kak Robert lepaskan..”
Ssshhhhhh... ”jangan berisik dong sayang, nah begitu baru benar menurutkan jadi lebih enak.”
Robert menggoda Ell' dengan terus memeluk tanpa ingin lepas lagi.
”Kak Robert, aku tidak akan kabur jadi tolonglah lepaskan tangan kakak sekarang! teman-teman yang lain pasti sibuk makan-makan.”
"Yasudah, biarkan saja mereka makan ada masalah apa? kamu tak rela?”
”Yah aku juga ingin merasakan makan panggangan yang tadi.”
"Ohhh begitu yasudah besok pulang dari trip ini kita makan-makan ke resto sepuasnya. Bagaimana?”
__ADS_1
Ahhh ”aku tidak mau.”
"Tidak boleh kalau kakak bilang tidak yah tidak sayang,” Robert mengeratkan pelukannya
Hmmmm....
"Sekarang diam, apakah sangat menikmati pelukan kekasih tercinta?” goda Robert.
Isshhh.. ”narsis banget! ihhh kakak jangan jahil!”
"Kakak rindu kamu sayang.”
”Iya iyaa api lepaskan aku dulu...”
"Oke.” Ell berlari meninggalkan Robert.
"Wahh kabur yah, oke silakan nanti juga tidak akan bisa kabur. Hmmm membuatku semakin cinta saja perempuan manis ini.” Robert menyeringai
•••
”Nona Elora dari mana saja kamu?”
”Ohh tidak masalah, ayo sini makan hasil jerih lelahmu..”
Emm ”enak banget kak Sham hehe...”
"Ia dong," Sham mengusap kepala Ell' namun Robert juga melihat hal itu dan terlihat raut wajah yang cemburu.
"Seru sekali ceritanya, boleh join tidak?”
”Ohh boleh sekali pak Robert, mari sini!”
"Thank you Sham, atas kesediannya.”
Robert merupakan pria yang sopan santun dalam bersikap dan berbicara, dibalik semua emosinya saat berhadapan dengan cintanya kepada Ell.
Sementara itu Ell' berpura-pura tidak terjadi apa-apa namun Robert terus menatap Ell' yang pada saat itu sedang bersama Sham rekan kerjanya.
...
__ADS_1
”Hallo semuanya... thank you untuk malam ini karena semua bisa join saya harap kerjasama antara perusahaan kita akan terus berkembang pesat. Ayooo bersulang!”
”Yahhh bersulang!”
Suasana ramai pada malam itu juga menutup kegiatan mereka dan tiba saatnya kembali ke kantor.
***
Perusahaan Xx.
Mereka semua kini kembali ke aktivitas semula
”Aduhh badanku sakit semua nih, terlalu lelah kaket sampai malam terakhir harus merayakan sampai subuh juga...”
”Iaa nihh Ell, aku juga ngerasa lelah banget dan kerjaan numpuk banget lagi..”
”Emmm iya nih..”
Karena kelelahan dari semua pekerjaan dan kegiatan saat di luar kota.
”Ell, tau tidak ada gosip baru?”
”Gosip? dihhh kalian ini..”
”Itu loh Ell, pak Wakil Direktur atau Direktur utama dari cabang kita, pak Robert. Rumornya dia batal menikah dengan calon istrinya yang katanya orang kaya juga..”
”Terus?”
Ell' yang sudah mengetahui semua dan mencoba melupakan kenangan itu pun mulai merasa risih dengan gosip yang ada.
”Tadi pagi pak Robert pergi bersama perempuan itu dan lumayan cantik sepertinya itu yang batal menikah.”
”Ohhh gitu yasudahlahh teman-teman itu urusan beliau sudah aku mau makan siang dulu.”
”Itukan kak Robert dan.....”
Disaat akan pergi makan siang Ell' tanpa sengaja melihat Robert bersama perempuan yang dijodohkan oleh orangtuanya namun pada saat itu Ell harus menyaksikan adegan berpelukan mesra antara Robert bersama seorang wanita.
”Kak Robert tega sekali... dia berbohong lagi padaku...”
__ADS_1
Ell' lalu bergegas pergi dari pandangan menyedihkan itu.