Bukan kekasih SIMPANAN

Bukan kekasih SIMPANAN
Hancurkan saja aku!


__ADS_3

Kau bagaikan bayangan semu yang bersemayam diantara pekatnya kabut begitu sulit untukku temukan keberadaanmu, kucoba perlahan-lahan mengikuti jejak kakimu yang seakan-akan mulai hilang arah, entah kemana perginya jejak kaki itu.


Kedatanganmu ke dalam hidupku telah memberikan warna warni indah yang semakin hari semakin membuatku dimabuk cinta.


Rasa bahagia yang tak akan mampu kulepaskan dari genggaman ini karena kuingin kau selalu menjadi yang terindah hari ini esok dan seterusnya hingga selama-lamanya.


Akan tetapi harapan tetaplah harapan yang kini telah hancur berkeping-keping.


Perpisahan yang terjadi hanya karena tidak adanya restu dari keluargamu semakin membuatku hancur hancur dan semakin hancur, tidak selesai sampai perpisahan, kini kita dipertemukan kembali namun dalam keadaan dirimu yang telah berada dalam pelukan wanita lain.


Sungguh aku tak berdaya dan luka dihati kian membesar dan semakin menyiksaku secara perlahan.


Demikian isi penggalan dari novel yang Elora tulis.


Selama tiga tahun Elora dan Robert terpisah namun setelah dipertemukan kembali, kini Robert telah bersama dengan wanita lain, hal tersebut pun membuat Elora semakin hancur dan benar-benar berantakan.


***


Kediaman Sham.


Di sebuah ruang tamu tepat di dalam rumah Sham, Elora masih menangis terisak..


"Ell, sebenarnya aku tak tahu apa yang terjadi antara kamu dan pak Robert tapi melihat perlakuan tunangannya yang memaki kamu, aku benar-benar tidak suka, karena sudah lama kenal kamu.”


”Iya kak Sham, maaf karena aku selama sangat menutupi hubunganku dengan pak Robert, karena aku merasa belum siap, ditambah lagi posisiku hanya pegawai kantornya, aku tak mau kalau hal itu akan menjadi gosip..” ucap Ell sambil sesenggukan.


"Iyaa Ell, tak apa-apa, aku akan mengerti. Karena itu gak akan mudah bagi kamu, tapi coba kamu tenang dulu. Ini pipimu memar, biar aku kompres dengan air hangat ya."


”Kak Sham, aku jadi merepotkan kakak lagi.”


"Jangan sungkan Ell, kamu sudah seperti saudara bagiku.."


Sham pun mencoba menenangkan Ell dan memegang bahu Ell dan pergi untuk mengambil handuk kecil dengan air hangat untuk mengompres pipi Ell.


”Biar aku saja kak, aku bisa sendiri kok.”


Ell mengambil kompres itu sambil menempelkannya pada pipinya dan saat itu Ell pun mulai merasa tenang dimana Sham begitu sangat memperhatikannya dan memperlakukannya dengan lembut.


"Ell, setelah ini aku antar kamu pulang yah, ini sudah cukup larut malam."


”Iya kak Sham, thank you banget karena kakak sangat peduli sama aku, mungkin lain kali aku akan cerita semuanya.”


Lalu Sham pergi mengantarkan Ell ke apartemen Ell.


***


Kediaman Elora.


†Hari yang sangat melelahkan.. hahh kenapa aku sial banget hari ini, ternyata tamparan perempuan itu sakit banget..”


Hahhh ”Elora Shin kenapa kamu masih belum bisa move on dari kak Robert, sudah jelas-jelas kak Robert akan segera menikah, apa sih yang aku harapkan lagi.”


Ell kembali meneteskan air mata namun mencoba menarik napas panjang dan berusaha lebih menguasai emosinya.


”Oke Ell, sadar-sadar.. ” Ell menepuk kedua pipinya.


”Bangun deh dari mimpi panjang ini, aku harus memulai karirku dengan baik dan besok juga bakalan ada jumpa pers lagi dengan penulis-penulis novel aku harus semangat.”


Elora merupakan wanita yang cukup cerdas, dihelat kesibukannya namun masih menyempatkan diri untuk menulis novel, dan novel-novelnya pun cukup laris di pasaran.


Drrtttt.... suara getaran ponselnya.


”Iya hallo, ahh Sean, Nike astaga kalian apa kabar sih aku kangen banget, kapan bertemu... hahhh malam ini? oke oke daah...”


Ell begitu bahagianya menerima telpon dari kedua sahabatnya sejak masih kuliah, lalu mereka pun bertemu di sebuah café xx.


***


Aaaa...


”Elora makin cantik saja nih, makin sukses lu sekarang ya?”


Hahahah


”Nikee tak berubah ya ternyata.”


”Yaialah aku gak berubah Ell..”


Aaaa.. ”Sean, emm kangennya...”


Mereka saling berpelukan dan saling berbagi cerita tanpa terasa sudah larut malam, seperti kebiasaan lama, mereka selalu berbincang-bincang hingga lupa waktu.

__ADS_1


”Ini sudah larut malam banget lohh udah mau subuh lagi, kita pulang aja yah!”


”Iyaa, ayoo kita pulang!”


”Ell sampai jumpa lagi yah...”


Emmm.. ”Iaa Sean Nike, sering-sering telpon aku yah... bye bye!”


”Okay deh,” daaahhhh...


Mereka berpisah satu sama lain, wajah bahagia Ell yang sempat tertawa dan tersenyum lebar disaat bersama kedua sahabatnya pun kini hilang lenyap, bak sedang melepaskan topeng wajahnya.


Hmmmppp... ”kenapa sih aku? okey, besok aku harus bekerja dengan giat lagi..” Gumam Ell sambil mengembalikkan lagi semangatnya.


Elora bekerja di sebah bank asing xx.


***


”Kediaman Keluarga Lee”


”Ma, pa! aku mau secepatnya menikah dengan Robert, aku gak mau kalau sampai mantannya yang gak tahu diri itu akan mengganggu pernikahan kami ma...”


Emmm... ”Merry, calon menantu mama, tenang saja mama akan mencoba bicarakan semuanya baik-baik dengan Robert, kan kamu tahu sendiri Robert itu sangat sibuk mengurus bisnis dan perusahaan keluarga yang sering kali harus pulang pergi luar dan dalam negeri kan?”


”Iya mama, tapi aku takut Robert akan meninggalkan aku.” Ucap Merry dengan manjanya kepada ibu Robert


”Iya sayang, ohh itu Robert datang.”


”Lohh, Robert kamu kenapa lagi nak?”


"Maaf bu, pak Robert sedang mabuk berat tadi rekan kerjanya yang menelpon saya untuk menjemput beliau ke club malam, katanya sih beliau sudah minum banyak."


”Ohh God, Robert...”


”Ayo! Bawa dia ke kamar.”


”Sayangku, kamu kok mabuk-mabuk begini? tidak biasanya begini, biar aku ikut antar Robert ya ma!” Ucap Merry manja dan sebenarnya merasa sangat marah karena dia tahu sebenarnya apa penyebab dari mabuknya Robert.


Sementara itu kedua orang tua Robert mencoba untuk tetap tenang melihat situasi yang semakin rumit.


”Ma, pa! boleh gak kalau Merry menginap di sini, soalnya aku khawatir kalau Robert ada masalah.”


”Merry sayang, kamu pulang saja, nanti supir yang akan mengantarmu pulang ya sayang.” Ucap ibu Robert lembut berharap Merry mau mendengarkan nasihatnya.


”Ia sayang hati-hati yah!”


Demikian lembutnya keluarga Robert memperlakukan Merry, dikarenakan status sosial mereka yang cukup sama.


Merry yang merupakan anak tunggal dan sangat dimanja oleh kedua orang tuanya,, sehingga saat dia menginginkan Robert untuk menjadi suaminya, dia begitu memohon kepada ayahnya agar melaksanakan perjodohan secepat mungkin.


Pada saat itu perusahaan dan bisnis-bisnis keluarga Robert sedang dilanda masalah, namu berkat pertolongan keluarga dari pihak Merry mereka pun tidak mendapat banyak masalah, dan hal tersebutlah yang menjadi senjata ampuh bagi Merry.


Merry begitu tergila-gila kepada Robert sejak pertama bertemu dalam pesta keluarga dimana saat itu Robert pertama kali membawa Ell untuk bertemu dengan orang tuanya, sebenarnya Merry juga sudah mengetahui hubungan mereka namun Mery tetap bersikeras mengejar Robert dengan cara yang sangat licik.


Ibu Robert yang juga cukup materialistis pun merasa itu adalah kesempatan baik untuk lebih mengangkat derajat keluarganya.


Mentari pun mulai terang, Robert bangun dari tidurnya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan kebetulan sekali dua hari ke depan adalah hari cuti baginya.


"Hari ini aku cuti, hemm kesempatan bagus untuk mencari Ell diam-diam.." ujar Robert yang berniat ingin menemui Ell.


Seolah-olah tidak peduli lagi dengan pernikahannya, Robert diam-diam menyusun rencananya untuk pergi menemui Ell.


”Selamat pagi anak mama, baru pagi-pagi kamu mau kemana sayang? bukannya kamu dua hari ini akan cuti,” ucap ibu Robert yang sedang duduk di sebuah ruang tamu.


"Iyaa ma, Robert ada urusan keluar. Mungkin, akan pulang besok."


”Ohh yaa, kamu kok tidak bisa bersantai-santai sedikit sayang, yasudah sini cium peluk mama dulu.”


"iya ma, Robert pergi yah."


”Oke nak, hati-hati yang sayang.”


***


Robert pun bergegas pergi untuk menemui Ell, namun mendadak menerima telpon untuk menemani Merry shopping ke Mall.


Hahh.. ”kenapa gak bisa jalan sendiri? yasudah aku temani dulu dia..."


Lalu Robert menelpon Ell terlebih dahulu untuk membuat janji.


"Hallo Ell, iyaa kakak mohon untuk kali ini beri kakak waktu bicara sama kamu!! tolong sangat, soore yah.. oke... daahhh..."

__ADS_1


”Yesss. Akhirnya Elora, sebentar lagi yah..."


•••


Sementara itu...


”Sayang, kok lama sih, aku sudah menunggu.


,” ucap Merry dengan begitu manjanya dan merangkul Robert mesra.


Mereka pun bergegas pergi, akan tetapi Merry begitu banyak maunya, sehingga Robert dengan terpaksa menuruti semua keinginan Merry demi bertemu dengan Ell setelahnya.


Shopping, menonton bersama di bioskop, makan-makan pun sudah Robert turuti.


"Merry aku akan ada urusan pertemuan penting, jadi aku antar kamu pulang, ini sudah sangat sore, kamu jangan manja begini.”


”Iiihh sayang aku kangen kamu, kamu kenapa kok gitu, jalan sebentar...” pinta Merry dengan manja.


"Yausudah, tapi nanti kita langsung pulang ya.”


”Yeaiiii uummm..” Merry mencium pipi Robert.


"Kamu ini seperti anak kecil saja."


”Biarin kan calon istrimu...”


Hmmppp... ”kamu itu gak ada apa-apanya denganku pelacur kotor Elora Shin!! dasar perempuan bangsat!! tak akan aku biarkan kamu rebut Robert dari aku!” Ucap Merry dalam hatinya sambil tersenyum licik.


Mereka pun selesai, Robert kemudian mengantarkan Merry pulang...


***


Sementara itu Ell sudah menunggu lebih dari waktu yang dijanjikan Robert, yaitu hampir dua jam Ell masih dengan setia dan tenang menanti.


Tiba-tiba berhentilah sebuah mobil mewah berwarna biru matte tepat di depan Ell, turunlah seorang pria tinggi menggunakan kemeja merah namun berpenampilan kasual.


"Ell, maaf aku tadi pergi ada urusan," ucap Robert yang sedang berbohong kepada Ell karena takut Ell tidak terima jika dia harus jujur.


***


Mereka pun bergegas pergi ke sebuah Villa xxx.


”Lohh kok ke Villa...” ujar Ell heran.


"Iya aku mau ngobrol dengan kamu lebih lama, tenang aja aku pesan dua kamar kok jadi jangan takut.


”Ohh dua kamar, kenapa harus nginap kak?”


"Iyaa dong kan ini sudah malam, gak akan cukup kalau hanya beberapa menit bicara.”


Mereka pun bergegas masuk ke Villa, dan saling bercerita tentang hubungan mereka yang sempat terputus lama sembari menyeduh the hangat dan cemilan sederhana.


"Ell maafkan kakak, kakak benar-benar gak tahu kalau mereka melakukan itu semua, kakak sungguh menyesal, tapi kakak gak bisa membuat mama sakit Ell.


Sekarang kamu sudah tahu semua kan apa penyebabnya kakak dijodohkan dengan Merry, tolonglah kamu mengerti..."


”Kak Robert, coba kakak di posisi aku, aku sangat tertekan.”


”Saudara kakak mengirimkan aku ke Inggris, dan di sana aku harus berjuang untuk hidup, karena untuk kembali pun aku gak punya uang kak...” ucap Ell sambil menangis tersedu-sedu.


"iyaa sayang, kakak mohon maaf sama kamu!”


Robert pun bersujud di kaki Ell, keduanya sama-sama menangis, sembari sesenggukan Ell mencoba tenang.


"Elora tolong beri aku waktu untuk menyelesaikan masalah ini, setelah ini kita berangkat ke luar negeri yah..."


”Kakak jangan gila kamu kak!” Bentak Ell.


"iyaa aku gila, gila tanpa kamu!!!"


Robert berdiri dan berjalan mendekat dan terus mendekat hingga membuka pintu kamarnya dan mendorong Ell hingga terlempar ke sebuah kasur empuk milik Villa tersebut dan tak lupa untuk mengunci rapat pintu.


”Kak, apa-apaan ini?”


Robert memeluk Elora lembut dan berkata,


"Maafkan aku Elora, jika aku tidak membahagiakanmu, aku akan mencoba segala upaya.”


Elora hanya tertunduk kaku.


"Maaf kalau kakak menyakitimu, tapi kakak akan selalu berusaha menjagamu, mari kita istirahat.”

__ADS_1


***


__ADS_2