
Pasca acara pesta pernikahan antara Robert dan Merry. Sungguh hal diluar dugaan pun mulai terjadi, Robert bersikap begitu dingin. Bahkan untuk menyetuh Merry ketika sedang berdua saja, rasanya Robert begitu jijik. Robert si pria baik-baik, benar-benar merasa sangat tertipu oleh Merry.
”Kediaman keluarga Lee”
Merry datang berkunjung ke kediaman kedua orangtuanya Robert, dengan tujuan ingin mengadukan hal sikap cuek Robert terhadap dirinya selama ini.
”Merry, kamu datang sendirian saja? Kemana Robert?” tanya Mrs. Lee, ibu dari Robert.
”Robert super cuek dan sibuk ma, setelah kami menikah. Robert juga suka pulang malam, dan bau alkohol.. saat aku tegur, Robert pasti langsung mengacungkan aku selama berhari-hari..” ucap Merry sembari menangis di pelukan Mrs. Lee.
”What the hell!” Mrs. Robert sangat terkejut mendengar pernyataan dari Merry.
”Tapi Robert bukan tipe laki-laki yang suka meminum alkohol, Merry! Bagaimana bisa, Robert menjadi seperti ini?” Mrs. Lee sangat terkejut atas pengakuan dari Merry hari ini.
”Kalau mama tidak percaya, mama bisa bertanya langsung pada Robert. Aku sudah capek, mah..” keluh Merry.
”Oke. Kamu jaga kesehatan kamu baik-baik, agar kamu bisa segera hamil, oke.” Ucap Mrs. Lee.
Mendengar perihal kehamilan, sungguh sesuatu yang sangat membuat Merry terpojok. Selain Robert yang sudah tak pernh lagi menyentuhnya, Merry juga sudah berkali-kali melakukan tindakan menggugurkan janinnya selama berada di luar negeri. Hal ini juga akan menjadi cambuk keras dalam kehidupan mereka.
__ADS_1
Mrs. Lee mengambil ponsel miliknya, dan menelepon Robert agar datang ke kediaman keluarganya.
”Robert, sepulang dari kantor, langsung datang ke rumah, tidak ada bantah-bantahan!” Tegas Mrs. Lee.
Dari caranya saja, Mrs. Lee ialah tipe ibu yang cenderung selalu ikut campur dan mengatur. Tanpa ia sadari, hal itu justru menjadi sesuatu yang akan berdampak negatif bagi Robert.
”Yes. Lihat saja, apa masih berani bersikap cuek padaku..” Merry merasa menang, namun tak tahu jika tindakannya hanya akan membuat Robert semakin cuek.
•••
Setelah kedatangan Robert, ayah dan ibunya seakan sudah siap untuk menyidang Robert dengan berbagai dakwaan.
”Ada apa ini? Kenapa semua terlihat tegang?” Tanya Robert yang terlihat penat dengan pekerjaannya, ditambah lagi jika sudah mendengar permasalahan ini.
”Apa yang sudah kamu lakukan terhadap Merry? Kamu itu seorang kepala di dalam rumah tangga, seharusnya mampu mengayomi istrimu. Tapi, istrimu justru merasa jika rumah kalian bukanlah tempat nyaman. Bagaimana tanggungjawabmu sebagai seorang kepala keluarga?” Ucap Mr. Lee.
Robert memijat pelan kepalanya, ”Papa. Papa hanya mendengar dari sebelah pihak saja, apakah papa pernah memikirkan apa yang sudah aku alami selama ini?” balas Robert sembari meneguk segelas air sebagai pelepas dahaga.
”Robert, kamu jangan membantah papa, papa itu bicara atas wewenang sebagai kepala keluarga di keluarga ini!” Tegas Mrs. Lee.
__ADS_1
Robert tersenyum miring lalu menatap ke arah Merry, Robert sudah memahami sekarang apa yang sebenarnya terjadi.
”Merry, kamu senang melihat papa dan mama membelamu? Ini yang kamu inginkan sebenarnya?” ucap Robert.
”Robert, pantas saja Merry masih belum hamil-hamil, ternyata kamu terlalu menekan dia!” Tegas Mrs. Lee.
”Kalau aku sampai bersikap seperti ini, seharusnya Merry berkaca dan menyadari apa sebenarnya yang salah dengan diri dia? Apakah Merry sudah benar-benar belajar menjadi seorang istri?”
”Robert, aku sudah berusaha menjadi seorang istri yang sesuai keinginan kamu, tapi kamu justru semakin menjadi-jadi. Pulang malam, dengan mulut aroma alkohol! Kamu tahu kan itu akan berpengaruh dengan reproduksi kita!” Ucap Merry dengan nada setengah berteriak ke arah Robert.
”Lihat dirimu, dimana sopan santumu sebagai istri? Menikah denganmu, memang pilihan yang salah!” Ketus Robert.
”Robert!”
Plakh... Mr. Lee spontan menampar wajah Robert. Mrs. Lee sangat terkejut, hal itu sungguh diluar dugaan.
”Sejak awal, kalianlah selalu memaksaku.. semua yang kalian inginkan, aku selalu berusaha untuk penuhi, bahkan perihal jodoh. Kalian bahkan tega menekan Elora, hanya untuk memisahkan kami, Elora tidak pernah mengatakan apapun padaku akan hal itu. Lihat, betapa jahatnya hati kalian semua! Sekarang, saat ada masalah seperti ini, kalian masih menyalahkan aku? Setelah segala pengorbanan yang sudah aku lakukan..” Tegas Robert, lalu melangkah keluar dari hadapan keluarganya.
Mendengar penegasan dari Robert, hati kedua orangtuanya sedikit tergugah, namun apa daya, semua sudah terjadi. Mr. Lee yang tidak biasanya ringan tangan, menjadi sosok yang berbeda. Semua karena ulah egois dari Merry. Tanpa mengetahui siapa sebenarnya Merry dan segala perangainya.
__ADS_1