Bukan kekasih SIMPANAN

Bukan kekasih SIMPANAN
Pilihan


__ADS_3

Perusahaan L Group.


”Sayang, tumben banget minta hal ini?” tanya Merry manja.


Robert hanya terdiam saja, dan merapikan pakaiannya lalu melangkah kembali ke ruangan kerja miliknya.


”Sayang, ada apa? Kamu gugup ya?” tanya Merry lagi, sembari membelai wajah tampan Robert.


”Terima kasih, atas pelayananmu.” Ucap Robert.


”Iaa sayang, bahkan lebih dari ini pasti kuberikan. Makanya, segera menikah, sehingga tidak canggung lagi,” goda Merry.


Merry



Mendengar kata menikah, sontak membuat Robert menjadi tidak antusias pada Merry.


”Kenapa datang, tanpa mengabari ku terlebih dulu?” tanya Robert.


”Surprise!” Balas Merry, lalu mendekap Robert.


”Jam istirahat sudah usai, lebih baik jaga sikapmu.” Peringat Robert.


”Oke sayang.. kebetulan sekali, hari ini jadwal pemotretan ku sedikit lama. Jadi, aku bisa berlama-lama di sini.”


”Lebih baik kamu pulang saja, karena aku akan ada rapat pertemuan siang ini dan berlangsung hingga malam hari.”


”Yah... Sayang sekali.. yasudah aku pulang yah..” Merry menghampiri Robert dan mengecup pipi Robert.


Suasana hati Merry hari ini terlihat sangat baik, dikarenakan Merry menganggap bahwa Robert sudah jatuh cinta padanya.


Tanpa Merry ketahui, sebenarnya Robert tidak ada jadwal rapat hari ini. Robert hanya berbohong, agar Merry tidak mengusiknya.


***

__ADS_1


Perusahaan Penerbit XX.


Elora datang memenuhi undangan panggilan dari salah seorang pimpinan perusahaan penerbit, tempat buku-buku karya milik Elora diproduksi.


”Ini adalah laporan percetakan dan penjualan buku-buku tulisanmu.” Ucap salah seorang pria tampan yang merupakan pimpinan muda perusahaan.


Melihat lembar per lembar laporan tersebut, sungguh membuat perasaan Elora menjadi begitu bersemangat.


”Terima kasih, Tuan Luke. Semua ini berkat bantuan dari perusahaan.” Ucap Elora dengan wajah penuh senyuman.


“Buku-buku karyamu tidak hanya di Indonesia namun juga sudah beredar di luar negeri dengan versi bahasa Inggris.” Ucap Mr. Luke dengan wajah tersenyum.


Mr. Luke yang merupakan keturunan dari darah campuran Indonesia dan Jerman. Pimpinan muda, yang digandrungi banyak karyawan wanitanya.


”Aku pun tidak menyangka akan sejauh ini, Tuan Luke.”


”Untuk merayakan keberhasilan ini, malam ini aku akan mengajakmu pergi ke pameran buku di pusat kota. Bagaimana? Apakah tidak menyita waktu kerjamu, Nona Elora?”


”Sepertinya, tidak. Karena sore ini, aku sudah menyelesaikan jam kerjaku.”


Dengan wajah tersipu, Elora hanya membalas dengan senyuman pada Mr. Luke.


***


Apartemen Kediaman Elora.


”Aku pakai baju yang mana yah?” ucap Elora, yang sedang memilih outfitnya hari malam ini.


Tak seperti biasanya, Elora merasa pertemuan bersama Mr. Luke malam ini sangat istimewa. Yah, karena itu berhubungan dengan prestasi yang berhasil Elora capai.


Akankah nanti, ada kisah baru lagi diantara mereka?


Elora yang masih belum mendapatkan tempat untuk melabuhkan perasaannya.


Drttt....

__ADS_1


Mr. Luke is calling...


”Nona Elora, aku sudah di loby apartemen milikmu. Aku menunggu di sini.”


”Ah, baik Tuan..” balas Elora dengan sedikit tergesa, dan bergegas untuk menemui Mr. Luke.


Akhirnya, Elora pergi mengenakan dress kasual dengan make up tipis sebagai pemanis.


Elora



•••


”Hallo, Tuan Luke!” Seru Elora yang tiba di loby apartemen kediamannya.


Elora mulai menatap sekitar, dan mendapati tak satupun rekan lainnya. Hanya ada Elora dan Mr. Luke saja.


”Ayo, kita berangkat!” Ajak Mr. Luke, mereka pun pergi menuju tempat yang telah Luke rencanakan.


Sepanjang perjalanan, perbincangan hangat menghiasi perjalanan indah mereka. Elora benar-benar nyaman dengan obrolan mereka yang tentunya sangat nyambung.


Namun, ketika tiba di area depan gedung utama tempat pameran buku berlangsung, Elora lagi-lagi harus dipertemukan kembali dengan sosok Robert.


Yah, mereka bertemu di waktu yang tidak tepat. Dua pria tampan yang sama-sama memiliki darah campuran luar negeri ini pun berhasil membuat Elora bingung. Ditambah lagi, jika Maxwell ada di sana, apa jadinya nanti.


”Kak Robert...” gumam Elora gugup. Elora berusaha untuk menghindari pertemuan dengan Robert.


Mr. Luke



Robert


__ADS_1


__ADS_2