Bukan kekasih SIMPANAN

Bukan kekasih SIMPANAN
Lembaran baru


__ADS_3

”Tuan, sepertinya di sebelah sana cukup ramai!” Ucap Elora sembari menunjuk ke arah jalan samping gedung.


”Benar sekali, Nona Elora. Come on!” Ajak Luke.


”Akhirnya aku tidak repot-repot menghindari kak Robert...”


Upaya Elora untuk menghindari Robert pun berhasil dilakukan, kini Elora dapat fokus pada serangkaian acara bersama Luke.


•••


”Lihat, di sini ada karya Nona Elora,” ucap Luke, sembari menyodorkan sebuah buku karya milik Elora.


Elora tersenyum haru, tidak menyangka jika dirinya bisa memiliki karya hingga detik ini.


”Waktu dapat berlalu habis, tapi karyamu tidak akan pernah habis dan tetap abadi.” Ucap Luke, lalu mengajak Elora kembali berkeliling.


”Hello, Sir,” sapa salah seorang rekan bisnis dari Luke.


”Wow, akhirnya Sir memiliki kekasih,” goda rekan dari Luke.  Luke bahkan tidak membantah, dan hanya membalas dengan senyuman. Sementara itu, Elora sangat malu karenanya.


”Pergi bersamaku, tidak masalahkan?” tanya Luke, ketika keduanya duduk di area sisi tempat pelaksanaan acara tersebut.


”Tentu saja, tidak, Tuan Luke.” Balas Elora dengan sedikit malu-malu.


”Elora, come on!”


***


Luke kembali mengajak Elora untuk makan malam bersama, dan makan malam itu tepat di sebuah restoran seberang gedung.


Restoran A.X


”Welcome back, Sir.” Ucap salah seorang manajer yang kebetulan sudah cukup mengenal Luke. Dikarenakan, Luke sering makan di restoran tersebut.


”Malam ini, aku ingin menu yang paling rekomendasi.” Ucap Luke, mendengar hal itu Elora kembali tersipu, dan merasa menjadi orang istimewa.


”Oke. Silakan ditunggu, Tuan dan Nona.” Ucap si manager lalu memerintahkan para pelayan untuk segera menyediakan hidangan rekomendasi sesuai permintaan dari Luke.


•••


Setelah beberapa menit kemudian...


Hidangan pun tiba, mereka berdua pun menikmati menu rekomendasi sembari berbincang-bincang ringan.


“Nona Elora menyukai menu malam ini?” tanya Luke.

__ADS_1


”Tentu saja, tuan. Ini sangat luar biasa.” Ucap Elora.


Setelah beberapa saat kemudian, datang lagi menu penutup yang paling istimewa.


Luke terlihat sedikit heran dengan menu tersebut dan merasa tidak memesannya.


Lalu, si manager pun datang bersama dengan pelayan yang membawa menu.


”Ini adalah menu istimewa untuk sepasang kekasih malam ini. Karena, ini kali pertama, Tuan Luke membawa seorang wanita. Selamat menikmati.” Ucap si manager.


Sungguh hal yang tidak terduga, Luke juga hanya tersenyum, apalagi Elora sudah tak tahu harus berbuat apa.


”Pelayanan mereka memang luar biasa.” Ucap Luke.


Setelah menyelesaikan makan malam bersama, Luke tiba-tiba mengeluarkan sebuah kotak persegi panjang berwarna biru dongker.


”For you,” ucap Luke dengan wajah tersenyum.


”For me?” tanya Elora, memastikan.


”Yah. nona Elora dapat membukanya sekarang,” ucap Luke.


Dengan gugup, Elora pun membuka isi dari kota tersebut. Ternyata, sepasang kalung  dan gelang silver mewah.


”Ini adalah hadiah, bagi seseorang yang terus berjuang tanpa lelah untuk lebih maju ke depannya. Nona Elora sudah bekerja keras, dan aku sangat bangga memiliki partner seperti Nona Elora.” Ucap Luke, lalu Luke dengan jantan mengenakan kalung juga gelang tersebut.


”Sangat cocok dan pantas untukmu.” Ucap Luke.


”Terima kasih banyak, Tuan Luke. Ini sangat luar biasa.” Ucap Elora terharu. Elora sangat tidak menyangka, jika Luke akan memperlakukan dirinya begitu mereka baik.


”Aku harap, nona Elora akan terus berkarya. Jika sekiranya nona sudah mulai bosan berada di perusahaan saat ini, nona bisa bekerja penuh bersamaku dan aku akan menempatkan nona di tempat yang seharusnya. So, jangan takut akan jari esok.” Ucapan Luke, seolah memahami kondisi Elora saat ini.


”Terima kasih, tuan Luke.” Ucap Elora bahagia.


Malam ini, sungguh malam yang sangat luar biasa bagi Elora. Elora seakan melupakan sejenak permasalahan yang selama ini dihadapinya.


Elora merasa mendapat semangat baru, setelah pertemuannya bersama Luke. Namun, Elora juga tidak ingin salah sangka dengan sikap baik Luke. Karena Elora tidak ingin kecewa, jika terlalu berharap banyak.


***


Perusahaan X.


”Selamat pagi, pak Maxwell!” Sapa para karyawan kantor, menyambut kedatangan dari Maxwell di pagi itu.


”Selamat lagi, rekan-rekan. Semangat bekerja hari ini!” Balas Maxwell dan disusul oleh Elora sebagai sekretaris bagi Maxwell.

__ADS_1


”Huhh! Enak banget jadi Elora, belum lama di sini, sudah menjadi sekretaris pak Maxwell..” bisik-bisik para karyawan wanita yang merasa iri hati.


Elora mendengar jelas ucapan dari para karyawan itu, namun Elora memilih acuh tak mempedulikannya.


•••


”Elora, bisa kemari sebentar?” seru Maxwell dari ruangan miliknya, ruangan mereka hanya terpisah oleh tembok kaca dan tirai.


Elora pun datang menghadap Maxwell.


”Pak Maxwell, ada yang bisa saya bantu?” tanya Elora sopan.


”Duduklah, Elora.”


Elora pun duduk.


”Akhir pekan ini, kamu memiliki waktu luang tidak?” tanya Maxwell. Mendengar hal itu, Elora sedikit paham maksud dan tujuan dari pertanyaan Maxwell.


”Sepertinya, saya ada pekerjaan lain, pak. Ada apa, pak?”


”Ah, yasudahlah kalau kamu sibuk. Tapi, kira-kira berapa lama pekerjaan itu selesai?” tanya Maxwell lagi, memastikan bahwa ia masih bisa pergi bersama Elora.


Sementara itu, Elora pun tidak habis akal dan terus menolak secara halus. Elora tidak ingin hal itu mengusik profesional kerja mereka. Elora tidak ingin ada rasa canggung diantara mereka kelak, hanua karena hubungan diluar kantor. Terlebih lagi, setelah beberapa kejadian yang telah terjadi, Elora mulai kehilangan respek pada Maxwell.


***


Suatu saat, Maxwell mengadakan makan bersama dengan para karyawan sebagai pererat hubungan antar karyawan.


Saat yang lain sedang asyik bergurau, Maxwell terlihat pergi dari hadapan mereka, dan kebetulan Elora sedang pergi ke suatu toko, tepatnya mereka sedang berada di mall ternama di kota tersebut.


Saat akan kembali, Elora tanpa sengaja melihat Maxwell dipeluk oleh seorang wanita. Wanita itu terlihat cantik dan modis tentunya, body bak seorang super-model.


”I miss you so much, honey!” ucap wanita yang memeluk Maxwell.


Elora mendengar jelas ucapan itu, dikarenakan Elora yang sedang mengecek ponsel miliknya dan berhenti sejenak. Tak bermaksud untuk menguping, karena itu sangat kebetulan sekali.


”Emma, kamu datang sangat tiba-tiba,” ucap Maxwell.


”Kejutan honey! Aku sangat rindu, dan aku minta maaf, karena permasalahan kita di Jerman waktu itu, aku bersikap kekanak-kanakan.. tapi aku sudah menyesalinya, seperti janji kita waktu itu, bukan?” Ucap wanita yang bernama Emma itu dengam sikap manjanya.


Elora pun sudah cukup paham dengan keadaan mereka, Elora pun melalui mereka dengan acuh sembari bermain ponsel. Maxwell terkejut, dsn saat itu Emma masih merangkulnya manja.


”Beruntung, aku tidak terbuai kata-kata lembut, sopan dan manisnya.. kalau tidak, habislah aku..”


Lagi-lagi, Elora diperhadapkan dengan pria yang akan membuat jalannya kian rumit.

__ADS_1


Setelah kejadian itu, Maxwell tidak lagi memaksa Elora untuk pergi bersamanya, walau itu hanya alasan pekerjaan saja. Dikarenakan, Emma yang sering datang berkunjung ke kantor Maxwell. Hal itu pula membuat Merry semakin gencar menggunjing Elora, dan membuat Elora terpojok. Seolah, Elora hanyalah mainan dikala bosan saja.


Lama-lama, situasi di kantor semakin membuat Elora muak. Hal yang bahkan tidak Elora pedulikan justru dituduhkan padanya.


__ADS_2