Bukan kekasih SIMPANAN

Bukan kekasih SIMPANAN
Terpuruk dalam pilihan orangtua


__ADS_3

Robert begitu terpukul atas apa yang terjadi malam ini, kedua orangtuanya bahkan tidak bersedia mendengarkan penjelasan dari Robert. Keluarganya benar-benar dibutakan oleh materi, dikarenakan Merry yang merupakan anak semata wayang dari salah satu konglomerat di Ibukota tersebut.


Drrrttt...


Jason is calling...


Robert: ”Hallo, ada apa Jason?” Robert yang kala itu sedang berada di dalam perjalanan.


Jason: ”Aku melihat ada Elora sedang mengadakan podcast dengan beberapa penulis terkenal..--” Ucap Jason, dan langsung memberitahukan alamat yang saat ini Elora sedang berada.


Robert: ”Okay. Thank you, for your information.”


Robert tersenyum, lalu bergegas menuju tempat alamat Elora sedang berada kini. Seakan tidak peduli dengan statusnya yang sudah menikah, Robert kekeh pergi menemui Elora.


***


Area Gedung XX.


Robert tiba di lokasi, bertepatan dengan selesainya Elora dengan acaranya malam ini. Yaitu launchingnya buku karya barunya Elora.

__ADS_1


Saat Elora baru saja melangkah keluar dari gedung, Robert mencegat langkah Elora dan meraih tangan Elora.


”Siapa?” Pekik Elora terperanjat.


”Aku ingin kita bicara.” Ucap Robert, berusaha menahan Elora.


”Dasar sinting! Kakak baru saja menikah, sudah berani mengganggu perempuan lain, dasar laki-laki tidak berotak!” Umpat Elora penuh kekesalan.


Bagaimana tidak, Robert yang sudah jelas-jelas telah menjadi suami orsng, kini datang mengusiknya.


”Aku sudah katakan sebelumnya, aku tidak pernah mencintai Merry! Aku hanya mencintai kamu seorang, Elora! Camkan itu!” Tegas Robert.


”Ini sudah tidak benar lagi, tidak bisa dibiarkan!” Pekik Elora, lalu mendorong Robert dari dirinya.


”Kak Robert, sadarlah.. kita tidak bisa bersama, jangan gila seperti ini!”


”Iya aku memang gila, Elora. Gila, jika aku tidak bisa memiliki perempuan yang sangat aku cintai! Aku tersiksa, aku bisa gila, jika terus seperti ini! Aku berjanji, aku akan menjadi Robert yang tegas dengan pendirian. Ayo, kita mulai dari awal!” Ucap Robert seakan sedang meracau.


Elora hanya berusaha untuk menahan air matanya kali ini.

__ADS_1


”Mengapa kak Robert menjadi seperti ini? Apakah begitu besar tekanan yang saat ini kak Robert alami?”


”Maaf saja, aku tidak akan menjadi perusak rumah tangga orang lain!” Elora bergegas melepaskan diri dari cengkeraman Robert, dan menuju tempat ramai.


Dada Elora seakan berdegup lebih kencang dari biasanya. Ah, tidak mungkin bagi Elora hidup sebagai pengganggu rumah tangga orang lain. Sekalipun perasaan itu masih belum sepenuhnya dapat dilupakan, namun ssbagai seorang wanita terhormat, Elora masih berpikir beribu kali.


• • •


Elora pulang menggunakan taksi online yang berada di area gedung tersebut. Bertapa terkejutnya Elora, sebuah mobil mewah sedang mengikuti mereka dari arah belakang dan terlihat sangat jelas. Kemanapun arah taksi, mobil tersebut terus mengikuti mereka. Rupanya, itu adalah Robert.


Drrttt... Satu panggilan masuk...


”Kakak tidak akan pergi, sebelum kamu mengijinkan kakak untuk bicara denganmu malam ini!” Ucap seseorang dari balik panggilan, yang ialah Robert.


”Kumohon, jangan ikuti aku malam ini. Jika tidak, aku tidak akan segan-segan melaporkan kakak ke polisi, atas tindakan ketidaknyamanan.” Tegas Elora, di saat yang sama pula.


Elora baru saja mendapatkan pesan dari Luke, jika Luke kala ini sedang berada di loby apartemen kediaman Elora.


”Aku tidak tahu, apakah Tuan Luke serius dengan kedekatan kami..” batin Elora bergejolak. Disisi lain, Elora tidak ingin menjadikan Luke sebagai pelampiasannya saja.

__ADS_1


__ADS_2