Bukan kekasih SIMPANAN

Bukan kekasih SIMPANAN
Tak sama seperti dulu


__ADS_3

"Telah kucoba untuk beranjak pergi dari


kisah yang sungguh menyiksa ini, namun akan kah aku mampu untuk menepis semua


kenangan yang telah kita lalui bersama.


"Setelah menghadapi situasi yang sepele kamu ternyata langsung berpaling ke pria lain,


apakah aku kurang memanjakanmu atau aku kurang membuatmu berhasrat padaku? cepat


katakan apa yang harus ku lakukan agar membuatmu hanya menjadi milikku??" gumam Robert dengan penuh pilu.


Robert berjalan menuju arah Ell.


”Apa... apa yang kakak maksud?”


"Apa yang kumaksud biar ku jelaskan dengan caraku."


”Kak Robert, kita sedang ditempat umum jangan macam-macam!” tegas Ell.


"Kenapa raut wajahmu jadi berubah sayang, apa kamu takut kalau aku tahu siapa selingkuhanmu?”


”Selingkuh!! siapa yang selingkuh? kakak jangan keterlaluan yah, sudah jelas-jelas kakak yang sebentar lagi akan menikah!” Teriak Ell pada Robert.


"Jadi sekarang mau menyamai posisiku, aku hanya dijodohkan Elora tapi kenapa kamu balas begini?”


Argghh ”jangan kak Robert!” pekik Elora.


Robert mencengkram kedua tangan Ell.


"Kenapa kamu tidak bisa bersabar sedikit lagi Elora, kenapa!?" bentak Robert


”Kak Robert aku dengan kak Sham hanya kebetulan bertemu kami..--”


"Sham? kamu bersama Sham? bagus yah.."


”Lepaskan kak Robert, kakak keterlaluan!”


"Aku datang ke sini untuk menemuimu, tapi yang temukan kamu dengan bahagianya


bersama laki-laki lain!"


”Kakak please, jangan seperti ini..” pinta Ell dengan wajah berkaca-kaca.


"Elora, ingat! aku Robert, orang yang paling tidak suka dipermainkan wanita, aku sangat serius!"

__ADS_1


”Cukup kak Robert, aku lelah dengan semua ini, tolong jangan begini kak!”


"Elora... aku kecewa denganmu malam hari ini!!" Robert pun beranjak pergi dan menghempaskan tangannya dari Ell.


Robert yang kini mengira Elora telah berpaling pada pria lain, sungguh membuatnya begitu kecewa pada Elora.


Robert Lee, merupakan sosok pria yang serius dalam segala hal, sejak kuliah Robert


merupakan pria kutu buku selalu berada di perpustakaan, jarang berinteraksi


dengan orang sekitarnya.


Hal tersebut membuatnya sulit menemukan sosok yang dapat dipercaya, dan setelah mulai mengenal dan bahkan jatuh cinta pada Elora,


Robert mempercayai Elora dengan sepenuh hati.


Namun, karena Elora yang merupakan wanita yang berasal dari keluarga sederhana bahkan hanya Elora yang memiliki pendidikan lebih tinggi, hal ini membuat orang tua Robert tak menyetujui hubungan tersebut.


***


”Sudahlah lebih baik aku beristirahat, percuma memberi penjelasan pada kak Robert yang


sudah pasti sulit menerima pendapat orang.”


Pertengkaran yang telah terjadi membuat Robert sekian lama tak berusaha menemui Elora seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya.


•••


Perusahaan XX.


Ughh ”lelahnya...”


"Elora kamu memang pekerja yang sangat ulet, tak heran jika big bos sangat mempercayaimu tapi apa kamu tahu sebentar lagi kita kedatangan bos baru loh!” Ucap rekan-rekan kerjanya.


Hmmpp.. ”baru lagi yah?”


"Iyaa Elora lebih tampan dari James loh!” hahaha...


Ahh ”kalian ini sudah kubilang aku dan kak Jems hanya rekan kerja.”


"Ahh masa sih, tapi Jems perhatian banget padamu.” Goda mereka.


Riuh para rekan-rekan kerjanya yang selalu menggoda Ell bersama Jems


James, biasa disapa Jems merupakan orang kepercayaan perusahaan tempat Ell bekerja.

__ADS_1


Jems tidak hanya tampan seperti yang sering kali dibicarakan orang-orang, namun juga


ia mengurus para pegawai kantor.


•••


”Semuanya coba lihat bos baru... wauu!”


Semua pegawai menyambut pekerja baru yang akan menempati posisi sebagai manager.


”Hallo Jems!” sapa para pegawai wanita yang selalu terpesona dengan ketampanan Jems.


"Hmm baik semuanya, saya perkenalkan ini adalah manager baru kita, silakan pak memperkenalkan diri."


”Waoouu...” para wanita tercengang melihat sosok tersebut.


”Perkenalkan, nama saya Maxwell Diego, cukup panggil saja Max. Saya berusia 27 tahun."


"What? masih muda yah?" bisik para pegawai kantor.


"Demikian saya mohon kerjasama semuanya."


Semua pun kembali bekerja, namun Elora menerima perintah langsung dari Max untuk


masuk ke ruangannya.


"Elora, tolong ke ruang pak Max sebentar ada hal penting yang ingin dibicarakan."


”Baik kak Jems.”


•••


Elora berjalan menuju ruang manager


Saat memasuki ruangan.


"Elora!!" Max mendekatinya


”Ahh pak Max, kenapa?”


"Kamu sudah melupakanku?" tanya pria berpostur tinggi putih, hidung mancung, wajah yang juga begitu tampan tersebut.


”Apa maksud bapak?”


"Kamu benar-benar melupakanku?" Max mendekati wajah Ell

__ADS_1


***


__ADS_2