
Penyesalan memang selalu datang terlambat, ketika penyesalan itu datang, tentu semua sudah tak sama seperti dulu lagi. Sangat sulit untuk mengembalikan kepercayaan yang sudah hilang.
Saat ini, Elora sudah mulai bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bagian percetakan. Elora di sana di tempatkan sebagai seorang editor majalah.
”Perusahaan P Group”
Saat sedang asyik bekerja, tiba-tiba Luke datang berkunjung sebagai seorang yang berperan penting di perusahaan tempat Elora bekerja tersebut.
”Wah! Itukan Tuan Luke, direktur muda dari perusahaan penerbit pusat kota..” bisik-bisik para karyawan yang terkagum dengan ketampanan Luke.
”Eh eh, tapi ada rumor Tuan Luke sudah beberapa kali kedapatan jalan bareng seseorang loh!”
”Ah, selama janur kuning belum ada, apa salahnya mencoba!” Ucap para karyawan genit itu.
Elora hanya tersenyum sendiri mendengar semua percakapan para karyawan itu.
”Elora, bukannya kamu juga seorang penulis buku, dan buku kamu banyak terbit dibawah naungan perusahaan yang Tuan Luke jalankan, kan?” tanya salah seorang karyawan yang terlihat sangat ingin tahu.
”Ah, ya.. aku hanya penulis kecil kok,” balas Elora ramah.
”Tapi kan buku kamu termasuk best seller! Apalagi yang judul, ”Aku Bukan Kekasih Simpanan” sumpah deh, aku pas baca deskripsinya saja, sudah tersayat-sayat.” Ucapnya kagum.
”Terima kasih ya, sudah membaca karya kecilku.”
”Oh ia, ngomong-ngomong, kamu pasti tahu dong siapa tuan Luke?” mereka mulai mendekati wajah Elora dengan penuh rasa ingin tahu yang besar.
”Yah, hanya tahu sekilas saja.” Ucap Elora singkat. Tak ingin, jika terlalu banyak bicara hanya akan membuat gosip baru lagi.
•••
Saat waktu makan siang, Elora seperti biasanya membawakan bekal makanan miliknya, hitung-hitung berhemat. Terlebih lagi, biaya apartemen tidaklah murah, meskipun Elora memilih apartemen yang sederhana saja untuknya.
”Selamat siang,” sapa seseorang yang membuat santap makan siang Elora terhenti sejenak.
”Tuan Luke?” ucap Elora, dan terlihat gugup, takut akan ada gosip tentang dirinya di kantor barunya.
”Makanan Nona Elora sangat sehat!” Puji Luke, kemudian mata Luke seolah berbinar, tatkala melihat Elora selalu mengenakan jam tangan yang ia berikan. Untuk gelang dan kalung Elora hanya mengenakan di momen tertentu, mungkin agar tidak lecet.
”Ah, terima kasih tuan Luke. Saya selalu membawanya setiap hari.” Ucap Elora.
__ADS_1
”Jam tangan itu sangat cocok dengan Nona. Oh ya, sore ini aku jemput pulang.”
”Hah, ingin kemana tuan?” Elora yang tak menyangka akan dijemput sore ini oleh pria yang banyak digandrungi para wanita itu.
”Hanya ingin mengajak Nona Elora berkeliling saja. Apakah nona keberatan?”
”Ah, tentu tidak. Hanya saja, saya tidak enak jika nanti para karyawan membuat gosip baru. Terlebih lagi, saya hanya karyawan baru di sini.” Ucap Elora. Tak maksud menolak, namun hanya ingin menjaga keadaan.
”Apa masalahnya dengan orang lain? Bukankah nona juga belum memiliki pasangan, begitu pun aku. Jadi, kenapa harus takut? Tidak ada masalah.” Ucap Luke prontal. Elora sampai terheran, mendengar penegasan dari Luke mengenai pasangan.
”Baik tuan, di mana tuan akan menjemput saya?”
”Di loby utama, mungkin beberapa menit setelah nona pulang kantor, aku sudah datang.” Luke bangkit dari tempat duduknya, dan meninggalkan senyuman hangat pada Elora.
Elora dengan susah payah menelan makanan di mulutnya, rasanya Elora sudah kenyang hari ini. Beruntung, saat Luke datang mendekatinya, para karyawan sedang berada di kantin kantor. Sangat jarang bagi mereka untuk membawa bekal rumahan.
•••
Kembali bekerja dengan perasaan yang tak karuan. Antara senang, dan juga rasa yang lainnya.
Drttt... Satu pesan masuk...
”Baik tuan Luke, sampai jumpa sore nanti, bye!”😊
Elora tersenyum tatkala saling berbalas pesan dengan Luke, rasa dihatinya sedang bermekaran.
Apakah Elora sudah mulai menaruh rasa pada Luke, ataukah ini hanya sekadar rasa nyaman semata? Mengingat, Elora yang sudah pernah dikecewakan dengan kejam, maka hal itu kian membuat Elora sulit percaya para pria.
Semoga saja, Luke bukanlah pria pecundang seperti yang selama ini pernah Elora kenal.
***
Sore pun tiba...
Seperti yang dijanjikan Luke datang tepat waktu dan hingga saat ini Luke merupakan pria yang sangat disiplin perihal janji maupun waktu.
Dikarenakan para karyawan sudah banyak yang berpulang, maka ketika Luke menjemput Elora, tak ada yang terlalu memperhatikan Elora bersama Luke. Ditambah lagi, gedung tersebut tidak hanya memiliki satu perusahaan saja. Begitulah gedung-gedung di ibu kota, dalam satu bangunan tinggi menjulang, tentu ada banyak macam perusahaan di sana.
Orang yang berhamburan keluar, tentu tidak akan terlalu mempedulikan satu dengan yang lainnya. Hal ini menguntungkan bagi Elora, mengingat Elora masih belum siap jika para rekan-rekannya mengetahui perihal kedekatan dirinya dengan Luke.
__ADS_1
”Ingin makan terlebih dulu?” tanya Luke, ketika keduanya baru saja akan pergi dari area gedung tinggi menjulang tersebut.
”Aku tergantung pada tuan Luke saja, jika tuan merasa mulai lapar, maka kita bisa makan terlebih dulu.” Ucap Elora.
”Baiklah, sudah diputuskan, kita akan makan terlebih dulu, sembari menikmati hiruk pikuk keramaian.” Ucap Luke.
Luke kemudian membawa Elora ke sebuah mall di pusat kota, dan di sana mereka makan bersama, berbincang tentang banyak hal lainnya.
* * *
Mall CP X.
Di sebuah mall yang tergolong mewah ini, Luke mengajak Elora untuk makan bersama.
”Wanita ini sangat menarik. Selain cerdas, berbakat, dia juga adalah wanita yang pekerja keras..” batin Luke.
”Nona Elora, apakah tidak masalah jika alu terus mengajak nona pergi seperti ini?” tanya Luke tiba-tiba.
”Maksud tuan? Maaf, saya kurang mengerti.” Balas Elora dengan tersenyum kaget.
”Maksudku, perihal kebersamaan ini, apakah nona merasa nyaman saja setiap kita pergi bersama?”
”Sejauh ini, aku tidak merasa keberatan, bahkan aku sangat berterima kasih, karena tuan Luke sudah sangat banyak membantuku.” Ucap Elora yang berusaha agar ucapnya tetap terjaga.
”Oke. Lalu, bagaimana jika pada akhirnya ada niat di hatiku untuk lebih jauh mengenali siapa nona Elora? Apakah nona akan tetap tidak keberatan?”
”Ah, pria ini sangat prontal, aku sampai kesulitan menjawab setiap pertanyaannya..” batin Elora.
Elora terdiam tanpa kata, dan bingung harus berkata apa lagi.
”Nona Elora, aku tidak suka bermain-main dengan perasaan seseorang, terlebih lagi, jika seseorang yang selama ini bersamaku selalu dengan senang hati menerima keberadaanku. Jujur, aku mulai menyukai nona Elora.” Tegas Luke dengan menatap dalam ke arah Elora.
Elora hampir tersedak karenanya, yah ini terasa mengejutkan bagi Elora.
”Nona Elora, sudikan nona untuk menyambut perasaanku, yang tidak sskadar suka sebagai rekan. Tapi, aku ingin menjalin hubungan serius bersama nona Elora. Sudikah?” tanya Luke serius.
__ADS_1
”Tuan Luke, aa-aku..”