
Hari ini langit sangat cerah Dini yang masih sibuk dengan kelasnya sangat merindukan sahabat dekatnya.
Sudah 2 hari ia tak bertemu dengan bunga karena jadwal kelas mereka yang berbeda.
Masih di semester pertama namun BUNGA dan Dini disibukan dengan tugas masing-masing.
"Ah...aku sangat ingin cepat pulang", kata Dini mengeluh ketika pelajaran terakhir di kelasnya hampir selesai.
Meski mereka menyusun jadwal bersama namun mereka sulit untuk mendapatkan kelas jam yang sama.
hanya 3 kali dalam seminggu sahabat ini bertemu, tak jarang mereka sibuk dengan kerja kelompok masing-masing yang membuat mereka jarang bertemu.
"Akhirnya kelar juga kelas terakhir di hari ini..", kata Bunga yang kemudian menyimpan semua perlengkapan belajarnya.
Dari pagi ia tak melihat Diksi sama sekali, karena sastra Inggris juga tidak ada di jam kuliah untuk hari ini.
"Ting", smartphone Bunga yang berbunyi membuatnya kembali merogoh tas nya untuk mencari smartphone yang abdu saja ia masukan.
"Siapa..",kata Bunga penasaran sembari terus mencari smartphonenya yang bergetar di dalam tasnya.
"kawan..aku rindu yuk makan bareng, hari ini kamu udah gak ada kelas kan aku juga Uda free", chat message yang baru saja Bunga baca setelah mengambil smartphone dari tasnya.
"Ya ampun benar juga udah 2 hari gak ketemu sama Dini kangen banget, uhh baru aja semester 1 tapi udah bayak tugas mana beda kelas sama Dini, padahal niat awal kuliah disini kan biar bisa bareng", Bunga yang sedikit mengeluh tentang dirinya dan sahabat karibnya Dini yang jarang bertemu karena kuliah.
"Oke nanti aku tunggu di bawah ya, aku tunggu di parkiran", jawab Bunga pada pesan message atas balasan jawaban dari ajakan Dini.
Bunga yang sudah selesai mengemasi barang bawaannya langsung pergi meninggalkan kelas.
Sepanjang koridor Bunga menoleh ke sana dan kemari namun tak menemukan Diksi yang biasanya selalu tiba-tiba muncul di depannya.
Diksi adalah orang sibuk yang selalu kesana kemari untuk mengajar dan mengurus segalanya sendiri.
__ADS_1
"Eh udah lama nunggu.in?", tanya Dini yang baru saja datang ke bawah dan menyapa temannya Bunga yang sudah sampai dulu.an.
"Jadi kita mau ke mana?", tanya Bunga pada Dini yang sudah merencanakan perjalanan mereka.
"Anterin aku dulu ya ke rumah sakit, tadi ada berkas kak Lucky yang ketinggalan, biasa tu kak Lucky otak doang yang genius tapi tetep aja pelupa kkk", kata Dini memohon pada temannya untuk menemani ke rumah sakit untuk mengantar berkas kakaknya yang ketinggalan.
"Oke lah..", jawab bunga yang setuju.
"Kek nya kakak ku butuh pasangan buat selalu ngingetin dia, ehemm.. ini sahabatku nganggur nih..", ejek Dini mengajak temannya bercanda.
"Apa.an si Din kan aku sama kak Lucky cuma sebatas adik kakak mana bisa aku merubah perasaan sayang itu menjadi rasa yang lebih", kata Bunga menjawab sindiran Dini untuk menjadi kakak iparnya.
"Kalian tu cocok tau, Sampek sekarang kamu belum tau kalok kak Lucky emang suka sama kamu?", tanya Dini menegaskan.
"Kakak itu suka sama kamu lebih dari seorang adik Bunga, emang apa si kurangnya kak Lucky lagi pula kalian berdua juga sama-sama jomblo", tegas Dini menjelaskan pada sahabatnya jika kakaknya suka dengan bung.
"Aku tau itu Din, aku tau jika kak Lucky menyayangiku melebihi rasa sayangku padanya, tapi aku tak bisa memaksakan perasaan ku yang hanya menganggapnya sebagai seorang kakak", jawab Bunga menjelaskan pada Dini tentang perasaannya pada Kak Lucky.
"Ah..baiklah aku tak bisa memaksakan hatimu, tapi aku menaruh harapan besan untuk mu mencoba menerima kakakku untuk menjadi kekasihmu", kata Dini yang masih berharap jika kakaknya bisa bersama dengan Bunga sahabatnya yang ia sayangi.
"Ya ampun udah lama juga kita ngobrol sambil berdiri kkkk", Kata Dinj yang baru sadar sudah hampir 25 menit mereka mengobrol.
"Ya udah yuk nanti kakakmu menunggu", kata Bunga yang kemudian mengajak Dini untuk bergegas ke rumah sakit.
"Tin..",suara klakson dari mobil yang tidak asing bagi mereka berdua.
"Kalian mau ke mana?", tanya seseorang yang membunyikan klakson di dekat mereka berdua.
"Pak Diksi !", kata Dini yang terkejut melihat Pak Diksi yang tiba-tiba menyapa mereka.
"Ayo biar ku antar", kata Diksi lagi menawarkan tumpangan pada 2 gadis yang baru akan berjalan ke parkiran.
__ADS_1
"Tapi Pak..", tolak bunga yang terhenti karena sahabatnya yang langsung masuk di dalam mobil dan duduk di kursi belakang.
"Udah yuk masuk biar lebih cepat", ajak Dini yang sudah masuk ke dalam mobil Diksi dan sudah menggunakan sabuk pengaman.
"huf..Dini untung kamu sahabat baikku heheh...", kata Bunga bergeming sembari tersenyum dan akhirnya menuruti permintaan temannya.
"Duduk depan aku bukan sopir kamu bunga", kata Diksi yang melihat bunga akan membuka pintu belakang dan duduk di sebelah Dini.
"emm...baiklah", jawab Bunga yang dengan lemas menyetujui perintah dari Dosennya.
"Jadi mau ku antar ke mana?", tanya Diksi membuka pembicaraan pada penumpang yang baru saja menaiki mobilnya.
"Pak antarkan saya ke rumah sakit ada sesuatu yang harus di urus", jawab Dini dengan cepat.
"Mengapa kalian di rumah sait? apa ada yang sakit di antara kalian?", tanya Diksi lagi penasaran dan mulai khawatir jika Bunga yang memerlukan pemeriksaan.
"Ah..tidak, kakakku bekerja di rumah sakit dana da berkas yang tertinggal jadi aku sebagai adik yang baik harus mengantarkannya", jawab Dini lagi memperjelas tentang tujuannya bersama Bunga ke rumah sakit.
"Oh jadi kamu Dini adik Dokter Lucky?", tanya Diksi yang sudah mengenal Lucky terlebih dahulu.
"Oh bapak tau kakak ku, beliau memang sangat terkenal ya ha..ha..ha, tapi sayang cintanya di tolak", kata Dini yang membuat Bunga tegang tentang pernyataan temannya.
"Di tolak?",tanya diksi lagi penasaran.
"Iya Pak padahal kakakku itu orang yang sempurna tapi perempuan yang duduk di sebelah bapak yang harusnya menjadi kakak ipar ku tapi yahh dia tak mau", jawab Dini balak - blak.kan.
"Din apa-apa.an si ke apa cerita hal semacam itu sama Pak Diksi!", kata Bunga protes dengan temannya yang suka tidak bisa mengontrol apapun yang keluar dari mulutnya.
"Jadi seperti apa type ideal yang kamu cari Bunga?", tanya Diksi tiba-tiba yang berhasil membuat bunga membelalakkan matanya.
"Tidak ada aku tidak mempunyai type atau semacamnya, aku hanya mencari kenyamanan dan rasa ketika bersama orang yang ku suka itu saja", jawab Bunga dengan cepat.
__ADS_1
"Oh baiklah saya akan belajar membuatmu nyaman mulai sekarang..", jawab Diksi merayu Bunga dan merubah wajah bunga menjadi tomat merah yang menggemaskan.
"Ehemm....Tolong masih ada orang di sini jadi kondisikan jika kalian ingin membicarakan sesuatu yang romantis", Kata Dini menyindir Dosen dan temannya yang saling menggoda.