
"Kring....", suara alarm dari smartphone yang berada di atas kasur.
"Astaga ini sudah pagi!", Bunga yang sedikit kaget dan mencoba menyadarkan diri.
"Ah aku bahkan tertidur tanpa mengganti pakaian", kata Bunga yang baru sadar jika ia tertidur masih dengan dress yang semalam ia pakai.
Kembali mengingat-ingat tentang kejadian yang semalam sampai ia akhirnya bisa tertidur dengan dress yang ia kenakan semalam.
"Ah..benar apa Diksi sudah menjawab pesanku?", Bunga yang kemudian kembali mengingat tentang janji kekasihnya yang mengajaknya kencan namun ia tak kunjung datang dan membuatnya sedikit khawatir.
"Ah..ini dia ya ampun banyak pesan dan telfon masuk darinya", Bunga yang baru saja membuka smartphonenya melihat telfon dari Diksi dengan banyak panggilan dan banyak pesan yang ia dapat di pagi hari.
"Ya ampun terdapat 100 panggilan tak terjawab dari Diksi, pasti dia merasa bersalah karena meninggalkan ku sendiri tanpa memberi kabar", Bunga yang kemudian melihat isi dari pesan yang Diski kirim untuknya.
"Bunga..maaf aku lupa jika aku memiliki janji denganmu, aku lupa mengatakan jika aku ada urusan mendadak dak tak bisa bertemu denganmu..apa kau marah?", Isi pesan Diksi yang cukup membuat Bunga lega ketika membacanya karena ia bersyukur tidak terjadi suatu hal yang buruk pada kekasihnya.
"Ah.. syukurlah dia baik-baik saja", Bunga yang kemudian dengan cepat membalas pesan Diksi dan mengatakan jika ia tidak marah melainkan hanya khawatir terhadap Diksi yang tak memberikannya kabar.
"Aku pulang setelah lama menunggumu, dan aku tidak marah karena mungkin kau bisa saja lupa karena kau begitu sibuk dan aku hanya khawatir terjadi sesuatu padamu", jawab Bunga pada pesan message yang kemudian ia kirimkan pada Diski kekasihnya.
"Syukurlah pangeran katak ku baik-baik saja", kata Bunga yang kemudian meletakkan smartphonenya dan bergegas untuk membersihkan diri.
Karena ini adalah hari libur Bunga tidak bersiap untuk pergi ke kampus dan membersihkan diri tanpa terbaru - buru.
"Ah..nyaman sekali", Bunga yang berendam air hangat setelah semalam ia berjalan kaki cukup jauh.
Bunga pun menggosok badannya perlahan dan segera menuntaskan kegiatan mandinya dan segera bersiap untuk membuka toko Bunga miliknya.
"Bunga..!", terdengar suara laki-laki dari luar Toko yang sudah sangat Bunga kenal suaranya.
Ya itu adalah suara kak Lucky yang pagi-pagi sudah datang dan menyapa karena ia juga libur hari ini.
__ADS_1
"Sebentar kak..", jawab Bunga dari dalam kamar dengan cepat memakai pakaian dan masih mengenakan handuk di kepalanya.
"Ya ampun rambutmu masih basah, kau baru mandi?", tanya Lucky pada Bunga dengan gundukan handuk di atas kepalanya dan rambut-rambut yang masih meneteskan air meski sudah tertutup handuk.
"Ya ampun kak ini masih pagi, kenapa kemari?", tanya Bunga' pada Lucky yang terlihat membawa bungkusan yang bisa di pastikan di dalamnya adalah makanan.
"Ini ayahmu menitipkan ini padaku", jawab Lucky sembari menyodorkan bungkusan yang ternyata itu adalah titipan dari ayah Bunga.
"Oh ini ayah yang memberikannya?", tanya Bunga lagi menambahi.
"Iya..sini ambil pengering rambut biar ku bantu kau mengeringkannya", Lucky yang kemudian menawarkan jasanya untuk membatu mengeringkan rambut Bunga yang masih menetes.
"Wah.. benarkah okey sebentar akan ku ambilkan", jawab Bunga yang langsung mengambil pengering rambut yang ada di kamarnya.
"Toko mu selalu wangi", Lucky yang terus mengendus di setiap ruangan yang sangat ia sukai baunya.
"ini..tolong ya..", Bunga yang kemudian menyodorkan pengering rambutnya dan mulai mengeringkan rambut Bunga dengan perlahan.
"Apa kau tak lelah?", tanya Bunga dengan Lucky yang dengan sabar mengeringkan rambut panjangnya yang lebat.
"ini pertama kalinya setelah sekian lama", kata Bunga mengingat terakhir kali Lucky mengeringkan rambutnya saat ia sudah lulus sekolah dasar.
"Iya sudah cukup lama, bahkan rambutmu sekarang sangat lebat dari pada yang terlihat", kata Lucky dengan terus fokus mengeringkan rambut wanita mungil yang duduk di depannya.
Setelah 30 menit mereka berbincang sembari Lucky yang terus mengeringkan rambut lebat Bunga dan akhirnya selesai dengan baik.
"Ah..sudah selesai..", Lucky yang kemudian mencabut listrik yang masih terhubung dengan pengering rambut dan membawanya masuk ke dalam kamar.
"Sini kak biarkan aku yang menaruhnya", kata Bunga menawarkan bantuan.
"Tidak perlu ini masih panas, biar aku saja yang menyimpannya", kata Lucky yang kemudian menyimpan pengering di tempatnya.
__ADS_1
"Aku sudah membuat roti isi kemari kak ayo kita sarapan bersama", Bunga yang sedikit berteriak di dalam toko karena Lucky berada di dalam ruangan.
"Ah..iya sebentar..", jawab Lucky sedikit berteriak agar bunga mendengar jawabannya dari dalam ruangan.
"Ting...",suara pesan masuk di smartphone yang Bunga taruh di atas meja tempat ia membuat roti isi.
"Apa kau sekarang senggang?", tanya Diski pada pesan yang ia kirim pada Bunga.
"Ah..aku harus menjaga toko, ayah sedang tidak ada jadi aku yang menggantikannya", jawab Bunga pada pesan yang langsung ia kirim pada Diksi kekasihnya.
"Aku ingin mengganti janji kencan kita, dan mengajakmu menonton bioskop dan makan malam bersama", jawab Diksi dengan cepat menjelaskan alasannya bertanya apakah hari ini Bunga memiliki waktu senggang.
"Ah... maaf tapi banyak orderan hari ini jadi sepertinya aku sibuk", jawab Bunga dengan cepat karena orderan Toko yang menumpuk di hari weekend.
"Baiklah aku akan ke toko saja menemanimu", jawab Diksi yang ingin menghabiskan waktu bersama Bunga meski bukan kencan.
"Boleh..datanglah jika kamu ingin membantu aku akan dengan senang menerimanya", jawab Bunga yabg setuju dengan tawaran Diksi dengan bantuannya.
"Kenapa kau tersenyum sembari menatap smartphone mu?", tanya Lucky yang baru keluar ruangan setelah menaruh pengering rambut milik Bunga.
"Ah..ada temanku yang akan datang dan membantu jadi aku sedikit bahagia", jawab Bunga yang tak mengatakan jika yang datang adalah kekasihnya.
"Benarkah..syukurlah jadi pesanan cepat selesai", jawab Lucky yang kemudian duduk di depan Bunga dan mengambil roti isi yang Bunga siapkan untuknya.
"Wah meskipun hanya sarapan roti isi tapi ini sangat membantu cacing di perutku yang sedang berteriak kelaparan hahahh", jawab Lucky di selangi tawanya yang khas.
"Ya ampun orang tua satu ini, kau bahkan memuji ku hanya karena roti isi hahah", jawab Bunga yang lumayan terhibur dengan gurauan Lucky yang sedikit lucu baginya.
"Berapa orderan yang masuk hari ini?", tanya Lucky sembari menelan roti yang sudah ia kunyah dengan lembut.
"Ah.. sekitar 30 orderan bucket Bunga untuk hari ini", jawab Bunga yang juga masih fokus pada layar smartphonenya.
__ADS_1
"aku jadi penasaran seperti apa temanmu itu sampai kau tersenyum tiada henti", Lucky yang penasaran dengan sosok yang akan datang dan membantu mereka hari ini.
"Kau akan menyukainya juga kak, karena dia sangat baik meskipun tingkahnya random", jawab Bunga yang kemudian melanjutkan sisa gigitan di roti isi miliknya.