Bunga Untuk Pangeran

Bunga Untuk Pangeran
Chapter 18 [Menunggu]


__ADS_3

"Apa hari Minggu kau senggang?", tanya Diksi pada pesan yang ia kirim pada Bunga.


Diksi yang berencana mengajak bunga pergi makan malam berharap rencananya kali ini berhasil.


"Apakah dia akan menolak ku lagi?", tanya Diksi yang tidak yakin jika ajakannya akan di terima.


"Ting..", suara pesan masuk atas jawaban yang Bunga berikan dari pesan yang Diksi kirimkan padanya.


"Yah aku senggang..", jawab Bunga pada pesan yang dapat membuat Diksi tersenyum kegirangan.


"Ah..bagaimana ini..?", tanya Diksi yang bingung bagaimana merangkai kata untuk mengajak Bunga makan malam.


"Aku ingin mengajakmu keluar untuk mengantarkan beberapa sumbangan ke sebuah panti", jawab Diksi merangkai katanya agar terkesan natural.


"Ah..benarkah, baiklah aku akan ikut jam berapa aku harus bersiap?", benar saja ajakan Diksi kali ini mendapatkan respon baik dari Bunga.


Diksi yang bersemangat langsung menjawab pesan dari Bunga secepat mungkin.


"Nanti jam 8 malam aku akan menjemputmu", jawab Diksi pada pesan yang ia langsung kirimkan pada Bunga.


"Baiklah..nanti aku akan bersiap", jawab Bunga pada pesan jawaban yang berhasil membuat Diksi tersipu malu menatap layar smartphonenya.


Diksi yang masih terus tersenyum tiba-tiba tersadar dari lamunannya setelah terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan tempat ia duduk sedari tadi.


"Tok..tok..",suara ketukan pintu di luar ruangan Diksi.


"Silakan masuk", jawab Diksi yang mempersiapkan seseorang yang mengagetkannya dengan suara ketukan pintu saat ia sedang senyum-senyum sendiri menatap layar smartphonenya.


"Oh Luna kapan kau datang?", tanya Diksi yang kaget setelah melihat seorang wanita yang ternyata adalah teman masa kuliahnya saat di luar negeri.


"aku mengirim pesan padamu, but I know kamu sibuk jadi gak mungkin pesan dariku langsung mendapatkan respon darimu", jawab wanita yang bernama Luna yang kemudian berjalan menghampiri Diksi.


"it's been so long", kata wanita itu sembari memeluk Diksi dengan cepat.


"Hey ini di kampus tolong jaga sikapmu!", kata Diksi yang kemudian melepaskan pelukan dari wanita berbadan sexy di depannya.


"Apa kau melupakanku?", tanya Luna pada Diksi yang menolak pelukannya.


"Tentu saja tidak, tapi aku harus menjaga sikap kita sedang di kampus bagaiman bisa kau melakukan hal semacam itu", jawab Diksi menjelaskan pada sahabat yang sudah lama ia tidak temui.

__ADS_1


"Okey I know", jawab Luna mengerti dan segera duduk di sofa.


"Bagaimana kabarmu?, kenapa tak pernah mengirim ku pesan?", Tanya Luna pada Diksi yang baru saja duduk di depannya.


"Kau lihat sendiri, aku sangat sibuk jadi maaf jika aku tak memberi kabar", Jawab Diksi pada sahabat lamanya.


***


*Luna


"Hey..siapa namamu?", tanya seorang gadis yang tiba-tiba duduk di sebelah Diksi.


Diksi yang diam membiarkan wanita itu terus bertanya tanpa ia jawab.


Hari demi hari wanita itu selalu mendekati Diksi dan mengajaknya mengobrol meski Diksi selalu mengabaikannya karena sikap Diksi yang arogan.


"Aku suka lelaki sombong sepertimu",kata Luna pada Diksi yang masih tidak menjawab meski sudah satu Minggu Luna mengajaknya berbicara.


Hingga sampai pada saat Diksi jatuh sakit dan tidak pergi kuliah.


Luna tiba-tiba datang ke apartemen di mana Diksi tinggal.


Hungan mereka semakin membaik, Diksi bahkan sudah menjawab setiap obrolan yang Luna lontarkan meski hanya sepatah dua kata.


Tapi itu adalah kemajuan yang besar di bandingan hari pertama Luna mengenalnya.


Sampai akhirnya hari graduation tiba, Diksi dan Luna terpisah karena mereka tinggal di negara yang berbeda.


Sudah hampir 7 tahun mereka tidak saling berkirim kabar karena kesibukan masing-masing.


Luna adalah teman satu-satunya yang berhasil mendekati Diksi dan berteman cukup lama meski akhirnya mereka terpisah oleh jarak.


Namun setelah 7 tahun berlalu tiba-tiba Luna datang dan menyapa Diksi untuk pertama kalinya setelah sekian lama.


Meski sedikit ada jarak setelah lama tak bertemu, tetapi Luna masih mengajak Diksi berbicara dengan nyaman.


***


"Eh..di group Pangeran gempar lagi!", kata Dini yang tiba-tiba mendapatkan banyak notif di Smartphonenya yang sedang ramai membahas Diksi Dosen tampan mereka.

__ADS_1


"Bunga coba lihat..", kata Dini memperlihatkan foto Diksi yang sedang berjalan di koridor kampus bersama seorang wanita cantik.


Kali ini foto mereka sangat jelas, bahkan gadis-gadis di group mengagumi sosok wanita di dalam foto tersebut.


"Wah..ini gila, cantik sekali pacar Pak Diksi", kata Dini yang takjub dengan kecantikan seorang wanita yang tengah berjalan bersamanya.


"Iya..cantik sekali..", kata Bunga dengan wajah lesu yang Bunga juga tidak tau penyebabnya.


"Sebentar apa kau cemburu?", tanya Dini pada sahabatnya yang tiba-tiba menunjukan ekspresi murung.


"Tidak, aku hanya sedikit lelah setelah seharian beraktivitas, hari ini juga banyak tugas yang harus ku kerjakan", jawab Bunga beralasan yang sebenarnya ia memang benar-benar sakit ketika melihat Diksi dengan wanita lain.


"Aku pulang dulu", kata Bunga dengan lemas berpamitan pada sahabatnya.


"baiklah hati-hati di jalan", kata Dini yang masih harus tetap di kampus dan mengerjakan tugas kelompoknya.


Bunga yang dengan lesu terus berjalan menuju tempat ia memarkirkan motor dengan sesekali menggerutu di dalam hati.


"Hah..aku kenapa harusnya aku bahagia jika Dosen katak ku mempunyai pacar, bukankan itu bagus jadi dia tidak akan menggodaku lagi", kata Bunga menggerutu di dalam hati sembari terus berjalan.


"Bunga..!", suara laki-laki yang tiba-tiba muncul di hadapannya.


Laki-laki yang baru saja membuatnya kesal karena mempermainkan hatinya.


"Kau mau pulang?ayo biar ku antar", kata Diksi menawarkan pada bunga atas niat baiknya.


"Tak perlu, ada motorku yang selalu menemaniku", jawab bunga yang tidak bisa menutupi rasa kesalnya.


"ada apa dengan mu hari ini? apa ada yang menyakitimu?", tanya Diksi pada Bunga yang sangat jelas terlihat jika ia sedang kesal dengan sesuatu.


"Tidak aku hanya lelah dan ingin cepat pulang", jawab Bunga berusaha menutupi rasa kesalnya.


"Biarkan aku mengantarmu kau terlihat sangat lelah!", kata Diksi lagi menawarkan tumpangan pada Bunga.


"Tidak perlu nanti Pacar bapak marah padaku, dan juga untuk nanti malam kita batalkan saja sepertinya aku sangat lelah dan ingin tidur cepat malam ini", jawab Bunga masih dengan wajah lesunya.


"Pacar siapa? aku tak memiliki pacar", jawab Diksi yang bingung denga apa yang Bunga maksud.


"Sudah lupakan saja saya tidak ingin berdebat dengan bapak, jalok begitu saya pamit pulang ", jawab Bunga yang tak ingin menjelaskan perkataan sebelumnya dan memutuskan untuk cepat berpamitan pada Diksi yang masih berdiri di depannya.

__ADS_1


"Anak itu ada apa dengannya? kenapa tiba-tiba membatalkan rencana? ah...sulit di mengerti", kata Diksi yang masih melihat bunga berjalan menjauh darinya.


__ADS_2