Bunga Untuk Pangeran

Bunga Untuk Pangeran
Chapter 6 [Bertahan]


__ADS_3

Hari ini, tepat seminggu sudah wujud katak yang ku jalani. Hari - hari aku hanya melihat bunga bekerja di tokonya.


Anak perempuan yang memiliki hati yang sangat tulus. Tak jarang orang yang menyukai binatang menjijikan seperti perwujudan ku.


Tapi bunga membuktikan bahwa tak semua manusia buruk sepertiku sebelumnya.


Meski hanya mengamati setiap gerak - geriknya, anehnya aku tak pernah merasa bosan dan ingin keluar dari toko ini.


suana yang hangat sangat kurasakan di sini, bahkan ketika ayah dan ibunya datang bergantian menjaga toko ketika bunga pergi ke kampus.


Perlakuan ayah dan ibunya sangat mencerminkan perlakuan anaknya padaku.


Hangat dan sangat membuatku nyaman.


Mobil ku yang masih terparkir di toko, bunga beralasan jika itu adalah mobil yang temannya titipkan padanya.


Bunga bahkan dengan senang hati mengantarkan ku ke makan ibu untuk mengantarkan rangkaian bunga yang sebelumnya ku pesan dari tokonya.


Untuk pertama kalinya aku menaiki sepedah kayuh, perempuan mungil bernama bunga dia menaruh ku di sebuh akuarium kaca yang iya berikan dengan suka rela.


Menaruh ku di ranjang sepedah yang ia kayuh menuju pemakaman ibu di dekat kaki gunung yang tak jauh dari sungai tempat toko bunga miliknya berdiri.


Meski seharusnya aku sedih karena wujud ku yang menjijikan tapi aku begitu nyaman karena dengan wujudku yang seperti ini aku bisa lebih dekat dengan orang sebaik bunga yang tak pernah ku jumpai sebelumnya.


Setelah kematian ibu, sulit untukku membuka hati dan percaya dengan kebaikan yang orang lain coba berikan padaku.


Kematian ibu cukup membuatku terpukul dan tak percaya dengan semua yang ada di dunia.


Hingga saat kutukan ini datang yang membuatku bertemu dengan bunga, gadis sederhana dengan hatinya yang tulus.


Aku bahkan meminta bantuannya untuk mengecek laporan rahasia yang tak pernah ku tunjukan pada siapapun sebelumnya.


Namun rasa percayaku tiba-tiba tumbuh ketika aku melihat ketulusan bunga yang bisa ku rasakan meski ia tak berwujud.

__ADS_1


Cukup aneh namun ini benar-benar mengubah hidupku.


Semua pekerjaan kampusku, aku memintanya untuk membantuku dalam menghandle nya.


Meski dulu ku kira dia adalah gading yang hanya tau tentang bunga di dalam kehidupannya. Namun aku salah dia adalah anak yang genius bahkan aku tak hanya perlu mengulangi 3 kali untuk ia mengerti apa yang ku ajari.


Sudah satu Minggu dan notif di Smartphone yang ku sematkan dalam jas ku terus berbunyi tanpa henti.


Seperti itulah keadaan smartphone ku yang tak pernah memiliki waktu istirahat seperti pemiliknya yaitu diriku.


Bunga dengan sangat baiknya membalas semua pesan penting yang masuk di smartphone ku dengan arahan dariku.


Dia adalah pendengar yang baik dan sangat penurut.


Sebagai gantinya setiap malam aku akan mengajarinya materi yang belum ku ajarkan pada mahasiswa lain di tingkatannya.


Dia adalah anak yang pekerja keras yang dikelilingi orang-orang baik dan membuatnya tumbuh menjadi seorang yang bermanfaat untuk sekitarnya.


***


"Tidak, ini sudah lebih dari cukup dan untuk pelajaran berikutnya silakan buka bab 350 dan teliti dengan baik, aku masih melihat kesalahan di sana", jawab diksi yang tak membutuhkan apapun setelah iya mendapatkan kolam hangat untuk ia berendam dan menyuruh bunga untuk membuka materi yang sudah ia koreksi sebelumnya.


"Baiklah saya akan melihatnya", kata bunga yang kemudian fokus pada buku tebalnya sembari mengernyitkan matanya yang bulat.


"Apa harus seperti itu membaca buku?",tanya diksi yang masih berendam dan komplain dengan sikap bunga saat membaca buka.


"apakah ada aturan?", tanya bunga penasaran dengan apa kesalahan yang ia lakukan saat membaca buku.


"Pertama lampu jangan terlalu redup itu akan membuat penglihatan mu buruk dan cara dudukku jangan biasakan untuk membungkuk kau masih muda ayo tegakan badanmu", kata Diksi yang mulai berubah menjadi Dosen dengan bentuknya yang masih seekor katak dan kata-katanya yang bijak.


"Baiklah", jawab bunga menuruti semua perintah dari dosennya yang jika di pikirkan lagi nasehatnya memang sangat baik untuk di terapkan.


Malam itu mereka sama-sama fokus dengan kegiatan masing-masing.

__ADS_1


Katak Diksi yang sudah selesai berendam mulai membaringkan badannya di bongkahan batu yang bunga susun di dalam akuarium untuk tempat tidurnya.


Sedangkan bunga ia sudah terlelap dengan pena yang masih menyangkut di telinganya dengan badan yang sudah condong ke depan dan kepalanya yang menempel di atas buku yang sebelumnya ia baca di atas meja.


"ahh..",kata Diksi yang baru saja terbangun dan melihat jam dinding di toko yang menunjukan pukul 2 dini hari.


"Ya ampun anak itu bisa-bisanya dia belajar dan tertidur di atas meja sekeras itu", kata Diksi sembari menatap bunga yang masih terlelap dalam tidurnya.


"sepertinya aku harus membangunkannya",kata diksi lagi yang kemudian lompat dari akuarium yang sudah menjadi rumahnya sejak satu Minggu.


"Hey bangun..", kata diksi membenturkan kepalanya pada hidung mungil milik bunga.


namun setelah beberapa benturan, bunga yang sangat kelelahan tak menunjukan jika ia akan terbangun karena benturan badan katak diksi yang sangat lunak.


Diksi yang kemudian melompat dan ingin meraih matanya malah terbang ke arah bibir mungil milik bunga.


Bibir kayaknya yang lembek seketika menyentuk bibir mungil Nina dan kemudian suatu hal mengejutkan terjadi.


Diksi tiba-tiba merasakan tubuhnya bergetar kembali seperti saat pertama ia berubah menjadi katak.


"Ah..apa ini mimpi, tubuhku kembali ahhhh", kata diksi berteriak kegirangan ketika melihat tubuhnya yang kembali ke wujud manusia.


"Ahhhhh...",bunga yang terbangun seketika dan menjerit ketika melihat seorang laki-laki bertelanjang bulat di depannya.


Diksi yang baru sadar jika ia tak mengenakan pakaian manusia saat menjadi katak mulai berlari menuju kamar.


Bunga yang masih bingung dengan apa yang barusan terjadi lalu perlahan membuka matanya dan melihat sekeliling untuk memastikan laki-laki itu tidak lagi di dekatnya.


"Bunga jangan takut aku Diksi", kata suara laki-laki dalam kamar bunga dan menyampaikan jika ia adalah Diksi yang telah kembali berubah ke wujud manusia.


"Di mana kau simpan bajuku sebelumnya?", tanya diksi lagi pada bunga yang masih setengah sadar akibat baru membuka mata.


"Aku menaruhnya di lemari dan ku gantung di dalamnya coba bapak cari", jawab bunga dari luar kamar sembari mengingat-ingat di mana ia sebelumnya menaruh baju Diksi saat ia berubah wujud menjadi katak.

__ADS_1


"Ah..sudah ketemu, terimakasih sudah mencucinya untukku", ucap Diksi dari dalam kamar sembari memakai baju saat pertma kali ia datang ke toko milik bunga.


__ADS_2