
Hari ini Diksi begitu bahagia, beberapa kali senyumnya mengembang tanpa ia sadari.
"Permisi Tuan air hangat untuk mandi sudah siap", kata pelayan yang baru saja keluar dari kamar mandi di mana ia menyiapkan air hangat untuk Diksi berendam.
"Tuan..",kata pelayan lagi karena tak ada jawaban dari tuannya yang masih asik dengan layar smartphonenya.
"Ah..iya, terimakasih kamu boleh keluar", jawab Diksi yang kemudian tersadar jika ia terlalu fokus pada smartphonenya tanpa mendengan suara pelayan mengajaknya berbicara.
Diksi yang saat itu tak mendengar pelayannya berbicara di karenakan ia yang masih sibuk mengirim pesan pada gadis yang dapat membuatnya tersenyum akhir - akhir ini.
"Ah.. sepertinya aku benar-benar gila", kata Diksi menggerutu dan masih tersenyum bahagia ketika melihat pesan yang Bunga tulis untuknya.
"Terimakasih untuk tumpangannya, apakah bapak pulang dengan selamat?", Tulis Bunga pada pesan yang baru saja mampu membuat Diksi tersenyum bahagia.
Diksi yang dingin kini perlahan telah hilang, banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini.
"Eh apa kau melihat ekspresi tuan?", tanya seorang pelayan wanita pada pelayan lain yang bekerja di rumah Diksi.
"Ya aku melihatnya, wah sepertinya gunung es sudah mencair", jawab pelayanan lainnya yang juga menyaksikan jika ada yang berbeda dengan Tuan mereka.
"Wah, sepertinya Tuan kita sedang jatuh cinta hihihi aku ikut bahagia melihatnya tersenyum dan tidak seram seperti biasa", kata pelayan melanjutkan ceritanya dan mengetahui jika Tuannya sedang jatuh cinta.
"Kalian menggunjing ku di depan kamar jadi aku bisa mendengar", kata Dika yang tiba-tiba keluar dan membaut dua pelayannya ketakutan.
"Ah..tuan maaf kan kami yang lancang ini", kata mereka berdua meminta maaf atas apa yang mereka lakukan.
"Tak apa, terimakasih karena sudah bahagia untukku", jawab Diksi memaafkan pelannya yang baru saja membicarakan tentang dirinya.
"Apa kalian tau bagaimana cara mendekati seorang gadis?", tanya Diksi tiba-tiba pada pelayan yang masih berdiri bersamanya.
"Wah..Tuan benar-benar menyukai seseorang?", tanya pelayanan dengan serempak.
"shuttt..jangan berisik aku takut ayah akan mendengarnya", himbau Diksi pada pelannya yang baru saja teriak bersamaan dan membuat suara mereka menjadi sedikit keras.
"Ah..tuan maafkan kami", pinta pelayanan lagi yang baru sada jika mereka sudah berlebihan.
"Tak apa tak perlu meminta maaf, jadi bagaimana caranya apakah kalian tau?", tanya Diksi lagi mengulangi pertanyaannya bagaiman cara mendekati seorang gadis.
__ADS_1
"Perempuan biasanya menyukai hal-hal yang manis, Bagaimana jika Tuan memberinya Bunga?", tanya pelayan yang memberikan saran.
"Sayang sekali gadis ini sudah mempunyai banyak bunga di Tokonya", kata Diksi dengan lesu.
"Ah.. bagaimana dengan makan malam mewah?", kata pelayan lainnya memberikan ide.
"Hem aku juga sudah pernah mengajaknya makan malam tapi dia menolak ku", jawab Diksi lagi yang membuat para pelayan nya terus berfikir siapa wanita yang dengan berani menolak ajakan Tuannya untuk makan malam.
"Apakah dia seorang gadis yang sederhana?", tanya pelayanan lainnya.
"Yah dia gadis sederhana yang polos dan menyenangkan", kata Diksi menjelaskan sosok Bunga pada para pelayan nya.
"Itu mudah, Tuan hanya tunjukan ketulusan hati Tuan saja dan beri dia perhatian lebih", kata pelayan yang memberikan saran terakhir karena Diksi pikir ini adalah ide yang bagus.
"Wah.. terimakasih untuk sarannya, besok aku akan memberikan bonus untuk kalian berdua", kata Diksi yang bahagia dan sedikit menundukkan badannya untuk berterima kasih pada para pelayan yang sudah membantunya mencari solusi dalam kisah cintanya.
Disi yang begitu bahagia setelah mendapatkan ide tentang bagaimana mendekati gadis membuatnya semakin bersemangat.
Ini adalah untuk pertama kali bagi Diksi menyukai seseorang, terlebih lagi Diksi ta memiliki pengalaman sama sekali dalam mendekati seorang gadis.
Karena sedari dulu hanya Diksi yang di kejar-kejar oleh para gadis yang menyukainya. Dan sekarang Diksi baru mengetahuinya jika menyukai seseorang yang kita tidak tau tentang perasaannya itu sangat sulit.
"Apakah dia membalas pesanku?", tanya diksi bergeming sendiri sembari menatap smartphone yang ia pegang.
"Ah..dia belum menjawabnya", kata Diksi yang lesu setelah mendapati tak ada notifikasi dari seseorang yang ia tunggu.
Hanya banyak pesan spam dari para gadis yang selalu menerornya.
"Apakah dia sudah sampai rumah", kata Diksi lagi penasaran sembari mengambil buku di sebelah meja tempat ia duduk.
"Ting..", sebuah suara notifikasi yang sudah Diksi beri tanda jika itu suara yang ia sudah setting hanya untuk pesan dari seseorang yang spesial.
"Aku baru saja sampai rumah dan akan membersihan diri, terima kasih sudah khawatir padaku", jawab Bunga dari pesan yang baru saja Diksi baca.
Lagi-lagi senyum Diksi mengembang di wajahnya tanpa ia sadari. Diksi yang tadinya akan membaca buku yang ia ambil kembali menaruh bukunya dan membalas pesan dari Bunga.
"Baiklah, selamat bagaimana....", ketik Diksi yang kemudian kembali menghapusnya.
__ADS_1
"Ah..tidak ini terlihat aneh, bagaiman ini", kata Diksi yang bingung dengan apa yang harus ia tulis untuk mengucapkan selamat malam.
"Baiklah, selamat tidur semoga tidurmu nyenyak", ketik Diksi yang kemudian denga cepat mengirimkannya pada Bunga.
"Hufzz..bahkan hanya mengirimkan pesan membuatku berdebar", kata Diksi sembari memegangi dadanya yang bisa ia rasakan detakan nya.
***
"Apa itu tadi..?", tanya Bunga yang baru saja selesai membaca perpisahan selamat malam dari Dosennya.
"Wah..sadar Bunga..sadar", Bunga yang berusaha menyadarkan dirinya dan tidak ingin berfikir lebih jauh tentang pesan yang Diksi kirim untuknya.
"Tidak mungkin seorang seperti Pak Diksi menyukaiku?", tanya Bunga pada diri sendiri.
Bunga yang terus larut dalam pikirannya dan terus memegangi pipinya yang sudah berubah menjadi tomat merah.
"Wah..tidak ini tidak boleh", kata Bunga sedikit menampar wajahnya untuk menyadarkan dirinya jika tidak mungkin seorang dingin seperti Diksi menyukainya.
Bunga yang kemudian menepis pikiran itu jauh-jauh dan mulai membaringkan dirinya di atas kasur untuk segera istirahat.
Hari ini cukup panjang, bahkan Bunga sangat bahagia karena pada akhirnya dia bisa kembali menghabiskan waktu dengan sahabat dekatnya.
"Ah..aku sangat takut hanyut dalam kebahagiaan", kata Bunga yang masih memandang langit-langit di kamarnya sembari berbicara sendiri.
Bunga yang sedari dulu dapat melihat hal yang tida bisa orang lain lihat membuatnya mempunyai sudut pandang berbeda dari manusia lainnya.
Karena kelebihannya yang bisa melihat maksud seseorang membuatnya langsung menjauh ketika bertemu orang yang membuatnya tak nyaman.
Hal itulah yang membuatnya selalu takut ketika akan menjalin pertemanan dengan orang lain selain Dini.
Sulit untuknya hidup sebagai seorang yang memiliki kelebihan seperti itu.
Karena hal pertama yang Bunga lihat dari seseorang hanya dari sisi buruk dan langsung menjauhi orang tersebut tanpa tau jika masih ada hal baik di dalam diri orang tersebut.
Sampai hari di mana ia bertemu dengan Diksi yang mempunyai aura gelap, bunga yang mencoba menghindar namun takdir Tuhan mempertemukan mereka.
"Pak Diksi membuatku berubah, aku yang semula selau menutup diri dari seseorang yang mempunyai aura gelap, sekarang lebih sedikit memahami kenapa seseorang bisa mempunyai aura gelap", kata bunga berging sendiri dan merasa berterima kasih pada Diksi yang datang dalam hidupnya dan mengubah pandangannya tentang seseorang yang mempunyai aura gelap.
__ADS_1
Setiap orang bisa berubah dalam waktu yang kita sebagai manusia tida bisa memprediksinya.
Bahkan untuk orang yang sudah di kuasai aura gelap, namun ketika Tuhan berkehendak tak ada yang tak mungkin di dunia ini.