
*Rumah sakit
Bunga masih duduk di depan ruang ICU dengan tatapan kosong dan wajah penuh khawatir. Raut wajah ibu Bunga tak kalah melebihi rasa khawatir yang tergambar di wajah Bunga.
Hari ini ayah tiba-tiba harus di larikan ke rumah sakit karena terjadi serangan jantung mendadak.
Keluarga Bunga yang langsung melarikan ayah ke rumah sakit dengan penuh kecemasan.
Seharian Ibu dan Bunga masih duduk termenung menunggu ayah yang masih mendapatkan penanganan.
Ibu yang tak berhenti memeluk Bunga dan mengatakan untuk tetap tenang meski sebenarnya ia lebih khawatir dengan keadaan ayah.
"Ibu apakah ayah masih bersama kita?",tanya Bunga yang penuh kekhawatiran.
"Kau harus lebih tenang, ayah masih berjuang di dalam!", jawab Ibu dengan tegas.
"Bibi..bagaimana keadaan paman?", tanya seorang laki-laki yang baru saja berlari ke arah Bunga dan ibunya yang masih duduk di depan ruang rawat.
"Kak Lucky...", kata Bunga ketika melihat lucky berlari ke arahnya.
"Bagaimana keadaan paman?",tanya Lucky yang penasaran dengan wajah yang penuh khawatir.
"Dia masih di dalam dan masih mendapatkan penanganan lebih lanjut", jawab Ibu sambil terus memeluk anaknya.
"Lucky tolong antarkan Bunga untuk pulang karena Bibi tadi tidak sempat melihat keadaan toko", kata Ibu Bunya meminta tolong pada Lucky yang baru saja datang.
"Ajak juga Bunga untuk pulang, karena sepertinya dia juga demam karena kelelahan",
"Tapi Bu, aku ingin di sini bersama Ibu dan Ayah", jawab Bunga dengan tatapan sendu.
"Tidak, kau harus pulang..biarkan ibu yang menjaga ayah nanti siang kau baru boleh kembali untuk menjenguk dan bawakan baju ganti untuk Ayah dan Ibu", perintah Ibu pada anaknya.
"Baiklah...", jawab Bunga yang akhirnya menuruti perintah Ibunya.
"Ayo Bunga...", ajak Lucky yang kemudian memapah Bunga berjalan karena tubuhnya yang masih lemas.
"Apa kau mau ku gendong?", tanya Lucky karena melihat tubuh Bunga yang sangat lemas.
__ADS_1
"Tidak...perlu kak aku masih bisa berdiri", jawab Bunga yang tak mau merepotkan Lucky.
"Sudahlah menurut..kau sangat lemas karena shok", kata Ibu menambahi.
Bunga yang masih lemas akhirnya menuruti kata ibunya.
Lucky yang masih dengan wajah cemasnya membopong Bunga dengan hati-hati menuju tempat ia memarkirkan mobilnya.
Lucky yang kemudian sampai di parkiran langsung menata tempat di mana Bunga duduk dan memasangkan sabuk pengaman.
"Setelah ini kau harus makan dan minum obat", kata Lucky saat mulai menyalahkan mesin mobilnya.
"eng...",jawab Bunga mengangguk pelan.
Bunga bahkan tak mempunyai kekuatan untuk sekedar memberi kabar tentang kondisinya saat ini pada Diksi.
Pikirannya sangat kacau karena terus memikirkan keadaan ayahnya saat ini.
sesekali ia meneteskan air mata karena takut terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan.
"Sudah jangan menangis, paman pasti akan tetap berama kita", kata Lucky sebagai sembari menyeka air mata Bunga dengan tisu yang berada di sebelah kursi kemudi.
"Tapi sekarang, membayangkan ayah mengucapkan selamat tinggal dengan bahagia membuatku sesak", kata Bunga dengan suara lirih.
"Paman akan tetap bersama kita, percaya lah!", kata Lucky terus memberikan semangat untuk Bunga.
"Aku tau semua manusia akan pergi dan kembali pada Tuhan, tapi rasanya benar-benar sakit ketika seseorang yang kita sayang pergi lebih dulu",
"Kau tau semua itu sudah tertulis dan sudah menjadi takdir setiap manusia yang di ciptakan pasti akan kembali",
"Kita sebagai manusia yang masih hidup selalu di ingatkan akan hal itu, bahwa roh kita tidak akan selamanya berada di dalam badan ini dan hidup selamanya di Dunia",
"Meski ini adalah hal yang paling berat dan selalu di sangkal tapi mau tidak mau maut itu akan datang",
Lucky yang terus menerus menyadarkan Bunga untuk tetap tabah dan kuat dalam menghadapi musibah yang tengah ia hadapi.
"Padahal Tuhan sudah memberikan aku kelebihan yang tak semua manusi punya, jadi harusnya aku lebih tau akan hal itu", kata Bunga masih dengan suara lirihnya.
__ADS_1
"Setegar apapun diriku dan kelebihan yang ku punya aku tetaplah manusia yang akan sedih ketika melihat orang yang ku sayang dalam bahaya", kata Bunga menambahi.
"Aku ta pasti ini berat bagimu tapi ku harap kau tidak terlalu larut dalam kesedihan dan mengabaikan kesehatanmu", jawab Lucky yang masih fokus mengendarai mobilnya.
Setelah beberapa saat menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di toko.
Lucky yang baru saja memarkirkan mobilnya langsing turun dan membopong Bunga lagi untuk ia bawa masuk ke dalam.
"Bibi benar-benar lupa untuk mengunci toko, syukurlah semuanya masih aman", kata Lucky sambil membopong tubuh mungil Bunga ke dalam dan membaringkannya di dalam kamar.
"Tetap berbaring! aku akan mengambilkan obat dan memasakan mu bubur", Lucky yang kemudian pergi ke dapur dan meninggalkan Bunga yang masih terbaring di atas ranjang dengan pelupuk matanya yang terus menerus basah akibat rasa sedihnya.
Smartphone yang memang Bunga tinggal di ruangan tempat di mana Bunga berbaring terus saja berdering tanpa henti.
Bunga yang sudah sangat lemas dan tak bisa berdiri hanya menikmati suara smartphone yang terus berbunyi tanpa ia lihat siapa yang sedang mencoba terus menghubunginya.
***
*Diksi
Pagi ini seperti biasanya Diksi pergi ke kampus dan mengajar karena ada beberapa kelas yang harus dia isi.
Diksi yang sedari pagi sudah menyapa kekasihnya pada pesan yang ia kirim, sesekali ia mengecek untuk melihat balasan pesan sapaan darinya.
Namun meski sudah sampai siang hari Diksi sama sekali tak mendapatkan respon apapun pada pesan yang ia kirim.
Hatinya mulai bercampur aduk karena rasa khawatirnya.
Kekasihnya tak pernah mengabaikan pesan darinya, jadwalnya yang full sampai sore membuatnya tak mempunyai waktu untuk pergi dan melihat langsung keadaan Bunga.
Bahkan Dini juga tidak terlihat sama sekali di kampus dengan Bunga'.
Diksi yang terus menerus mencoba menelfon kekasihnya namun masih tetap ta mendapatkan jawaban apapun.
Pikirannya menjadi kacau dan perasaan yang campur aduk. Diksi sangat ingin pekerjaannya cepat selesai dan langsung menemui kekasihnya, namun sore hari terasa sangat lama untuk hari ini.
Meski di dalam kelas Diksi terus menyempatkan waktu untuk melihat apakah ada notif pesan dari kekasihnya sampai jam makan siang tiba dan ia baru saja mendapatkan jawaban dari pesan yang ia kirim.
__ADS_1
"Hallo Aku lucky, Bunga sedang tidak enak badan dan dia menyuruhku untuk membalas pesan ini, sekarang dia sedang tidur karena kelelahan. Ayahnya baru saja masuk rumah sakit pagi ini jadi kondisi Bunga agak Drop dan kekurangan cairan",
Seketika mata Diksi membulat ketika membaca pesan yang benar saja tentang perasaan nya yang tidak nyaman di hari ini.